
Malam ke-6 setelah banyak misi tapi status penampilannya masih menunjukkan 45% kini Laura berencana untuk menghentikan Renka yang terus ikut campur dalam rumah tangga adiknya. Sistem Pelakor hanya mengetahui identitasnya melalui data yang tersimpan di catatan kependudukan yang isinya tidak terlalu membuat Laura puas jadi untuk mengetahui siapa Renka sebenarnya, Sistem menyarankan Laura untuk pergi ke klub malam sebab ada seseorang yang mengenal Renka ketika Sistem mencari lebih dalam melalui CCTV yang berada di setiap kota.
Laura, rencana seperti apa yang ingin kamu gunakan untuk menghentikan Renka?
"Mengetahui siapa Renka kemudian itu membuat rencana yang akan menggunakan identitasnya sebagai senjata yang dapat menghentikan sekaligus menghancurkannya!" balas Laura sambil berjalan menuju klub malam yang Sistem Pelakor suruh
Laura berjalan sejauh lima kilometer tanpa merasa lelah sama sekali karena dia memakai skill untuk mempertahankan stamina terbaiknya. Melewati jalur yang sepi dengan memasuki gang sempit disertai penerangan tempat dia memasuki gang sempit sangat redup hingga sulit untuk melihat tapi dengan skill, dia mampu untuk melihat kegelapan.
Lokasi yang Laura tuju merupakan tempat yang penuh dengan pria paruh baya disertai preman bertato yang menjaga sebuah pintu bergambarkan wanita pelacur. Mencium bau rokok yang terbuat dari ganja, Laura langsung menutupi hidungnya dengan tisu basah kemudian para pria paruh baya tiba-tiba tertarik dengan Laura yang memberikan penampilan imut bahkan dia datang sendirian seketika menjadikannya sebagai incaran.
"Sistem aktifkan Keahlian Bela Diri, Skill Durability dan Skill intimidation!" ucap Laura dengan nada pelan
Ketiga skill diaktifkan!
"Nona cantik mari kita bersenang-senang!" ucap pria dengan kaos putih
"Wow, kau imut sekali nona!" ucap pria dengan kaos hitam
"Apa kalian mengenal wanita bernama Renka?" tanya Laura sambil mengepalkan tinjunya
Pria kaos putih sama sekali tidak mempedulikan pertanyaan Laura karena fokus dengan bagian dada Laura yang sangat membuatnya tergiur tiba-tiba saat dia ingin menyentuhnya, sebuah pukulan keras mengenai dagu pria itu sampai membuatnya pingsan sedangkan pria kaos hitam langsung menjauhi Laura sembari mengeluarkan pisau.
"Tch, wanita sialan ternyata bisa bela diri!" ucap pria kaos hitam
"Aku tanya sekali lagi!
Apa kamu mengenal wanita bernama Renka?" tanya Laura sambil menatap tajam ke arah pria kaos hitam
[Intimidasi]
Detak jantung pria itu langsung turun dengan berdetak pelan disertai pisaunya terjatuh ke tanah, matanya menyorot ketakutan dan tidak mampu untuk menggerakan tubuhnya.
"Nona, saya sama sekali tidak mengenal wanita bernama Renka tetapi saya bisa mengantarkan anda kepada bos klub ini karena dia memiliki banyak kenalan jadi tolong lepaskan saya!" minta pria kaos hitam dengan ketakutan
"Baiklah!" balas Laura sambil menatap preman bertato yang menjaga pintu klub
[Intimidasi]
__ADS_1
Laura menatap tajam preman bertato itu tetapi efek Skill intimidation sama sekali tidak berfungsi!
Failed!
Target memiliki mental yang kuat!
Laura mendekati preman tersebut dengan memakai sarung tangan hitam untuk menutupi bekas pukulannya kini dia maju untuk berhadapan melawan pria yang jauh lebih besar darinya.
"Menjauhlah!" ucap preman bertato itu dengan nada mengancam
Laura bersiap untuk melancarkan tinju, melihat tidak terancam oleh perkataannya membuat preman bertato itu mulai marah kemudian dia mendaratkan sebuah pukulan lurus menggunakan tangan kanannya. Laura menghindari lewat kanan lalu dia meluruskan pandangannya tepat di lengan kanan preman tersebut kemudian mempersiapkan kaki kiri untuk menendang bagian belakang lutut agar ditekuk setelah itu Laura menghadap ke depan disertai telapak tangan kanan dia gunakan untuk mencengkram wajah preman tersebut dengan mendorongnya ke bawah hingga kepala bagian belakang menghantam tanah dengan keras.
[Benturan]
Serangan Laura seketika membuat preman bertato itu langsung pingsan dengan mata terbuka. Pria berkaos hitam saat melihat Laura melakukan itu kepada lawan yang lebih besar darinya seketika tidak berniat untuk melawan balik lagi. Laura memeriksa setiap pakaian lawannya lalu menemukan sebuah senjata api berupa pistol dengan dua peluru yang langsung dia simpan.
"Sistem, rusak CCTV di dalam klub dan persiapkan untuk membuat listrik mati!" ucap Laura dengan nada pelan
Dilaksanakan!
Laura membuka tasnya lalu mengambil masker, topi serta mengganti sarung tangannya. Setelah itu, dia masuk sambil menyembunyikan pistol di balik saku celana seketika kedatangannya membuat semua orang memandang tajam tapi saat melihat pria berkaos hitam sontak pandangan semua pelanggan serta pelayan di klub tersebut langsung berganti.
Pria tersebut berjalan menuju bartender pria yang sedang melakukan tugasnya kemudian saat meminta untuk bertanya agar bisa bertemu bos klub tiba-tiba bartender menodongkan senjata ke pria berkaos hitam. Seketika membuat semua pelanggan dan beberapa pelayan langsung tertuju ke arahnya, Laura menodongkan balik tepat di kepala bartender tanpa memberikan hawa keberadaannya.
[Hening Dan Tegang]
Melihat bartender penting mendapatkan ancaman membuat para pelayan langsung ikut menodongkan senjata mereka ke arah Laura. Melihat Laura yang sudah terpojok seketika Sistem Pelakor langsung memadamkan listrik hingga membuat tempat tersebut menjadi gelap gulita.
"Aktifkan Skill Mata Kucing!" minta Laura
[Pukulan]
Ketika listrik kembali menyala tiba-tiba memperlihatkan lima pelayan tumbang ke lantai disertai pistol bartender menghilang dari tangannya seketika membuat bartender itu terkejut.
[Tembakan]
Laura menembak satu peluru yang berada di pistol bartender ke lantai kemudian membuangnya dengan isi peluru dia lempar ke luar jendela seketika suara tembakan itu membuat pelanggan ketakutan hingga berdiam diri.
__ADS_1
"Cepat antar kami kepada bosmu!" teriak pria kaos hitam dengan ekspresi ketakutan
Laura, bartender dan pria kaos hitam berjalan melewati pintu belakang menuju tempat bos klub ketika mereka bertiga sampai betapa terkejutnya Laura melihat para wanita dijadikan sebagai budak **** tanpa memakai pakaian dengan rantai menjerat di tangan dan kaki mereka.
Bos klub tersebut sedang menyiksa wanita yang tidak ingin melayaninya, Laura memberikan tatapan marah kepada sosok pria bajingan di depannya.
"Siapa wanita itu?" tanya bos klub sambil tersenyum jahat
"Tamu yang ingin menyapa anda, bos!" balas bartender
Melihat wanita itu membawa pistol seketika para penjaga bos klub langsung menodongkan senjata ke arah Laura kini dia beranggapan kalau wanita tersebut sudah berakhir lalu dia masuk ke dalam ruangan di belakangnya untuk menghitung jumlah uangnya.
"Sistem!" ucap Laura dengan nada pelan
[Mematikan Listrik]
Penerangan di ruangan itu langsung mati seketika Laura bergerak cepat untuk menghajar satu per satu penjaga tanpa membuat suara sedikitpun lalu saat lampu kembali menyala. Bos klub marah melihat lampu yang tiba-tiba mati ketika dia melihat ke belakang, sudah ada pistol tepat di dahinya.
"Apa yang sedang terjadi?" tanya bos klub dengan ekspresi terkejut dan panik
"Jawab pertanyaanku, apa kamu kenal wanita bernama Renka?" tanya Laura sambil menatap dingin ke bos klub
"Saya kenal, saya kenal!
Wanita itu adalah pelacur kelas atas yang bisa kamu temukan di Shibuya jadi tolong jangan bunuh saya!" teriak bos klub dengan raut wajah ketakutan dan panik
Laura mengambil ponsel milik bos klub tersebut lalu menyuruh Sistem Pelakor untuk menyimpan nomor yang mengarah ke Shibuya kemudian dia menelepon nomor darurat agar polisi datang menyelamatkan wanita yang mendapatkan perlakukan kejam. Setelah itu, dia menembak kedua kaki bos klub agar tidak lari dari TKP.
Dorrr...Dorrr...
[Jeritan]
Laura memanfaatkan kondisi pria kaos hitam yang kebingungan dengan nasibnya disertai dirinya yang sudah menurut kini dia dapat menggunakan Skill Suggestion. Laura menarik baju pria itu kemudian menatap kedua matanya lalu memberikan sebuah saran untuknya agar dapat menjadi saksi supaya mengurangi masa hukumannya tetapi tanpa memberitahu identitas Laura sebagai imbalannya, Laura akan membebaskannya.
"Sistem atur jalur menuju Shibuya!" minta Laura dengan nada pelan menuju keluar klub
Laura meninggalkan klub tersebut. Beberapa menit kemudian datang polisi untuk memeriksa tempat lokasi kejadian hingga masalah prostitusi online ilegal kini menjadi sebuah kasus mengerikan. Laura menuju Shibuya dengan menaiki taksi untuk memastikan lokasi Renka berada.
__ADS_1
Bersambung...