Sistem Pelakor

Sistem Pelakor
Bab 36: Musim Salju Akan Tiba


__ADS_3

[Kantor Perusahaan Quares Corporation]


Hanchou membaca sebuah surat pengunduran diri yang dibuat oleh Laura sontak dia langsung memanggil Hayato menggunakan telepon kantor. Hayato mendatangi kantor dengan tergesa-gesa akibat dari panggilan mendadak dari bos kemudian surat itu diberikan kepadanya seketika merubah ekspresi Hayato menjadi terkejut dan panik.


Hanchou memberikan cuti libur untuk Hayato agar mencari tahu penyebab Laura mengundurkan diri dari pekerjaannya jika memungkinkan, Hanchou menginginkan Hayato dapat mengembalikan Laura ke dalam perusahaannya. Hayato langsung menerima permintaan dari bosnya tersebut karena saat membaca surat itu, terdapat sebuah pesan tersembunyi dengan Hayato saja yang mengerti maksud tersebut.


Pesan tersembunyi itu berisikan sebuah permintaan dari Laura kepada Hayato untuk segera mencari keberadaannya sontak merasakan Laura dalam bahaya kini Hayato pergi untuk mencari keberadaan Laura yang tidak dia ketahui.


[Sudut Pandang Laura]


Setelah mengirimkan surat pengunduran diri kini Laura berada di sebuah hotel yang terletak di Tokyo dekat stasiun. Laura saat ini sedang kebingungan karena tidak mengetahui keberadaan Henry sehingga rencananya berhenti, di sini Laura berpikir keras untuk mengetahui penyebab Henry lepas dari pandangannya.


Di hotel itu, Laura tidak sendirian karena ada Miyami yang bersamanya dengan memperlihatkan ekspresi layaknya seorang boneka yang menuruti pembuatnya. Sistem yang membantu Laura saat ini sedang memproses sebab dari Henry yang menghilang secara mendadak bertepatan dengan ayahnya meninggal.


"Laura, selama aku mengikuti perintahmu. Apa, aku akan dibebaskan?" tanya Miyami dengan ekspresi melas


"Itu adalah kesepakatan kita kalau kamu bisa menjalankannya dengan tepat dan benar akan aku lepaskan dirimu. Aku berjanji!" balas Laura dengan tatapan dingin


Laura menggunakan Miyami dikarenakan dia masih memiliki sebuah koneksi terhadap prostitusi online di distrik selain Tokyo lagipula Renka itu adalah Dewi mereka yang mampu mengembangkan hiburan remang-remang walaupun kejadian penangkapan Renka mengakibatkan hiburan mereka berhenti menculik lagi tapi setidaknya masih ada yang beroperasi.


"Miyami, berbahagialah. Kita akan melihat kakakmu!" ucap Laura sambil menelepon seseorang


Ekspresi Miyami langsung berubah senang kemudian mereka berdua berangkat ke penjara yang berada di Hokkaido, tempat Renka berada.


...


[Sudut Pandang Henry]

__ADS_1


"Bajingan kalian, bodyguard tidak berguna. Bagaimana mungkin membiarkannya lolos, cepat temukan pria itu dan bunuh dia!" teriak Henry dengan ekspresi marah


Dua bodyguard itu langsung pergi meninggalkan tempat persembunyian Henry untuk mencari pria yang kedua tangannya sudah terpotong sebab Henry menginginkan semua bukti dari pembunuhannya menghilang. Namun, sesaat dia memikirkan rencananya tiba-tiba pria yang menjadi pelaku pembunuhan ayahnya langsung kabur setelah kedua tangannya terpotong.


Depresi Henry bertambah hingga rambut di kepala yang selalu dia garuk kini mulai terlihat rontok dibagian tengahnya. Henry membuka sebuah peta dengan memperlihatkan lokasinya yang berada di Distrik Roppongi disertai lokasi Laura yang berada di Tokyo.


Henry bingung memikirkan cara untuk mendatangi ibunya yang saat ini masih berada di rumah utama atau rumah besar keluarganya karena pikiran Henry dengan bertemu Laura sangat membuatnya takut untuk mengambil sebuah keputusan. Terlintas sebuah pikiran licik darinya, Henry akan memanfaatkan kebohongannya untuk memberitahu ibunya soal pelaku yang membunuh ayahnya sudah dia tangkap.


Henry menggunakan ponsel baru sebab ponsel satunya itu terdapat Talk Me Ayumi sehingga dia membuangnya di suatu tempat. Rencana yang dia gunakan adalah membuat ibunya mendatangi lokasi persembunyiannya dengan alasan, dia sudah menangkap pelaku kemudian Henry akan memancing kemarahan ibunya soal kematian ayahnya yang terlihat hina di mata sang pelaku agar mau datang ke lokasi yang akan Henry kirim melalui ponselnya.


Kemudian, saat ibunya datang. Henry akan memaksa ibunya untuk tanda tangan sebuah surat penyerahan hak waris lalu Henry cuma perlu memikirkan cara untuk meloloskan diri ke negara lain hingga Laura tidak bisa menemukannya lagi. Itulah rencana yang Henry ingin wujudkan kini dia bergerak untuk mengambil langkah kebebasannya.


...


[Sudut Pandang Hayato]


Dia pergi ke rumah Laura untuk menanyakan kepada pemilik rumah tersebut.


"Bolehkah saya pinjam kunci duplikat untuk masuk ke dalam rumahnya?" tanya Hayato dengan memakai baju sedikit tebal


[Udara Dingin]


Pemilik rumah memberikan kunci duplikat kepada Hayato. Setelah itu, dia masuk ke dalam untuk mencari tahu tentang apa yang sedang terjadi kepada Laura. Hayato saat masuk ke dalam kamar Laura tiba-tiba terlihat sebuah foto pria yang jumlahnya cukup banyak sembari memperlihatkan sebuah foto perempuan dengan tulisan Renka.


Hayato mengambil foto tersebut untuk dia bawa ke kantor polisi agar mendapatkan bantuan dari mereka. Saat dia keluar dari rumah Laura tiba-tiba terlihat partikel-partikel salju yang sudah memasuki bulannya.


"Musim salju akan segera tiba!" gumam Hayato sambil menatap langit

__ADS_1


...


[Sudut Pandang Ibunya Henry atau Bibi Yamako]


Dirinya berada di rumah utama dengan merenungkan kematian suaminya yang ternyata dibunuh oleh seseorang. Memegang sebuah foto pernikahan mereka kemudian memeluknya dengan erat sembari menatap kosong ke lantai.


[Dering Ponsel]


Suara panggilan telepon terus berdering sebanyak 10x tanpa henti seketika membuatnya berdiri dari sofa sembari berjalan pelan menuju letak ponselnya yang berada di atas meja dapur. Sesaat, dia mengangkat panggilan tersebut tiba-tiba suara anaknya terdengar hingga membuat ekspresi suramnya itu berubah menjadi kesedihan.


"Anakku, kenapa baru mengabari ibu. Ayahmu meninggal dunia, Nak!" ucap ibunya sambil menangis histeris


"Aku sudah mengetahuinya, saat ini aku sudah menangkap pelaku yang sudah membunuh ayah!" ucap Henry


"Ma-maksudmu?" tanya ibunya dengan ekspresi terkejut


"Ibu sebelum aku membunuhnya dengan kedua tanganku. Dia menjelekkan ayah serta menghinanya kalau ibu sangat mencintai ayah, temuilah aku dengan lokasi yang nanti kukirim ke ponsel jadi kemarilah dan bunuh pelaku yang sudah menyakiti ayah!" ucap Henry dengan nada benci


[Panggilan Terputus]


Wanita ini sangat mencintai suaminya, mulai dari kebaikan serta kepeduliannya seketika menanamkan rasa cinta yang begitu besar kepada sosoknya. Anak dan suaminya itu adalah harta berharga untuk dirinya sehingga kemarahan serta kebenciannya terhadap pelaku pembunuh tersebut kini memperlihatkan sosok dia di saat tenggelam dengan rasa ingin balas dendam.


Ibu Henry pergi meninggalkan rumah utama dengan membawa pisau sembari menuju lokasi yang Henry kirim dengan mengendarai mobil suaminya. Terlihat ekspresi balas dendamnya sungguh sangat mengerikan, dia akan menghancurkan pelaku pembunuh tersebut sampai tidak tersisa.


[Sudut Pandang Berubah Ke Henry Lagi]


Dia tersenyum melihat rencananya mulai berjalan tapi depresinya itu sudah mengakibatkan beberapa rambutnya sudah rontok sangat banyak.

__ADS_1


"Sedikit lagi hanya sedikit lagi. Aku akan lepas darimu, Ayumi!" ucap Henry dengan ekspresi depresinya


Bersambung...


__ADS_2