
Perhatian pada bab ini tolong di simak secara baik-baik karena pada bab ini, saya memasukkan flashback pada Bab 32, Bab 33 dan Bab 34 untuk alur majunya karena akan menceritakan Henry!
...
[Televisi]
"Dikabarkan, terjadi sebuah pembunuhan yang berlokasikan di rumah sakit Tokyo. Setelah selesainya otopsi kepada tubuh korban, terdapat luka fisik di leher yang mengakibatkan korban tidak bisa bernapas. Diketahui korban adalah pria umur 67 tahun dengan nama Yamura dan menurut para warga, dia adalah sosok pria dermawan yang rela menyalurkan sejumlah uang besar untuk membantu orang yang kesulitan sehingga kabar mengenai meninggalnya Tuan Yamura, membuat sebuah komunitas yang siap untuk mencari pelaku agar mendapatkan hukuman mati. Sekian dari saya dan terima kasih sudah meluangkan waktu anda untuk mendengarkan berita pagi hari ini!" ucap pembawa berita
Di sebuah ruangan dengan dua penjaga bertubuh besar dan kuat sedang menahan seorang pria yang merupakan pelaku dari pembunuhan di dalam berita tersebut atau lebih tepatnya, dia adalah bawahan Henry yang diberikan sebuah perintah untuk membunuh Tuan Yamura sehingga dalang utama dari pembunuhan Tuan Yamura adalah anaknya sendiri.
"Maafkan saya bos!" ucapnya dengan ekspresi ketakutan disertai tubuhnya gemetar
"Lihatlah, pekerjaanmu sangat tidak bersih!" ucap Henry sambil menginjak kepala bawahannya
Terlihat sebuah dokumen otopsi Tuan Yamura yang berhasil Henry dapatkan salinannya melalui orang dalam di kepolisian. Dokumen tersebut berisikan korban mengalami serangan pada lehernya yang mengakibatkannya sulit untuk bernapas sehingga hasil otopsi tersebut menyatakan bahwa Tuan Yamura terbunuh karena dicekik pelaku sampai meninggal dunia.
"Target saat itu melawan sehingga saya terpaksa untuk mencekik lehernya!" ucapnya dengan wajah mencium lantai
"Cukup, sebagai tanda terima kasih karena sudah menyelesaikan tugas yang aku berikan. Kamu kubiarkan untuk tetap hidup!" ucap Henry sambil berhenti menginjak kepala bawahannya
__ADS_1
"Terima kasih banyak bos!" ucapnya dengan ekspresi senang dan lega
"Potong kedua tangannya untuk menghilangkan bukti!" ucap Henry dengan ekspresi datar
Sontak mendengar ucapan tersebut, pelaku pembunuh itu langsung meminta tolong serta meminta belas kasihan kepada bosnya tetapi Henry menatap rendah bawahannya itu seakan-akan sudah tidak berguna lagi kemudian, dia dibawa menuju dokter yang akan melakukan mutilasi kedua tangan pelaku pembunuh lalu kedua tangan itu akan digiling sampai halus untuk menjadi makanan anjing.
Perbuatan Henry saat itu sudah sangat mengerikan dikarenakan sebuah warisan yang terus menghantui pikiran agar segera memilikinya seketika membuatnya menghalalkan segala cara. Sebuah surat harta warisan sudah terdapat tanda tangan ayahnya tinggal tanda tangan dari ibunya agar Henry memiliki seluruh harta ayahnya tanpa memberikan kepada ibunya sedikitpun.
"Hahaha, Laura adalah Ayumi dan Miyami memiliki saudari kembar bernama Renka. Setelah memegang kehidupan Miyami yang kapan saja bisa dihancurkan, sekarang dia ingin menghancurkan kehidupanku. Maaf Laura tapi kamu duluan yang akan aku hancurkan!" ucap Henry dengan senyuman penjahat
[Flashback Di Saat Henry Pergi Kerja Pada Bab 32]
[Rencana Henry]
Sisa uang yang Henry miliki, dia gunakan untuk membayar dua bodyguard dan satu pria yang siap melakukan apapun demi jumlah uang banyak. Henry ternyata menyadari sebuah fakta bahwa ayahnya, sudah mengetahui sifat asli dari anaknya sontak hal itu membuat Henry kalang kabut.
Warisan sudah pasti tidak akan dia dapatkan sehingga dengan kondisi ayahnya yang saat ini sedang sakit parah, Henry memanfaatkannya untuk membunuhnya dengan menggunakan bawahan yang siap menerima perintah apapun demi bayaran tinggi. Namun, keberadaan ayahnya sama sekali tidak diketahui sehingga Henry terpaksa mengeluarkan sisa uang yang dia miliki untuk membayar setiap dokter di rumah sakit sekitar Tokyo agar dapat mengetahui lokasi ayahnya.
Salah satu dokter yang mau menerima bayaran tinggi tersebut kini menelepon Henry dengan memberitahu lokasi ayahnya berada sehingga rencana pembunuhan akan segera dia lakukan. Henry sudah memerintahkan bawahannya tersebut untuk membunuh ayahnya kemudian dokter bersama dengan bawahan Henry melewati pintu yang dokter siapkan serta kamera pengawas yang sudah tidak diaktifkan untuk membuang bukti dan mereka bersiap untuk membunuh targetnya.
__ADS_1
Henry telah sampai di lokasi persembunyiannya. Tengah malam di saat bersamaan dengan sebuah kasus penangkapan prostitusi ilegal, bawahan Henry mengabarinya dengan sudah menyelesaikan tugasnya. Ayahnya sudah dipastikan meninggal dunia tepat tengah malam kemudian bawahan Henry kembali ke markas dengan memberikan sebuah surat berisikan penyerahan harta warisan disertai tanda tangan dari ayahnya sudah di dapatkan.
[Cerita Berlanjut Ke Bab 33]
Setelah rencananya berhasil, Henry pulang ke rumah dengan dia sampainya tepat pada pagi hari sehingga pada saat Miyami menyuruhnya untuk istirahat karena lelah kerja. Henry tidak melakukannya dikarenakan dia sedang menunggu mayat ayahnya itu ditemukan oleh pihak rumah sakit, Henry yang menunggu dengan tetap terjaga dari rasa kantuknya tiba-tiba mendengarkan sebuah percakapan antara Miyami dengan Laura sontak semua fakta terungkap kini semuanya terlihat jelas di kepala Henry.
[Cerita Berlanjut Ke Bab 34]
Setelah itu, Henry melakukan pergerakannya ketika tiga orang tersebut menuju rumah sakit untuk melihat Ayah Henry. Henry tertawa dan tersenyum layaknya seorang penjahat, dia tidak ingin berada digenggaman Laura. Setelah mengetahui semuanya kini Henry kembali ke lokasi persembunyiannya untuk menghindari jangkauan Laura walaupun akan sulit untuk mendapatkan tanda tangan ibunya tetapi Henry menginginkan Laura nantinya bakal kesal dengan perubahan rencananya.
[Kembali Ke Cerita Aslinya]
Henry di tempat persembunyiannya yang tidak akan ditemukan oleh Laura kini memikirkan sebuah rencana untuk mendapatkan tanda tangan ibunya. Dia dikejar waktu, Laura bersiap menemukan pelaku pembunuhan Tuan Yamura yang merupakan Ayah Henry agar dapat membongkar dalang dari kasus pembunuhan tersebut karena Laura yakin kalau Henry adalah pelaku sebenarnya sehingga dengan cara itu, Henry tidak akan mendapatkan warisan dengan dia bersiap mendekam di penjara.
Sedangkan itu, Henry panik memikirkan semua rencana yang sangat banyak di dalam kepalanya mulai dari berusaha untuk mendapatkan warisannya disertai membuang segala bukti yang dapat membuatnya masuk ke dalam penjara. Warisan yang dia dapatkan akan digunakan untuk mengganti identitasnya agar terlepas dari Laura sehingga kehidupannya tidak akan dihancurkan.
Laura tidak akan menahan diri kini dia akan serius menjalankan setiap rencananya dengan cepat dan tepat. Di lain sisi, Henry sampai depresi memikirkan rencana yang benar-benar dapat membuatnya terlepas dari genggaman Laura bahkan terlihat rambutnya mulai rontok.
Bersambung...
__ADS_1