Sistem Pelakor

Sistem Pelakor
Bab 9: Pernikahan Henry Dengan Miyami


__ADS_3

Tempat pertemuan untuk mendapatkan surat undangan pernikahan Henry dengan Miyami berada di sebuah cafetaria yang letaknya tidak terlalu jauh dari rumahnya Laura bahkan berjalan kaki saja sudah dapat sampai di tempat tersebut walaupun membutuhkan 5 menit, Laura datang duluan ke tempat pertemuan sehingga dapat memberikan kesan kepada Bibi Yamako.


Cafetaria yang merupakan tempat pertemuan mereka sama sekali tidak terlalu mewah ataupun mahal, semuanya sederhana tetapi memiliki nilai tinggi di mata semua pelanggannya seketika Laura menyukai suasana tempat tersebut ketimbang dengan restoran yang kemarin dia datangi.


Laura menunggu di tempat duduk yang letaknya dekat dengan jendela karena dapat melihat suasana kota yang ramai akan pejalan kaki yang lalu lalang. Laura menikmati suasana tersebut sembari meminum kopi panas tiba-tiba dia dikejutkan oleh Bibi Yamako yang sedang menempel di jendela sambil menatap Laura dengan tajam.


Beberapa menit kemudian.


"Laura-chan sudah lama tidak bertemu bahkan bibi langsung tahu kalau itu adalah dirimu!" ucap Bibi Yamako sambil memakan kue


Laura mengangkat cangkir kopinya lalu sedikit meniup sebanyak tiga kali kemudian meminumnya sembari memperlihatkan ekspresi hangat lalu dia meletakkan cangkir kopinya sambil bersiap membalas ucapan bibinya barusan.


"Senang dapat bertemu secara langsung dengan bibi!" ucap Laura sambil tersenyum


Bibi Yamako kagum dengan tata krama dan sopan santun dari Laura bahkan dia sangat kecewa ketika mendengar perjodohannya dibatalkan. Laura menjelaskan kembali kalau dia memiliki kekasih yang sudah bersama selama 2 tahun seketika membuat Bibi Yamako menyesal karena terlambat menjodohkan mereka berdua.


Setelah itu Bibi Yamako menceritakan kalau Henry akan segera menikahi perempuan bernama Miyami kemudian Bibi Yamako mengeluh atas perilaku Henry yang tidak mau mempertemukan Miyami dengannya sehingga penampilan, sifat dan keluarga Miyami tidak diketahui dan itu semua membuatnya khawatir dengan pernikahan pertama anaknya.


Laura langsung sadar kalau itu semua pasti dari Miyami yang tidak ingin keluarga dan dirinya diketahui oleh keluarga Henry karena dapat membongkar identitas sebenarnya. Laura mengusulkan permintaan kepada Bibi Yamako yaitu ingin ikut hadir dalam pernikahan tersebut sebagai pengalaman untuknya melihat seperti apakah sebuah pernikahan itu.


Bibi Yamako menyetujui permintaan Laura tapi raut wajahnya masih merasa cemas dan khawatir terhadap putranya itu. Laura merasa bersalah terhadap bibinya karena akan membuat anak dari bibinya mengalami penderitaan tetapi dia tidak mau mengatakan sifat asli dari anaknya itu oleh sebab itu Laura hanya perlu menunggu waktu sampai bibinya mengetahui sifat asli Henry.


"Bibi Yamako tidak perlu khawatir dengan Henry!


Yang lebih penting adalah kebahagiaannya jadi bibi harus mendukung keputusannya!" ucap Laura dengan niat menceriakan bibinya

__ADS_1


"Laura sangat dewasa sekali seharusnya bibi lebih cepat menjodohkan kalian berdua!


Mau bagaimana lagi, nasi sudah menjadi bubur kalau begitu bibi ingin Laura datang ke pernikahan anakku karena itu bagus untukmu mengetahui betapa indahnya pernikahan itu!" ucap Bibi Yamako sambil memberikan surat undangan


Surat undangan pernikahan yang sangat Laura inginkan akhirnya didapatkan dengan mudah tapi dia harus tetap waspada.


"Bibi, apa pertemuan ini hanya kita berdua saja yang mengetahuinya?" tanya Laura dengan sangat hati-hati


"Karena bibi tidak sabaran jadinya hanya ada kita berdua saja yang melakukan pesta pertemuan ini!" balas Bibi Yamako sambil memasang ekspresi sedih


"Hanya ada Bibi Yamako saja sudah membuatku bahagia!" ucap Laura sambil tersenyum


Bibi Yamako ketika melihat senyuman dan perkataan tadi langsung membuatnya merasa kesal karena telat menjodohkan mereka berdua. Laura mempertanyakan itu karena tidak ingin diketahui oleh siapapun sebab bisa menghambat rencananya kemudian perbincangan berhenti setelah Laura menerima surat undangan tersebut.


"Terima kasih surat undangannya bibi!


Laura berdiri dari tempat duduknya.


"Ara...


Baiklah kalau begitu sampai jumpa lagi Laura-chan jaga diri baik-baik!" ucap Bibi Yamako sambil melambaikan tangan kanannya


Surat undangan pernikahan yang akan dilakukan dua minggu lagi membuat Laura mempersiapkan segalanya ketika datang ke pernikahan nanti, memantau mereka berdua adalah hal yang bagus untuk rencananya sekaligus hal terburuk baginya karena harus melihat wajah dua orang yang dapat membuatnya mual.


"Sebaiknya aku harus mempersiapkan mental untuk melihat dua makhluk busuk itu!" gumam Laura sambil jalan menuju rumahnya

__ADS_1


Dua minggu setelahnya...


Pernikahan Henry dengan Miyami dilaksanakan dengan mewah, megah dan super mahal yang berada di sebuah lokasi ternama seketika membuat Laura ingin muntah melihat Henry yang berpakaian rapi serta wajah munafiknya yang berpura-pura baik dan ramah kepada tamu, Laura ingin sekali meninju wajahnya itu tapi dia berusaha tenang sembari memantau dari kejauhan.


Bibi Yamako bersama suaminya berada di barisan terdepan, Henry sudah bersama penghulu nikah di bagian tempat suci dan hanya menunggu kedatangan pengantin wanita. Laura duduk di barisan belakang kemudian semuanya berdiri yang menandakan pernikahan akan di mulai, pintu dengan ukuran besar terbuka lebar sembari memperlihatkan pengantin wanita dengan memakai pakaian putih yang sangat indah.


Laura sekali lagi melihat sosok yang ingin membuatnya muntah tapi dia berusaha menahannya lalu Miyami berjalan sendirian secara perlahan menuju ke arah Henry kemudian mereka berdua saling berhadapan dan penghulu pernikahan sudah memulai ucapan sucinya.


Target utama terkunci dengan pasangan Henry dan Miyami!


Laura dengan ini kamu akan sepenuhnya menjadi seorang pelakor dan segala misi akan bertujuan menghancurkan pernikahan mereka berdua, apa Laura setuju?


"Tentu saja lagipula itu adalah niatku sebenarnya melihat pernikahan ini!" ucap Laura dengan nada pelan sambil senyum menyeringai


Sebaiknya Laura menahan diri dan jangan sampai senyuman itu terlihat!


"Kamu benar. Sebaiknya aku menahan diri!" ucap Laura dengan nada pelan


Janji suci sudah dikatakan dengan Henry dan Miyami melakukan ciuman yang menjadikan mereka sebagai pasangan suami istri. Mereka berdua melambaikan kedua tangannya ke seluruh tamu yang telah hadir setelah itu tepuk tangan yang sangat meriah membuat ruangan pernikahan menjadi ramai, Laura yang ikut tepuk tangan berusaha menahan ekspresi wajahnya.


Semakin lama semakin membuat Laura tidak dapat menahan ekspresi wajahnya, dia langsung bergerak menuju toilet sembari tangan kanannya menutupi seluruh wajahnya yang sudah seperti seorang penjahat dengan senyuman menyeringainya membuatnya menyadari akan sesuatu yaitu balas dendam yang akan dia lakukan semakin terasa menyenangkan.


"Ahhh...


Akhirnya telah tiba untukku menghancurkan mereka berdua!" gumam Laura sambil tersenyum jahat

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2