
"Terima kasih banyak atas saran dan kerja samanya!" ucap klien sambil membungkuk
"Sama sama!
Jika ada masalah, silahkan hubungi Quares Corporation dan kami akan segera datang!" ucap Laura sambil tersenyum
Melihat Laura yang sudah selesai dengan klien, Hayato mendekatinya sembari memberikan tepuk tangan untuk keberhasilan Laura dalam menghadapi satu klien yang mana itu adalah tugas Laura setelah begitu banyak memperhatikan Hayato bekerja di lapangan.
"Luar biasa, Laura-san!
Kamu sudah menyelesaikan tugas lapangan hanya dalam satu bulan, apa kamu sebenarnya anak haram dari Hanchou?" tanya Hayato sambil menatap serem Laura
"Hahah...
Senior terlalu banyak menonton drama!" balas Laura sambil menepuk punggung Hayato sebanyak tiga kali
"Laura-san sudah jauh berbeda dari awal masuk perusahaan!" ucap Hayato sambil melihat wajah Laura
Laura bingung dengan ucapan dari Hayato.
"Awal masuk perusahaan, Laura-san memiliki semacam ekspresi sedih yang begitu dalam. Wajah datar yang Laura-san keluarkan membuat beberapa klien merasa tidak nyaman tapi sekarang Laura-san jauh lebih baik!" ucap Hayato sambil tersenyum
"Ahhh...
Saat itu saya sangat gugup sehingga tidak dapat tersenyum sama sekali dan aku sudah memberitahu senior untuk memanggilku Laura saja tapi kenapa selalu menambahkan -san?" tanya Laura sambil menggembungkan pipi kirinya
"Aduh, maafkan saya kalau begitu Laura mari kita kembali ke perusahaan!" ucap Hayato sambil tersenyum
"Yoshh...
Ayo kita bersemangat untuk bekerja, Hayato!" ucap Laura dengan penuh semangat
Mereka berdua kembali ke kantor ketika sampai Laura ijin ke kamar mandi untuk mencuci wajahnya. Laura menghela napas panjang seperti lelah dengan kehidupannya yang penuh dengan kemunafikan kemudian dia membasuh muka sampai terlihat ekspresi aslinya.
"Luar biasa sekali Skill Bermuka Dua ini!" ucap Laura sambil terkejut dengan skill yang dia gunakan
Skill Bermuka Dua adalah kemampuan untuk merubah ekspresi yang pengguna inginkan seperti orang munafik jadi dengan skill ini, Laura bisa menyelesaikan persyaratan terakhir untuk tetap bekerja di Quares Corporation.
__ADS_1
"Hentikan kata munafik itu!" minta Laura sambil menutupi wajahnya
30 Poin yang Laura dapatkan sudah saya atur sebaik mungkin untuk anda saat ini. 15 Poin untuk membeli Skill Bermuka Dua, 5 Poin untuk penampilan dan 10 Poin terakhir untuk keahlian negosiasi.
"Satu bulan hanya mendapatkan 30 Poin!" ucap Laura sambil menghela napas
Mau bagaimana lagi karena Laura tidak mau menjadi pelakor selain kepada mereka berdua sehingga misi yang didapatkan menjadi terbatas.
"Sebaiknya kita selesaikan satu bulan ini untuk menolak perjodohanku dengan pria bajingan itu!" ucap Laura dengan ekspresi marah
Kalau begitu tinggal menyelesaikan persyaratan terakhir yaitu rukun dengan karyawan di kantor.
[Plakkk!]
Laura menampar kedua pipinya dengan keras sampai merah kemudian menggunakan Skill Bermuka Dua supaya dapat berteman dengan seluruh karyawan yang berada di kantor tapi dia masih membutuhkan bantuan dari Hayato.
Terlihat Hayato sedang bersantai karena pekerjaannya telah dibantu oleh Laura sehingga selesai dengan cepat sampai memberikan dia waktu luang yang cukup banyak. Laura mendekati Hayato sembari meminta untuk mengenalkan dirinya kepada seluruh karyawan kantor supaya persyaratan terakhir yang Hanchou berikan dapat terselesaikan.
Hayato berdiri sambil memanggil seluruh karyawan untuk berbaris di depan ruang Hanchou seketika Laura merasakan kalau CEO Perusahaan tersebut sedang memantau dirinya. Karyawan kantor Quares Corporation berjumlah 10 orang dan itu termasuk Hayato bersama Laura kalau dia nanti diterima.
Delapan orang sudah berbaris kemudian Hayato mendorong punggung Laura untuk langsung memperkenalkan diri. Laura menarik napas panjang ketika dia ingin mengucapkan salam kenal tiba-tiba lidahnya tergigit sehingga membuat delapan karyawan itu tertawa melihat Laura gugup.
Perasaan hangat yang sudah dia lupakan, mulai kembali kepadanya. Laura berniat untuk membalas kebaikan rekan kerjanya walaupun tidak ada yang tahu Laura kembali ke masa lalu tetapi Laura tetap akan membantu mereka selama yang dia bisa.
Setelah selesai memperkenalkan diri, Laura berusaha keras untuk membantu setiap pekerjaan senior lainnya dari delapan karyawan tersebut sampai membuat Laura mendapatkan julukan dewi dari mereka karena dapat menyelesaikan segala tugas tanpa ada kesalahan.
Setiap hari Laura terus bekerja keras ketika dipanggil untuk menyelesaikan tugas yang karyawan tidak bisa seketika Hanchou yang melihat kinerja Laura yang mirip seperti manajer mereka semua sontak berpikir untuk menjadikan Laura sebagai Sekretaris.
Laura mulai menjadi sosok yang penting untuk perusahaan sampai semua karyawan merasa hormat kepadanya. Tiba saatnya masuk dua bulan Laura sudah bekerja di Perusahaan Quares Corporation sehingga dia dipanggil untuk menghadapi Hanchou.
Hanchou dengan nada tegas memberikan Laura sebuah jabatan sekretaris yang langsung membuat satu kantor bersorak untuk jabatan yang Laura dapatkan, tidak ada yang keberatan atas cepatnya Laura mendapatkan tingkatan seperti itu.
Laura membungkuk sambil mengucapkan rasa terima kasih kepada semuanya. Hari di mulai dengan Laura datang ke kantor sebagai sekretaris CEO Perusahaan Quares Corporation kemudian tiba saatnya sesuatu yang selama ini Laura tunggu yaitu sebuah perasaan kesepian.
Perasaan yang sama dengan di kehidupan sebelumnya, ibu Laura akan mengirim pesan kepadanya tentang perjodohannya dengan pria yang sangat dia benci yaitu Henry. Mengetahui hal itu semua kini Laura mulai menyusun sebuah rencana yang akan membuat ibunya menerima penolakan perjodohan tersebut.
...
__ADS_1
[Cerita menjadi sudut pandang dari Hayato]
Bekerja setiap hari tanpa mempedulikan keinginan untuk berpasangan dan menikah karena saya sama sekali belum melihat sosok perempuan yang sesuai. Usia saat ini adalah 24 tahun dan sudah bekerja di Perusahaan Quares Corporation selama 3 tahun lamanya, Hanchou adalah bos yang sangat baik hati kepada seluruh karyawannya sehingga membuat saya betah dengan kehidupan seperti ini.
Hingga suatu hari di saat Hanchou memanggil untuk datang ke ruangannya tiba-tiba saya melihat perempuan yang menunjukkan ekspresi sedih. Wajah datarnya seakan-akan memperlihatkan kesepian, kemarahan, kesedihan dan kebencian.
Awalnya saya tidak melihat perempuan itu sebagai sosok perempuan yang sesuai dengan kriteria saya tapi saat Hanchou memberikan saya sebuah tugas untuk menjadi mentor dari perempuan yang bernama Laura ini tiba-tiba perasaan suka terhadapnya mulai muncul karena saya melihat keberaniannya dalam menghadapi seluruh cobaan yang ada walaupun saat ini dia memiliki masalah yang sangat berat tapi dia masih terus berjuang.
Entah masalah apa yang dia alami tapi dari ekspresinya menunjukkan sesuatu yang mengerikan. Hari pertama saya menjadi mentornya sungguh terkejut melihat kinerja darinya yang sangat luar biasa bahkan setelahnya dia terus memperlihatkan sesuatu yang luar biasa lagi hingga satu kata untuknya yaitu kuat.
Saya semakin menyukainya tapi perasaan ini tidak bisa tersampaikan karena saya takut untuk memberitahunya walaupun ekspresinya sudah berubah dari sebelumnya tapi masalah pasti membekas di dalam hatinya. Sebenarnya saya ini pengecut kalau dalam urusan menyampaikan perasaan kepada seorang wanita, Laura adalah perempuan hebat yang berarti sosok pria di sampingnya juga harus hebat sepertinya karena itu saya Takashi Hayato berniat untuk menjadi pria hebat untuk dapat bersamanya.
"Memberitahu keinginan ini harus dilakukan kalau tidak Laura akan menyukai seseorang selain saya!" gumam Hayato sambil memberanikan dirinya
Terlihat Laura masih membantu karyawan lainnya dalam menyelesaikan pekerjaan kantor karena Hayato sudah menyelesaikan pekerjaannya kini dia terus memantau Laura hingga waktu terus berjalan sampai menunjukkan tanda selesai bekerja.
Hayato masih belum memberanikan dirinya.
"Hayato sialan!
Cepatlah bergerak dan beritahu dia!" gumam Hayato sambil gemetar hingga membuat mejanya ikut bergetar
Laura melihat jam di dinding kemudian melirik ke arah Hayato sambil tersenyum seketika membuat Hayato merasakan sejuk di hatinya.
"Model rambut Blunt Bob sangat cocok untuknya!" gumam Hayato sambil merasakan kenyamanan
Tiba-tiba perasaannya langsung berubah ketika Laura berjalan untuk mendekatinya sontak Hayato panik dan gemetar tapi saat Laura sudah sampai dihadapannya, Hayato menginjak kaki kirinya supaya dapat lebih tenang.
"Ada apa Laura?" tanya Hayato sambil menahan rasa sakit di kaki kirinya
[Ping!]
Suara pesan dari ponsel Laura terdengar oleh Hayato.
"Hayato jadilah pacarku..." ucap Laura dengan lidah tergigit
"Hum, pacar yah.
__ADS_1
Ehh..." ucap Hayato sambil mematung
Bersambung...