Suami Bayaran Nona Muda

Suami Bayaran Nona Muda
Bab 15


__ADS_3

Keesokan harinya...


Kimberly bangun dari tidurnya, setelah semalaman, Ia memikirkan tentang Reyhan. Kimberly bangkit dan terlihat Reyhan yang sudah tidak ada di sofa. Ia keluar dari kamarnya dan mencari keberadaan Reyhan


Dengan wajah kusam dan rambut yang berantakan Ia menuruni anak tangga. Jenny yang melihatnya hanya tersenyum sinis.


"Pengantin baru, Kenapa baru bangun? Apakah kau mencari suamimu?" Tanya Jenny dengan nada meledek.


"Bukan urusanmu!" Jawabnya ketus.


Jenny bangkit dari duduknya dan menghampiri Kimberly yang nampak sedang mencari keberadaan Reyhan.


"Aku heran sama kakek, Kenapa dia lebih memilih kau yang pemalas dari pada aku yang giat ini." Tutur Jenny sambil meletakkan kedua tangannya di dada.


Kimberly menyunggingkan senyumnya. "Ya mungkin kakek juga tahu, kamu tuh cuma berkedok wajah sedangkan otakmu sangat terbatas dan pas-pasan." Jawab Kimberly dengan puas.


Jenny terpancing emosi dan mengangkat tangannya, Ia bermaksud untuk menampar Kimberly. Tapi kakek datang dan menghentikannya.


"Cukup! Kakek benar-benar muak melihat kalian berdua bertengkar setiap pagi. Sekarang kalian bersiap untuk bekerja, kalau terlambat kakek akan menurunkan jabatan kalian." Teriak sang kakek.


Jenny yang mendengar semua itu langsung berlari ke kamarnya untuk bersiap. Sedangkan Kimberly nampak acuh, Ia tak peduli dengan perkataan kakek.


"Kimberly...!" Teriak Kakek yang kesal.


Kimberly tak menghiraukannya, Ia duduk di anak tangga dan melamun. Kakek yang melihatnya nampak heran dan duduk di sampingnya.

__ADS_1


"Ada apa sayang?" Tanya Kakek yang luluh sambil mengelus rambut Kimberly.


Kimberly nampak membaringkan kepalanya di dada sang kakek. "Aku baik-baik saja, Kek!" Jawab Kimberly dengan murung.


"Kakek yang merawat mu dan kakek juga yang membesarkan mu. Kakek tahu, kau sedang ada masalah." Tuturnya.


"Eem, aku hanya heran! Reyhan tidak pernah menungguku bangun dan setiap pulang dia selalu larut malam." Jawab Kimberly.


"Apakah kau cemburu?" Tanya sang kakek sambil tersenyum.


"Cemburu!" Ucap Kimberly sambil bangkit dan membulatkan matanya.


Kimberly terdiam, Ia tidak menyangka dalam waktu yang singkat hatinya yang membeku bisa meleleh oleh kelembutan Reyhan. Tapi Ia terus menampiknya dan meninggalkan kakek.


Kakek yang melihat tingkah sang cucu hanya tersenyum. Sifat Kimberly begitu mirip dengan sang Ayah.


"Kalau kau masih ada, mungkin Kimberly akan menjadi satu-satunya anak yang bahagia di dunia ini." Batin Kakek sambil menatap foto keluarga.


Di tempat lain...


Reyhan terlihat sedang sibuk, Ia duduk di kursi direktur sambil melihat berkas-berkas yang sudah menumpuk.


"Aku kan tidak kerja hanya 2 bulan, kenapa bisa sebanyak ini!" Umpatnya kesal.


Dan disaat itu juga, Reno sang sahabat sekaligus sekertaris nya datang menghampiri dengan puluhan berkas di tangan.

__ADS_1


"Sudahlah jangan menggerutu terus, kerjakan saja pekerjaan mu." Jawabnya dengan nada meledek.


Reyhan menatap kesal dan mendelikan matanya. "Seharusnya kau yang bertanggung jawab untuk pekerjaan ini, selagi aku tak ada."


Reno mengangkat kedua tangannya. "Apalah dayaku bos, aku hanyalah bawahan mu."


Reno tersenyum dan begitupun juga dengan Reyhan. Mereka saling berpelukan karena sudah terpisah selama 2 bulan.


"Bagaimana kabarmu, Bro?" Tanya Reno yang terlihat bahagia.


"Seperti yang kau lihat, aku justru sangat sehat!" Ucapnya dengan sombong.


Mereka duduk bersama dan berbincang. Keduanya nampak akrab dan saling bercerita. Mereka seperti wanita yang sedang arisan, pekerjaan mereka hanya mengosipkan wanita.


"Apakah Kimberly sudah mulai mencintaimu?" Tanya Reno yang penasaran.


"Siapa yang bisa tahan, melihat ketampanan seorang Reyhan." Jawabnya dengan sombongnya.


"Ya...ya.. aku tahu itu! Tapi aku tak yakin, Kimberly berhati dingin itu bisa kau taklukkan."


"Kenapa tidak, sekeras-keras apapun es batu. Pasti akan luntur, merasakan kehangatan dari tubuhku." Jawab Reyhan sambil tersenyum bangga.


Reyhan dan Reno adalah best friend, Mereka bersahabat dari kecil dan keduanya sudah saling memahami. Reyhan meraih kesuksesan karena keluarga Reno, Ia mendapatkan dana dan di percaya oleh Papa Reno.


Sedangkan Belinda, meskipun Ia kaya raya. Tapi Ia kejam dan tak mau mengurus Reyhan, Belinda menganggapnya anak setelah Reyhan sukses dan dewasa.

__ADS_1


__ADS_2