
Tak terasa hari pun sudah menjelang pagi, Jessica terbangun dari tidurnya dan menatap Riko yang ada di sampingnya. Ia nampak terkejut, apalagi melihat dirinya yang sudah tidak menggunakan sehelai benang.
"Bagaimana mungkin aku melakukan ini dengan Rico? Meskipun dia sahabatku tapi aku tidak ingin merusak masa depannya." Tuturnya sambil bangkit dari ranjang.
Rico nampak membuka mata, Ia menarik tangan Jessica dan tersenyum kepadanya.
"Pagi sayang!"
Jesicca nampak terdiam, Ia membuang muka. "Kenapa kau melakukan ini kepadaku? Kau sengaja memanfaatkan aku yang sedang mabuk!" Teriaknya.
Rico nampak menyunggingkan senyumnya. "Kenapa, apakah kau marah? Kenapa dengan ku, apakah kamu merasa dirugikan karena melakukan hubungan ini denganku. Banyak lelaki hidung belang yang tidur bersama mu, kenapa tidak dengan aku?" Tanyanya yang terlihat sedih.
"Kau berbeda dengan lelaki lain! Aku tidak ingin jika kehidupanmu rusak karena aku." jawabnya dengan pelan.
Rico menarik tubuh Jesicca dan menindihnya dari atas. "Aku tuh cinta sama kamu, kenapa harus orang lain yang menikmati tubuh indah mu ini." Teriaknya yang kesal.
Jessica nampak berontak, tapi tenaganya tak sekuat Rico. Rico langsung menciumi sekujur tubuh Jesicca yang mulus dan putih.
"Kemarin malam kau melakukannya karena mabuk, sekarang aku akan melakukannya dengan sangat sadar." Ucapnya sambil mencium bibir Jesicca.
Jessica yang tadinya tak mau menjadi bergairah, Ia sudah melanggar prinsipnya sendiri.
"Kalau tidak ada lelaki lain, maka sahabat pun tak masalah!" Batinnya yang terlihat menikmati.
Jessica nampak melayani dengan suka rela, Rico nampak tersenyum bahagia karena pada akhirnya Jessica menyerah karena cintanya. Ranjang pun nampak bergoyang, dan suara Des*ahan terdengar dari keduanya.
...
Sementara di kediaman kakek Wibowo, Kimberly nampak sedang menikmati sarapannya. Reyhan yang setia, selalu ada di sampingnya dan menyuapi Kimberly.
Jenny dan Samuel nampak tak senang, keduanya mendelikan matanya karena kesal. Sedangkan kakek nampak tak banyak bicara, Ia terlihat diam dan tak berselera untuk makan.
Kimberly yang melihatnya langsung menggenggam tangan sang kakek.
"Kek, ada apa? Apakah ada masalah?" Tanyanya.
__ADS_1
"Kakek baik-baik saja!" Jawabnya dengan pelan.
Kimberly merasa heran, karena kakek tak biasanya seperti ini. Akhirnya Kimberly memilih untuk diam dari pada menambah beban pikiran dari sang Kakek.
Jenny yang melihat semua itu, langsung berinisiatif untuk mengajak kakek ke suatu tempat. Meskipun Ia sempat menolak, tapi Jenny terus memaksa dan akhirnya kakek setuju.
Setelah selesai sarapan, mereka segera pergi. Jenny mengajaknya ke taman sambil menggandeng tangan sang kakek.
"Kek, jenny tuh sebenarnya sangat banget sama kakek! Tapi kenapa kakek selalu memandang aku sebelah mata?" Tanyanya sambil menyenderkan kepalanya di bahu sang kakek.
"Kakek juga sayang sama kamu, sama seperti Kimberly. Tapi mungkin karena sifatnya yang manja, jadi menganggap kakek berat sebelah." Jawabnya.
Akhirnya keduanya duduk di kursi taman, kakek terlihat menikmati dan menghirup udara segar.
"Udaranya segar sekali!" Ucapnya.
"Iya kek, disini suasananya masih asri. Dan tak banyak orang tahu tempat ini." Jawab Jenny.
Setelah mereka berbincang cukup lama, Jenny merasa haus dan minta izin untuk memberi air minum. Kakek terlihat duduk sendiri, Ia nampak menitikkan air mata.
"Gampang, kamu tinggal menikah denganku! Semuanya akan kembali seperti semula." Tutur seorang wanita sambil menghampiri.
"Belinda!" Ucap Kakek sambil melihat ke arah suara.
"Iya, ini aku! Kenapa kita bisa kebetulan bertemu disini? Kalau kita duduk bersama, aku merasa kita sedang berkencan seperti dulu!" Tuturnya.
Kakek nampak tak senang, Ia bangkit dari duduknya. Tapi Belinda menarik tangan kakek dan Ia memeluknya.
"Jangan tinggalkan aku! Aku mohon, disinilah sebentar aku sangat merindukanmu." Pintanya.
Kakek akhirnya diam dan Belinda melepaskan pelukannya. Ia menatap wajah kakek dan tersenyum.
"Kamu masih tampan, meskipun banyak keriput di wajahmu!" Ucapnya.
Kakek menyunggingkan senyumnya. "Kamu tahu, bagaimana orang lain memandang mu? Kamu seperti wanita simpanan sugar Daddy!" Ucapnya.
__ADS_1
"Terserah, apa yang mau mereka katakan! Cinta tak pernah pandang usia, kamu tahu cintaku ini suci berbeda dengan kebanyakan wanita lainnya." Jawab Belinda sambil menitikkan air mata.
Kakek menghela nafas panjang. "Maafkan aku! Semua ini salahku, aku tidak mengatakan yang sebenarnya waktu itu." Ucap Kakek yang terlihat menundukkan kepalanya.
"Iya aku tahu, tapi apakah kita bisa bersama seperti dulu! Aku mohon, kembalilah seperti dulu. Kita bisa hidup bahagia, meskipun kita sudah tidak muda lagi." Pintanya sambil menggenggam tangan Kakek.
Kakek nampak terdiam, sebenarnya rasa cinta itu memang masih ada. Tapi Ia tidak ingin memberikan harapan kepada Belinda.
"Sekarang, kita besanan mana mungkin kita menikah!" Ucap Kakek.
"Reyhan bukan anak ku, dia hanyalah anak angkat. Aku sampai sekarang belum menikah, aku hanya menunggumu dengan setia dan bersabar." Ucap Belinda.
Kakek nampak terkejut , Ia tak menyangka jika kesetiaan Belinda begitu abadi. Tapi tentang Reyhan, Kakek sekarang tahu jika dia bukanlah anak dari Belinda.
Belinda menyandarkan kepalanya di bahu kakek. Ia sebenarnya sengaja mengurus Reyhan agar mendapatkan kecantikan abadi dari perjaka sejati. Tapi tanpa Belinda ketahui, Reyhan sudah melakukan hubungan lain dengan Kimberly. Itulah alasannya, mengapa Ia sangat membenci Kimberly.
"Wibowo, aku sudah mengatakan segalanya! Bagaimana kalau kita menikah dan pergi dari kehidupan ini. Kita pergi bersama untuk hidup baru, ditempat sepi dan indah." Ucapnya dengan penuh harapan.
Kakek nampak terharu, Ia menganggukkan kepalanya dengan pelan.
"Baiklah, tapi aku berharap jika kamu tidak menggangu Reyhan dan Kimberly. Aku tidak ingin terjadi sesuatu pada mereka." Jawab Kakek.
Belinda yang mendengar semua itu nampak bahagia, Ia sampai meneteskan air mata karena terharu. Belinda memeluk kakek dengan erat.
"Terimakasih Wibowo, aku sangat mencintaimu!" Ucapnya dengan senang.
Kakek mengelus rambut Belinda, Ia sengaja melakukan semua ini demi Kimberly. Setelah cukup lama, akhirnya Jenny kembali dan tersenyum melihat keduanya telah bersatu.
"Kakek selamat yah, aku turut senang atas kebahagiaan kalian!" Ucapnya.
Kakek terlihat malu dan melepaskan pelukannya, Ia menatap jenny dengan tajam karena pada akhirnya Kakek tahu, Jenny telah mengatur pertemuan ini.
"Sebenarnya apa yang di rencanakan anak ini dan dari mana dia mengenal Belinda." Batinnya yang bertanya-tanya.
Belinda menggenggam tangan Kakek. "Sayang, kamu jangan terlalu galak sama cucumu itu. Dia sengaja melakukan ini, karena tak tega melihatmu bersedih." Tuturnya.
__ADS_1
"Iya, ayo kita pulang!" Ajak kakek.