Suami Bayaran Nona Muda

Suami Bayaran Nona Muda
Bab 27


__ADS_3

Kakek masuk ke rumah dengan tergesa-gesa, Ia tak ingin memberikan harapan apapun untuk Belinda. Sedangkan Jenny nampak heran dengan gerak gerik sang kakek yang tak biasanya.


"Apa yang terjadi sama kakek? Tidak biasanya dia seperti ini!" Tanyanya yang penasaran.


Setelah kakek masuk ke kamar, Jenny mengintip dari balik jendela ke luar. Ia melihat seorang wanita cantik yang tak ia kenal.


"Siapa wanita itu, mungkinkah kakek baru saja bertemu dengannya!" Ucapnya yang semakin penasaran.


Akhirnya jenny keluar dari rumah dan mengejar Belinda yang sudah cukup jauh. Ia berteriak untuk menghentikan langkah wanita itu.


"Hey tunggu!" Teriaknya.


Belinda menoleh dan menatap Jenny dengan lekat. Ia tak mengenalnya, tapi Ia yakin wanita itu meneriaki dirinya.


Jenny akhirnya mendekat, Ia terlihat kecapean dengan nafas yang masih engos-engosan.


"Ma..maaf saya menghentikan anda!" Ucapnya sambil mencoba mengatur nafas.


"Tidak apa-apa! Ada apa, apakah ada yang bisa saya bantu." Ucap Belinda dengan sopan.


"Eem, tadi saya melihat kakek dengan gelagat yang mencurigakan. Setelah saya melihat, sepertinya kakek baru saja bertemu dengan anda." Tutur Jenny.


Belinda mengangkat sebelah alisnya. "Jadi ini cucunya juga." Batinnya sambil memperhatikan jenny.


Jenny nampak heran, Ia membuyarkan lamunan Belinda. "Maaf, anda belum menjawab pertanyaan saya!" Ucapnya lagi.


Belinda tersenyum. "Ah iya, saya barusan melamin karena kagum akan kecantikan mu." Tutur Belinda.


Jenny nampak besar kepala, Ia mendengar pujian seperti itu langsung bangga akan kecantikannya.


"Anda orang ke seribu yang mengatakan semua itu! Saya tahu, saya ini memang cantik tapi saya tidak mau mengumbarnya." Ucap Jenny.


Belinda mendelikan matanya sambil menyunggingkan senyumnya. "Dasar anak sombong!" Batinnya yang tak suka.


Akhirnya karena Jenny merasa pegal berdiri terus, Ia mengajak Belinda berbincang di kursi taman.


"Kita duduk saja, saya ingin bicara panjang lebar bersama anda!" Ajak Jenny.


Belinda mengekor dari belakang, meskipun Ia agak malas. Tapi Jenny sepertinya bisa di manfaatkan untuk kesuksesan rencananya.


Akhirnya mereka duduk dan Jenny meminta penjaga untuk membawakan jus untuknya dan Belinda. Setelah merasa santai, jenny kembali pada topik pembicaraan.

__ADS_1


"Oh iya, nama saya Jenny!" Ucapnya memperkenalkan diri.


"Belinda!" Jawabnya sambil tersenyum.


"Nama yang cantik, secantik orangnya!" Tutur Jenny yang memuji kecantikan Belinda.


"Kamu bisa saja! Oh iya, ada yang ingin kami tanyakan?" Tanya Belinda.


"Iya, saya heran sama kakek! Apakah mbak, mengenalnya!" Tuturnya.


Belinda tersenyum. "Saya sangat mengenalnya, dia adalah cinta pertama saya." Jawab Belinda.


Jenny nampak mengerutkan keningnya, Ia merasa heran dengan telinganya. "Cinta pertama, apa telinga ku bermasalah." Batinnya sambil menepuk telinganya.


Belinda yang menyadari semua itu nampak tersenyum. Ia mengangkat kedua alisnya melihat tingkah lucu dari Jenny.


"Kamu kenapa? Tidak ada yang salah dengan telingamu, aku dan Wibowo memang punya hubungan sebelumnya." Jawab Belinda.


Jenny menggelengkan kepalanya sambil tersenyum. "Tidak mungkin, kakek sudah tua dan mungkin umurnya sudah kepala 6. Sedangkan anda, perkiraan umurnya baru 40 tahun." Ucapnya tak percaya.


"Semua yang kukatakan itu nyata, usiaku dan kakek mu tidak jauh berbeda." Jawab Belinda meyakinkan.


"Apakah anda yakin tidak salah mengingat usia?" Tanyanya.


"Kenapa aku harus lupa! Semua ini adalah hasil perawatan karena sesungguhnya kecantikan adalah harta utama yang di miliki wanita." Tutur Belinda.


"Betul sekali, saya percaya itu. Tapi perawatan seperti apa yang bisa membuat anda seperti ini." Ucap Jenny penasaran.


"Itu rahasia, jika kamu mau aku memberitahunya."


"Saya mau!" Jawab Jenny dengan cepat.


Belinda tersenyum kembali dan Ia nampak menggelengkan kepalanya. "Semua wanita pasti menginginkan nya, tapi aku tidak yakin jika kamu bisa mendapatkannya."


"Saya bisa dan apapun akan saya lakukan!" Jawab Jenny sambil memegang tangan Belinda.


"Baiklah! Tapi aku punya persyaratan untukmu!" Ucap Belinda.


"Syarat apa itu?"


"Kamu harus meyakinkan kakek mu untuk mau menikah dengan ku. Dan kamu juga harus membuat Kimberly keguguran." Ucap Belinda.

__ADS_1


Jenny nampak heran tapi senang. Ia langsung menyetujui permintaan dari Belinda dengan mudahnya.


"Oke, aku setuju! Lagi pula, aku tidak begitu menyukai Kimberly. Dan kehamilannya adalah alasan terbesar kehancuranku." Jawabnya.


Belinda terlihat senang, Ia tak menyangka jika jalannya akan begitu mulus.


"Oke, kita deal! Tapi kamu juga harus menyiapkan satu perjaka di saat bulan purnama untukku."


Jenny nampak diam dan Ia juga heran. "Perjaka, tapi untuk apa?" Tanyanya.


"Untuk obat awet muda! Semuanya mudah, kita hanya tinggal melakukan hubungan **** dan mengambil keperjakaannya." Jawab Belinda.


Jenny menganggukkan kepalanya dengan pelan. Meskipun Ia mengerti, tapi sepertinya itu cukup berat untuk dilakukan.


"Tapi, bagaimana jika lelaki itu tidak mau." Ucapnya pelan.


Belinda tersenyum. "Kamu tuh lucu, yang namanya merebut berarti memaksa. Lagi pula, tidak ada ruginya bagi mereka. Kita hanya mengajari mereka untuk melakukan hubungan itu." Jawabnya.


"Baiklah, sepertinya tidak akan sulit!"


Mereka akhirnya saling berjabat tangan untuk mengawali kerja sama mereka. Belinda nampak mulai bercerita panjang lebar tentang masa lalunya bersama Wibowo kepada Jenny.


Jenny merasa iba dan tak menyangka, jika kakek yang di pandang baik bisa melakukan semua itu terhadap Belinda.


"Aku tidak menyangka, ternyata kakek saat masih muda seburuk itu." Ucapnya.


"Semua orang punya masa muda dan itu semua adalah hal yang normal. Dan sepertinya, saya lebih suka sama kami dibandingkan Kimberly." Jawabnya.


"Memangnya, anda mengenal Kimberly dari mana?" Tanya Jenny penasaran.


"Kimberly adalah menantuku!" Jawabnya.


"Menantu!" Ucap Jenny yang tak percaya. Ia menatap wajah Belinda dan senyumnya terlihat merekah. Ia langsung sungkem dan meminta maaf.


"Mama mertua, maaf saya tidak tahu!" Ucapnya dengan sopan.


Belinda nampak mengerutkan keningnya. "Mama mertua...! Eem, aku tahu ternyata wanita ini jatuh cinta kepada Reyhan. Tak salah aku melahirkannya, banyak wanita yang mengejar anak itu." Batinnya yang tersenyum bahagia.


"Jadi kamu menyukai anakku?" Tanya Belinda.


Pipi jenny nampak memerah dan mengangguk pelan. Jenny dengan cepat bisa merubah sifatnya menjadi anggun dan kebanggaan mertua.

__ADS_1


__ADS_2