Suami Bayaran Nona Muda

Suami Bayaran Nona Muda
Bab 36


__ADS_3

Jenny dan Sang Mama mengejar, Om Ario masih tak mengedipkan matanya melihat kecantikan Belinda.


Belinda masuk ke dalam mobil dan tersenyum. Ia menyuruh Om Ario untuk masuk kedalam. Jenny meraih tangan sang papa. Dan istrinya pun mulai menamparnya.


Plakk...


"Sadarlah...!" Teriak sang istri dengan linangan air mata.


Om Ario pun tersadar, Ia memegangi pipinya yang terasa sakit.


"Kau...! Berani sekali menamparku..." Teriaknya dengan emosi yang membara.


"Aku menamparmu karena ingin menyadarkan mu! Kau seperti terhipnotis dan mengikuti wanita ****** itu." Teriaknya sambil menunjukkan jarinya ke arah Belinda.


Om Ario menatap Belinda dan Ia benar-benar heran karena dua ada di luar.


"Benarkah dan mungkinkah aku terhipnotis?" Tanyanya tak percaya.


Sang istri memegangi tangan suaminya dan Jenny pun seketika marah.


"Ma, ada apa ini? Kenapa mama melakukan ini kepada Papaku? Aku ini calon menantumu!" Ucapnya tak percaya.


Belinda menyunggingkan senyumnya. "Aku mengurungkan niatku! Kau terlalu bodoh untuk menjadi menantu ku dan ingat katakan pada Wibowo jika aku akan menghancurkan rumah tangga keluarga kalian." Ancamnya tersenyum puas.


Jenny geram dan Ia ingin memukul wajah Belinda. Tapi sayang, mobilnya melaju dan ia pun emosi sejadi-jadinya.

__ADS_1


"Brengsek...! Ingatlah aku tidak takut akan ancaman mu," teriaknya.


Belinda nampak terlihat bahagia, meskipun hatinya terasa tersayat akan ucapan dari lelaki yang dia sangat cintai. Meskipun ia tersenyum, tapi air matanya tak berhenti mengalir dari kelopak mata.


"Wibowo, mulai hari ini aku tidak akan pernah mengejar mu lagi! Tapi sebaliknya, aku akan menghancurkan keluarga besar mu yang selama ini kau banggakan. Akan ku buat, kau kehilangan segalanya." Tuturnya sambil tersenyum sadis.


Supir yang mengendarai mobilnya, hanya bisa diam dan tak berani menatap. Ia merasakan sekujur tubuhnya dingin, apalagi bulu kuduknya.


Akhirnya Belinda sampai di rumah kesayangannya, supir membuka kan pintu dan memberi hormat sambil menundukkan kepalanya.


"Nyonya, silahkan...!" Ucapnya dengan lembut.


"Terimakasih, oh iya sepertinya kau supir baru! Aku baru pertama kali melihatnya?" Tanyanya sambil menatap wajah supir yang terlihat fresh dan tampan.


"I..iya nyonya, saya baru satu Minggu bekerja disini!" Jawabnya dengan gugup.


"Apakah kau sudah menikah?" Tanyanya dengan tatapan menggoda.


"Sudah nyonya dan saya juga sudah punya anak!" Jawabnya tanpa ragu.


Raut wajah Belinda seketika berubah, Ia pun mendengus dengan kesal dan melenggang pergi tanpa kata-kata.


Setelah Belinda jauh, tubuh supir itu terjatuh ke tanah saking lemas nya karena ketakutan.


"Untung saja mereka memberitahuku! Jika tidak, mungkin aku akan menjadi korbannya." Ucapnya sambil mengelus dada.

__ADS_1


Supir itu sebenarnya masih bujangan asli, Ia bekerja di tempat Belinda semata-mata karena uang. Meskipun ia tahu, banyak rumor yang tersebar tapi ia tidak punya pilihan lain. Ia memutuskan untuk berbohong dan tak ingin ada urusan dengan majikannya yang gila itu.


...


Sementara itu, Kimberly terlihat menghampiri sanak saudaranya yang tengah ribut dengan satu obrolan. Ia penasaran apa yang sebenarnya terjadi.


"Ada apa Bibi?" Tanya Kimberly sambil menghampiri.


"Ternyata ada menantunya disini! Hey Kimberly, seharusnya kau mengajari mertuamu agar tidak menjadi ****** yang menggoda setiap lelaki." Tuturnya dengan tatapan sinis.


Kimberly nampak mengerutkan keningnya karena heran. "Mertua...! Maksudnya mama Belinda?" Tanyanya dengan polos.


"Iya, siapa lagi kalau bukan dia? Hey, ingatlah kau harus berhati-hati! Ibunya saja seperti itu, apalagi anaknya. Aku yakin, dia juga akan mempunyai sifat yang sama." Jawabnya menatap jijik.


Semua orang menatap Kimberly dengan tatapan kesal. Tapi Kimberly tak peduli, ia memilih untuk pergi ke kamar sang Kakek dan menanyakan apa yang terjadi.


Kimberly menaiki anak tangga satu persatu, dengan raut wajah penasaran. Sesampainya di kamar, Ia segera duduk di samping sang kakek.


"Kek, kenapa Mama Belinda pergi?" Tanyanya dengan lembut.


"Mungkin dia kesal karena kakek terus menolaknya!" Jawabnya acuh.


"Kek, apakah kakek tidak takut jika Mama Belinda marah mungkin saja dia akan melakukan sesuatu kepada keluarga kita?" Tanyanya cemas.


Kakek menggenggam tangan Kimberly. "Kau tidak perlu takut, meskipun kakek sudah tahu tapi kakek akan selalu melindungi mu." Tuturnya.

__ADS_1


Kimberly menganggukkan kepalanya dan memeluk sang kakek. Meskipun begitu, Kimberly masih cemas. Ia takut, jika rumah tangganya akan hancur karena masalah ini.


__ADS_2