Suami Bayaran Nona Muda

Suami Bayaran Nona Muda
Bab 22


__ADS_3

Kimberly menarik tangan Reyhan dengan kasar, Ia mendorongnya masuk ke mobil. Setelah sampai di mobil, Kimberly memalingkan wajahnya.


Reyhan yang mengerti maksud dari sang istri langsung mencoba untuk merayunya. Ia menggenggam tangan Kimberly dengan erat.


"Sayang, kamu jangan marah seperti ini!" Tuturnya dengan tatapan sayu.


"Lepaskan, aku sudah menyuruhmu untuk tinggal di rumah! Kenapa harus pergi ke luar, apalagi kamu sengaja ketemuan dengan wanita ganjen itu." Ucapnya dengan nada tinggi.


Reyhan tersenyum melihat istrinya cemburu, Ia melajukan mobilnya ke sebuah taman yang tak jauh dari kafe tersebut.


"Sayang, ayo turun! Aku akan mengajakmu ke tempat yang indah." Pinta Reyhan.


Kimberly masih diam, Ia tetap memalingkan wajahnya. Reyhan membelai pipi Kimberly dengan lembut.


"Sayang, aku tidak ingin kamu stress! Dan kamu tahu, dampaknya akan kena sama bayi kita." Tuturnya sambil mengelus perut Kimberly.


Kimberly yang mendengar semua itu nampak luluh, Ia tak ingin jika bayi dalam kandungannya terguncang dan akhirnya akan fatal.


Akhirnya Ia keluar dari mobil dan Reyhan menggandeng tangan Kimberly. Di taman terlihat banyak orang yang sedang berlalu lalang dan ada juga pasangan yang sedang memadu kasih.


Kimberly yang melihatnya nampak tak nyaman, tapi Reyhan membawa Kimberly menjauh dari keramaian. Ia berjalan masuk dan terlihat danau indah dengan kupu-kupu beraneka ragam membuat mata Kimberly membulat.


Kimberly yang melihatnya nampak terpana, moodnya kembali normal dan Ia melupakan kekesalannya untuk sejenak.


"Kamu tunggu dulu disini yah, aku cari cemilan dulu!" Tuturnya sambil melenggang pergi.


Kimberly yang melihatnya hanya tersenyum, Ia lebih menikmati pemandangan dan udara yang masih segar. Kimberly duduk dan dari kejauhan terlihat seorang wanita datang menghampirinya.


"Benarkah nama anda Kimberly?" Tanyanya sambil menghampiri.


Kimberly tersenyum dan begitupun juga heran. Ia tak mengenal wanita itu, tapi Ia mencoba untuk berbincang dengannya.


"Iya, Bu! Maaf sebelumnya, saya tidak mengenal anda!" Tuturnya dengan sopan.


"Kamu cantik dan yah, kita baru saja bertemu. Perkenalkan, nama saya Belinda tapi semua orang selalu memanggil saya Mama." Ucapnya sambil mengulurkan tangannya.


Kimberly tersenyum dan berjabat tangan, mereka mengobrol tanpa canggung. Apalagi Belinda dengan sengaja mendekati Kimberly dan ingin mendapatkan simpatinya.


"Kemana suamimu?" Tanya Belinda sambil mengelus rambut Kimberly.


"Eem, dia sedang mencari cemilan." Jawab Kimberly tanpa ada rasa curiga.

__ADS_1


Belinda menatap Kimberly dengan lekat, wajahnya sangat mirip dengan lelaki yang Ia cintai.


"Kimberly, bagaimana keadaan kakek mu?" Tanya Belinda.


Kimberly nampak heran dengan wanita yang ada di hadapannya, Ia mengenal kakek dan tahu namanya.


"Sebenarnya anda siapa? Kenapa sepertinya anda mengenal betul keluarga kami?" Tanya Kimberly yang heran dan mulai curiga.


Belinda tersenyum. "Aku adalah teman sekelas dengan kakek mu." Jawab Belinda.


Kimberly nampak tak percaya, karena wanita yang ada di hadapannya jauh berbeda dengan usia kakeknya. Belinda terlihat masih muda dan kisaran umurnya seperti wanita 35 tahun. Sedangkan Kakeknya sudah berusia 60 tahun.


"Tante jangan bercanda, tidak mungkin Tante seumuran sama kakek. Tante ini terlihat cantik dan masih muda." Ucap Kimberly.


"Ternyata kamu pandai memuji seperti kakek mu!" Jawabnya sambil tersenyum.


"Aku serius Tante, kakek tuh sekarang udah tua dan banyak keriput di wajah dan kulitnya. Sedangkan Tante kulit saja masih fresh, apalagi dengan wajah." Tutur Kimberly yang tak percaya.


"Sekarang banyak perawatan, apalagi wanita. Kecantikan adalah modal utama dan begitupun dengan diriku." Jawab Belinda.


Kimberly tersenyum dan mengangguk, Ia terlihat mengagumi sifat Belinda yang tidak sombong dan baik hati.


"Siapa itu?" Tanyanya yang melihat bagian punggung wanita itu saja.


Reyhan menghampiri dengan perlahan, Ia penasaran karena biasanya sang istri tidak pernah mengobrol dengan orang yang tak di kenalnya.


"Sayang!" Sapanya.


Kimberly nampak bahagia dan menarik tangan Reyhan.


"Sayang akhirnya kamu kembali, aku akan memperkenalkan kamu dengan teman kakek." Ucapnya dengan riang.


Reyhan dan Belinda saling menatap, raut wajah Reyhan mulai berubah dan menarik tangan Kimberly.


"Sayang, ayo kita pulang!" Ajaknya dengan kasar.


Kimberly nampak heran dan berhenti. "Rey kenapa sih, kok kamu gak sopan gitu." Tutur Kimberly yang kesal.


Reyhan nampak terdiam, Ia mengenal betul karakter dari sang Mama. Ia tak ingin, jika Kimberly dalam masalah dan akan membahayakan nyawanya.


Belinda memasang raut wajah sedih dan memeluk Reyhan dari belakang.

__ADS_1


"Sayang, maafkan Mama! Mama tahu, kamu benci sekali sama Mama tapi mama juga ingin bertemu dengan menantu dan calon cucuku." Tuturnya yang terdengar sedih.


Kimberly nampak tak mengerti, Ia hanya diam dan memperhatikan mereka. Reyhan menoleh dan melepaskan pelukan Belinda dengan kasar.


"Cukup ma, aku tak ingin mama melakukan ini lagi." Ucap Reyhan kasar.


Plakk...


Kimberly melayangkan tamparan keras di pipi Reyhan, Ia tak menyangka jika Reyhan bisa melakukan semua ini kepada ibu yang telah mengandungnya.


"Aku kecewa sama kamu! Kenapa kamu melakukan semua ini, dia itu ibumu. Seharusnya kamu bersyukur karena masih punya ibu di dunia ini tidak seperti diriku." Tuturnya sambil meneteskan air mata.


"Sayang, semua ini tidak seperti yang kamu lihat. Kamu tidak akan mengerti." Ucap Reyhan sambil menggenggam tangan Kimberly.


Belinda yang melihat semua itu nampak tersenyum, Ia menjatuhkan dirinya ke tanah dan memeluk kaki Reyhan.


"Nak, aku tahu kamu malu punya Mama seperti diriku. Tapi izinkanlah aku ini, untuk bisa mengenal menantuku." Ucapnya sambil menangis.


Kimberly yang melihatnya langsung membantu Belinda untuk berdiri.


"Tante, semua ini tidak pantas untuk kau lakukan. Biarkan anak durhaka itu yang melakukannya." Ucap Kimberly sambil menatap tajam ke arah Reyhan.


Akhirnya Reyhan menghela nafas panjang dan mengikuti akting dari sang Mama.


"Ma, Reyhan tidak bermaksud seperti itu. Aku minta maaf, selama ini belum bisa membahagiakanmu." Tuturnya sambil memeluk Belinda.


"Sayang, pintu maaf Mama selalu terbuka lebar untukmu!" Jawabnya sambil membalas pelukannya.


Belinda nampak tersenyum licik, Ia mencium sang anak dan berbisik.


"Aku akan mendapatkan yang ku mau!" Bisik Belinda.


Reyhan yang refleks langsung mendorong tubuh Belinda hingga terjatuh. Kimberly yang melihatnya nampak kesal dan membentaknya dengan keras.


"Rey, ternyata ini sifat aslimu! Aku menyesal menikah denganmu." Teriaknya.


Kimberly membantu Belinda untuk berdiri dan mengajaknya pergi. Reyhan mencoba menghentikan, tapi Kimberly sudah terlanjur kecewa dan Ia bersikap dingin dan meninggalkan Reyhan sendiri.


Reyhan nampak terdiam, Ia benar-benar bingung membaca pikiran dari Belinda sang Mama. Ia tak tahu, apa yang sedang di rencanakan oleh wanita itu.


"Sebenarnya, apa yang diinginkan wanita tua itu dari Kimberly. Wanita tua itu memang licik, dia pandai membalikkan kenyataan." Gerutu Reyhan dengan kesal.

__ADS_1


__ADS_2