
Belinda nampak mengepalkan tangannya, Ia benar-benar kesal dan memutuskan untuk pergi. Kakek Wibowo nampak membuka matanya dan tersenyum.
"Aku tidak ingin jatuh ke pelukan wanita ular seperti dirimu!" Tuturnya bahagia.
Sedangkan Belinda memesan kamar lagi, Ia menyuruh bodyguard nya untuk mencari lelaki yang bisa melayaninya.
"Cepat Carikan lelaki tampan dan ingat harus tampan." Ucapnya sambil menghisap rokok.
Para bodyguard segera pergi karena tak ingin menjadi pemuas nafsu untuk Belinda. Setelah 20 menit menunggu, akhirnya pesanannya tiba. Mereka membawa seorang lelaki tampan dengan tubuh kekar.
Belinda yang melihatnya nampak tersenyum dan mengangkat kedua alisnya. Ia bangkit dari duduknya dan menyentuh tubuh lelaki itu sambil memutarinya.
"Tampan dan cukup menggoda. Hari ini, aku akan memberikan kalian bonus." Ucapnya senang.
Kedua bodyguard ikut senang dan segera pergi agar tidak menggangu sang majikan. Belinda langsung berbaring di atas ranjang dan memainkan jarinya.
"Kemari lah sayang, layani aku!" Perintahnya.
Lelaki itu langsung menghampiri dan mencium paha Belinda yang terbuka. Belinda nampak tersenyum karena Ia sangat menyukai lelaki yang agresif.
"Kamu mau gaya apa, sayang!" Tanya lelaki itu seraya menggoda.
"Apa saja, yang penting aku bahagia!" Jawab Belinda.
__ADS_1
Lelaki itu langsung menyusuri kaki putih dan bersih. Ia mulai masuk ke bagian ************ dan menghisapnya.
Belinda terlihat menikmati, sampai sesekali Ia mend*sah kenikmatan. Tangannya meremas rambut lelaki itu dan Ia menggigit bibirnya sendiri.
"Yes, baby...Ah..." D*sahnya.
Lelaki tersebut langsung membuka semua pakaian yang menempel di tubuh Belinda dan segera menyusuri bukit kembar yang sudah mengeras. Ia mulai menghisap puncaknya dan sesekali menggigit hingga meninggal tanda merah.
Akhirnya Belinda tak tahan, Ia langsung menarik tangan lelaki itu dan Ia mulai bermain di atas. Belinda tanpa ragu langsung memasukkan barang yang panjang dan besar itu ke dalam gua yang sudah sedari tadi basah.
Perlahan tapi pasti, barang itu masuk dan Belinda terlihat mengerang kenikmatan.
"Yes... sayang!"
Ia terlihat kelelahan dengan nafas yang terengah-engah. Ia membaringkan tubuhnya di dada bidang dan atletis.
"Sayang, kamu benar-benar tangguh!" Ucapnya.
Lelaki itu mengelus lembut rambut Belinda. "Aku belum keluar, sekarang bagaimana kalau giliran ku." Ucapnya.
Belinda menganggukkan kepalanya dan lelaki itu memutar tubuhnya dan sekarang Belinda ada di bawah. Lelaki itu langsung memainkan aksinya dan sesekali mencium bibir Belinda yang tipis dan menggoda.
Belinda terlihat kesakitan tapi rasa itu mulai beralih menjadi kenikmatan. Ia terlihat menikmati sambil tangannya meremas bantal.
__ADS_1
"Sayang, lanjutkan! Aku benar-benar keenakan..." Ucapnya.
"Ya baby!"
Akhirnya lelaki itu menaikkan dengan kecepatan tinggi, Belinda terlihat menikmati sambil berteriak.
"Ah...sayang!" Teriaknya.
Setelah pertarungan yang cukup sengit, akhirnya keduanya nampak kelelahan dan merebahkan tubuhnya. Belinda memeluk lelaki itu sambil tersenyum.
"Sayang, kamu mau kan jadi gigolo ku!" Ucapnya.
"Tentu saja! Mana mungkin, saya menolak keinginan wanita cantik seperti anda." Jawabnya.
Belinda tersenyum dan Ia pun mulai tertidur. Lelaki itu nampak menatap kecantikan Belinda yang membuatnya tergoda.
"Aku tidak akan pernah melepaskan wanita seperti dirimu!"
Tak terasa, waktu sudah menjelang pagi. Belinda nampak meregangkan otot-ototnya dan membuka mata.
"Eem, ternyata sudah pagi!" Ucapnya sambil menoleh ke samping.
Ternyata lelaki itu sudah tidak ada, Belinda nampak heran tapi Ia tak ingin ambil pusing. Ia bangkit dari ranjang sambil memakai selimut untuk menutupi tubuhnya yang telanjang.
__ADS_1
"Baru kali ini aku merasa kelelahan, lelaki itu memang pantas menjadi pelayan nafsuku."