Suami Bayaran Nona Muda

Suami Bayaran Nona Muda
Bab 21


__ADS_3

Keesokkan harinya...


Waktu sudah menjelang siang, Reyhan nampak masih tertidur dengan pulas. Tidak biasanya, Ia bangun terlambat. Mungkin kecapean menghadapi sifat manja dari Kimberly.


Ia mulai membuka matanya dan melihat Kimberly yang sudah tidak ada di sampingnya.


"Tumben dia sudah bangun!" Tuturnya sambil tersenyum.


Reyhan melirikkan matanya melihat jam yang ada di dinding. Matanya nampak membulat melihat jam yang sudah menunjukkan pukul 10 pagi.


"Ya, ampun! Pantas saja Kimberly sudah bangun." Ucapnya sambil menepuk keningnya sendiri.


Akhirnya Ia bangkit dari ranjang dan segera pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Setelah selesai, Ia keluar dari kamar mandi dan segera mengenakan pakaian.


Disaat ia mengenakan pakaian, tiba-tiba handphone berdering dan Ia langsung melihatnya.


"Jessica, tumben!" Tuturnya ketus.


Ia mengangkat handphonenya dan wanita itu terdengar seperti bahagia.


"Rey, aku sudah pulang!"


"Lalu, apa urusannya dengan ku!"


"Rey, kok kamu ngomongnya gitu sih! Aku kangen sama kamu bagaimana kalau kita ketemuan di kafe biasa."


"Aku tidak bisa!"


"Rey, aku mohon sebentar saja!"


"Baiklah, setengah jam lagi kita bertemu." Jawabnya sambil menutup telpon.


Reyhan melemparkan handphonenya ke ranjang dan Ia keluar dari kamar dan mencari keberadaan Kimberly.


Rumah terlihat sepi, semua orang sudah beraktivitas. Si mbok yang melihatnya langsung menghampiri.

__ADS_1


"Den..!" Sapanya.


Reyhan memberikan senyumnya. "Mbok, kemana Kimberly?" Tanya Reyhan.


"Nona Kimberly sedang pergi ke kantor katanya ada rapat penting. Ia juga sudah menyiapkan sarapan untuk Aden, dan Nona bilang Aden tidak boleh pergi dari rumah ini." Tutur si mbok.


Reyhan nampak tersenyum kesal. "Ada apa dengan wanita itu, aku seperti istri yang di kekang oleh suami." Batinnya sambil menggelengkan kepalanya.


Reyhan akhirnya minta izin kepada si Mbok untuk pergi, Ia juga akan sarapan di luar. Meskipun si mbok melarang, tapi Reyhan kekeh dan pergi.


Ia melajukan mobilnya dan pergi ke kafe kenangan. Tempat biasa mereka bertemu saat membagi masalah. Reyhan sengaja datang lebih awal karena dia ingin sarapan terlebih dahulu.


Akhirnya, setelah setengah jam Ia menyetir. Ia tiba dan langsung memarkirkan mobilnya, tanpa menunggu lama ia masuk ke dalam dan memesan beberapa makanan yang sudah lama tidak dia makan.


Reyhan duduk dan menunggu pesanannya dan tanpa di sadari, Jesicca sudah ada di hadapannya dan duduk.


"Rey, kamu makin tampan saja!" Tuturnya.


Reyhan tersenyum dan saling berjabat tangan. Mereka nampak mengobrol seperti biasanya dan pesanan Reyhan pun tiba. Pelayan menatanya di meja dan Jesicca nampak tersenyum karena Reyhan masih mengingat makanan kesukaannya.


Reyhan menyunggingkan senyumnya, Ia nampak mengerutkan keningnya. "Kamu bicara apa? Aku sengaja memesan ini karena aku belum makan bukan untukmu." Tuturnya.


Jessica nampak tersenyum, Ia tahu betul akan sifat Reyhan.


"Rey, jangan bercanda seperti itu! Aku ngerti, semua ini makanan untukku tapi kamu malu untuk mengatakannya." Ucap Jessica sambil mengambil kentang goreng yang ada di hadapannya.


Reyhan menepuk tangan Jessica. "Hentikan, semua ini makananku! Aku tidak mau kau menyentuhnya." Ucap Reyhan dengan tatapan di dingin.


Reyhan langsung menyantap makanan yang ada di hadapannya, Ia tak peduli dengan keberadaan Jessica yang ada di depannya dan memperhatikannya.


Tak perlu waktu lama, akhirnya semua makanan telah habis. Jessica yang melihatnya nampak tersenyum sinis.


"Sepertinya kamu di telantarkan oleh istrimu!" Tuturnya.


"Apa maksudmu?" Tanya Reyhan ketus.

__ADS_1


"Ya, aku mengenal dirimu. Dan dari cara makan mu sepertinya kau kelaparan." Jawab Jesicca.


"Aku sengaja makan disini dan datang lebih awal agar bisa sarapan tanpa di ganggu oleh dirimu. Dan sekarang, kau mau apa? Aku tidak punya banyak waktu." Tuturnya.


Jessica menggenggam tangan Reyhan. "Rey, aku rindu banget sama kamu! Dan kau tahu, aku adalah wanita yang tersakiti karena kau menikah dengan wanita lain." Tuturnya yang terlihat sedih.


Reyhan menjauhkan tangannya dari Jessica. "Aku dari dulu hanya menganggap mu sebagai adik! Dan itu tidak akan berubah sampai kapanpun."


Jessica nampak kesal Ia bangkit dari duduknya. "Rey, kau lihat aku! Aku begitu cantik dan menggoda, apakah kau tidak tertarik kepadaku." Ucapnya yang sedang menyombongkan diri.


Reyhan menyunggingkan senyumnya. "Aku sudah menikah dan sebaiknya kau tidak menemui ku lagi." Ancamnya sambil melenggang pergi.


Jessica mengejar dan memeluk Reyhan dari belakang. Ia terlihat sedih dan menangis.


"Rey, aku tak peduli kau sudah menikah atau belum. Yang terpenting, kau hanya boleh bersamaku." Tuturnya.


Reyhan nampak geram, Ia melepaskan tubuh Jesicca dan menjauh. "Jessica, kalau kau seperti ini terus! Aku bisa-bisa ilfill sama kamu." Teriaknya.


Tanpa di sadari, Kimberly melihat semua itu dan masuk ke dalam kafe. Ia langsung menggandeng tangan Reyhan sambil tersenyum.


"Rey, sepertinya ada penggemar beratmu!" Tuturnya.


Reyhan nampak terkejut, tapi Ia terlihat tenang dan mengelus pipi Kimberly. "Sayang, apakah kau cemburu!"


"Cemburu! Sepertinya iya, tapi aku tidak akan menyalahkan dirimu. Karena aku tahu, suami punya tampang yang mempesona." Jawabnya sambil tersenyum sinis.


Jessica yang melihatnya nampak tak percaya, wanita yang ada di hadapannya adalah Kimberly dan dulu selalu dia bully.


"Kimberly...!" Ucapnya tak percaya.


"Iya, aku Kimberly istri dari Reyhan. Dan pelakor seperti dirimu, sepertinya tidak pantas bersaing dengan diriku." Tuturnya sambil melenggang pergi.


Kimberly menarik tangan Reyhan dan per menjauh, Jesicca yang melihatnya hanya terdiam dan membeku.


"Ternyata, yang Rico katakan itu benar! Tapi kenapa harus Kimberly." Batinnya yang kesal.

__ADS_1


__ADS_2