Suami Bayaran Nona Muda

Suami Bayaran Nona Muda
Bab 28


__ADS_3

Akhirnya Belinda pergi dan tak lupa Jenny sungkem dengan sopan sebagai tanda perpisahan.


Jenny begitu bahagia, karena Ia sudah mendapatkan lampu hijau dari Belinda. Ia masuk ke dalam rumah dengan suasana hati yang riang, tapi moodnya berubah saat bertemu dengan Kimberly.


"Hey, anak haram! Bagaimana rasanya tidak di anggap oleh mertua sendiri!" Ucapnya dengan ketus.


Kimberly nampak acuh, Ia hanya menanggapinya sambil memberikan bibir monyong. Jenny nampak tak senang, akhirnya Ia mendorong Kimberly ke belakang.


Kimberly kewalahan dan Ia hendak terjatuh tapi untung ada Reyhan yang siap sedia di belakang.


"Sayang, kamu baik-baik saja!" Ucapnya sambil membopong tubuh Kimberly.


"Terimakasih!" Jawab Kimberly dengan detak jantung yang masih terkejut.


Reyhan menatap jenny dengan tajam, Ia nampak kesal dan ingin rasanya mengacak-acak wajah jenny. Tapi Ia mencoba menahan dan bermain halus.


"Kalau kamu tidak punya kegiatan lain, lebih baik berusahalah untuk segera hamil. Jangan sampai kami menendangmu dari rumah ini." Tutur Reyhan sambil menyunggingkan senyumnya.


Reyhan dan Kimberly saling menatap, keduanya tersenyum melihat Jenny yang marah dan wajahnya sudah seperti tomat.


"Iya, aku jamin benalu di depan kita sebentar lagi akan di tendang dari rumah ini." Cibir Kimberly.


Akhirnya jenny kehabisan kata-kata, Ia memilih untuk pergi dan masuk ke kamarnya. Setibanya di kamar, Ia langsung menjerit sambil melemparkan semua barang yang ada di hadapannya.


"Ah, brengsek...! Keduanya sudah mulai bersatu membulyku seperti ini." Teriaknya kesal.


Samuel yang melihatnya hanya tersenyum, Ia masih fokus dengan cemilan. Jenny yang melihatnya langsung menghampiri dan membuang cemilannya.


"Sebenarnya, apa kegunaanmu disini? Kau hanya menjadi benalu di hidupku dan kau lelaki yang tak berguna." Teriak Jenny.


"Kau jangan lupa, aku ini suamimu! Dan seharusnya kamu bisa menghargai aku." Jawab Samuel.


"Hargai...! Berapa harga dirimu, sekarang kau lebih baik memikirkan cara untuk aku segera hamil. Atau mungkin kau ini lelaki mandul." Teriak Jenny.


Plakk...

__ADS_1


Samuel nampak sudah habis kesabaran, Ia menampar pipi Jenny dengan cukup keras. Jenny nampak terkejut dan menitikkan air mata. Ia tak menyangka, diamnya Samuel akan melakukan semua ini.


"Kamu jahat Samuel, aku benci sama kamu!" Teriak Jenny sambil menangis.


Samuel menatap Jenny dengan dingin, matanya nampak merah menahan amarah. Ia langsung mencengangkan dagu Jenny dengan cukup kasar.


"Kau tahu, aku ini menyesal memilih ****** seperti dirimu! Seharusnya aku bertahan dan bersama Kimberly, pasti hidupku akan lebih baik. Jika kau mengatakan aku mandul, jangan salahkan aku membuat anak dengan wanita lain. Akan ku buktikan jika dirimu lah yang tak berguna di dunia ini." Ucap Samuel dan Ia pun pergi.


Jenny nampak tersungkur di kasur, dagunya nampak terasa sakit hingga meninggal bekas cengkaram tangan Samuel.


"Lelaki itu sudah berani kepadaku! Aku akan mengikuti semua ucapan dari Mama Belinda. Akan ku buat kau menangis darah mengemis cintaku." Ucapnya sambil mengepalkan tangan.


...


Hari sudah menjelang malam, Samuel berlari ke club' malam. Ia bermabuk-mabukan sampai di temani para wanita di sampingnya.


"Ayo tambah lagi, biar ku traktir kalian semua!" Teriaknya yang sudah mabuk berat.


Dari kejauhan, terlihat seorang wanita memperhatikan Samuel. Ia nampak tersenyum sambil menjilat bibirnya sendiri.


Wanita itu nampak menghampiri, para wanita yang ads di samping Samuel terlihat menjauh. Mereka tak berani mendekat, jika wanita itu sudah mengincar lelaki.


"Kalian lihat, lelaki itu sangat beruntung! Madam menyukainya, pasti akan sulit untuk lekaki itu pergi." Tutur mereka sambil tersenyum.


Wanita cantik yang selalu di sebut madam di tempat itu nampak memainkan wajah Samuel. Ia menyuruh bodyguard nya untuk membawa Samuel ke kamar.


Samuel tak berontak, karena Ia sudah mabuk berat. Samuel di rebahkan di atas ranjang dan para bodyguard pun pergi.


Wanita itu langsung menghampiri dan melucuti pakaian Samuel.


"Ternyata, bukan wajahmu saja yang tampan! Barang mu juga besar dan indah di pandang mata." Tuturnya sambil menatap burung di balik celana.


"Eemm, Kimberly!" Igownya.


Wanita itu nampak terdiam, Ia mulai memonyongkan bibirnya karena kesal.

__ADS_1


"Kenapa harus Kimberly nama yang selalu kudengar? Seistimewa apa wanita itu, hingga Reyhan dan lelaki ini tergila-gila padanya!" Ucapnya sambil berdecak kesal.


Wanita itu ternyata Jesicca, moodnya memburuk dan Ia menelpon Riko agar bisa datang ke tempatnya sekarang.


Jessica langsung meludahi Samuel dan membiarkannya tertidur. Ia menunggu Rico di kamar lain, tak lupa sebotol wine menemani rasa kesalnya.


Tok...Tok...


Tak lama menunggu, akhirnya Rico tiba. Ia langsung duduk di samping Jesicca yang memberikan tatapan dingin kepadanya.


"Kamu kenapa lagi, jangan bilang ini karena Reyhan!" Tutur Rico sambil memakan kacang yang ada di meja.


"Rico, apa sebenarnya kurang ku! Kenapa semua lelaki menyebut nama Kimberly. Ya, memang kuakui Kimberly sekarang cantik dan mempesona. Tapi tidak begini juga kali.." Teriaknya kesal.


Rico tersenyum dan menggenggam tangan Jessica. "Kamu kan ada aku, aku disini untukmu!" Ucapnya.


Mata mereka saling bertemu dan Rico mencium bibir Jesicca dengan lembut. Jesicca yang sedang di landa gelora birahi langsung melayaninya dengan senang hati.


Rico terlihat bahagia, untuk pertama kalinya Jesicca tidak menolak dirinya. Meskipun Jesicca dalam keadaan mabuk, tapi Ia tak ingin menyia-nyiakan kesempatan.


Ia langsung berinisiatif untuk meremas bukit kembar yang sudah mengeras sedari tadi. Jessica tak melawan, Ia lebih memilih untuk menikmati.


"Eermmm!" Ucapnya sambil menggigit bibirnya sendiri.


Rico sudah tak sabar, Ia melucuti semua pakaian Jesicca dan melakukan hubungan intim dengan ganas sampai meninggal beberapa tanda merah di kulit putihnya.


Keringat dingin nampak sudah bercucuran dari sekujur tubuh Rico. Dan begitupun juga dengan Jessica, malam yang panjang dan juga malam yang melelahkan.


Setelah melewati perang besar-besaran, keduanya nampak kelelahan dan akhirnya tertidur. Mereka menutupi sekujur tubuhnya dengan selimut putih.


Rico menatap wajah Jesicca yang sudah tertidur lelap. Ia menyunggingkan senyumnya dan mencium kening Jesicca.


"Aku akan membuatmu ketagihan dengan tubuhku. Dan ingatlah, hanya ada toko di hati, pikiran dan juga gairah mu." Ucapnya dengan senyum penuh kepuasan.


Rico adalah seorang lelaki hidung belang, tapi Ia sudah menjatuhkan hatinya kepada Jesicca sewaktu dari jaman SMA. Meskipun cintanya bertepuk sebelah tangan, tapi Ia rela asalkan bisa berada di samping wanita yang Ia cintai.

__ADS_1


__ADS_2