
Belinda nampak di kamar mandi dan segera membersihkan tubuhnya. Ia menatap tubuhnya yang penuh dengan tanda merah.
"Bagaimana aku menjelaskan semuanya kepada Wibowo? Eeem, terserah lah bukan salahku karena dia yang menolaknya." Ucapnya dengan enteng.
Setelah selesai, Belinda segera menggunakan pakaiannya dan kembali ke kamar pengantinnya. Di kamar, Wibowo sedang duduk di sofa dan menunggu kedatangan Belinda.
"Kamu dari mana saja? Apa jangan-jangan kamu tidur dengan lelaki lain karena tidak mendapatkannya dariku!" Ucapnya sambil tersenyum.
"Itu bukan urusanmu, jika semua itu terjadi jangan salahkan aku. Semua ini karena dirimu yang tidak bersedia melayaniku." Jawabnya.
Kakek nampak mendelikan matanya karena Ia sebenarnya tahu apa yang terjadi dengan Belinda. Ia tak marah ataupun kesal, karena baginya Belinda yang sekarang bukan seperti yang dulu.
"Kalau begitu kita pulang! Aku sudah bosan tinggal di hotel ini." Ajaknya.
Belinda nampak terkejut dan Ia mendekati Wibowo.
"Kenapa, kita belum melakukan apa-apa? Dan sekarang kamu ingin kita pulang." Ucapnya yang terlihat kecewa.
"Di hotel atau di rumah sama saja! Kita hanya menghabiskan uang untuk hal seperti ini. Ingatlah, kamu sekarang adalah istriku jadi mau tak mau kamu harus nurut." Jawab Wibowo.
Belinda tersenyum dan merebahkan kepalanya di dada Wibowo.
__ADS_1
"Baiklah sayang, jika itu yang kamu mau! Aku akan ada dimana pun kamu berada." Jawabnya sambil tersenyum.
...
Di kediaman Kakek Wibowo...
Tak terasa, kandungan Kimberly sudah berusia 16 Minggu. Perutnya nampak sudah terlihat membesar, setiap pagi Reyhan selalu mencium perut Kimberly dan mengelusnya dengan lembut.
"Pagi anak papa..! Sekarang kamu sudah berbentuk dan Papa sangat ingin segera melihat dirimu." Ucap Reyhan.
Kimberly nampak tersenyum, Ia mengelus lembut rambut Reyhan.
"Apa kamu tidak bosan, setiap pagi kamu selalu melakukan ini?" Tanyanya.
"Suami bayaran ku...Ku rasa, kau sudah bisa menaklukkan hatiku. Aku juga jatuh cinta kepadamu, setiap perhatian dan kelembutan yang kau berikan selalu membuatku merindukanmu." Jawab Kimberly.
Reyhan dan Kimberly tersenyum bahagia, mereka saling mencium bibir dan nampak menikmati.
"Sayang, aku sudah lama tidak menyentuhmu!" Tutur Reyhan manja.
"Kamu tuh apaan sih, aku kan lagi hamil. Lagi pula, dokter melarang kita untuk berhubungan karena kandungan ku lemah." Jawab Kimberly.
__ADS_1
"Sayang, aku akan pelan-pelan dan sangat hati-hati. Aku juga akan mengeluarkannya di luar." Jawabnya sambil memainkan kedua alisnya.
Pipi Kimberly nampak memerah, Ia memalingkan pandangannya.
"Ini masih pagi dan aku sekarang lapar." Ucapnya sambil bangkit.
Reyhan menghentikan Kimberly dan menggenggam tangannya.
"Bagaimana kalau nanti malam?" Tanyanya dengan tatapan memohon.
"Baiklah!"
Reyhan tersenyum dan bersemangat. Ia bangkit dan mencium pipi Kimberly. "Ayo sayang, kita sarapan!" Ajaknya.
Mereka keluar dari kamar saling bergandengan tangan dan Jenny yang melihatnya nampak tak suka. Ia juga iri dan menarik Samuel sang suami dan menggandengnya.
"Ayo kita sarapan!" Ajaknya.
"Lepaskan, kamu tidak perlu seperti ini! Lagi pula, kita sudah bukan pengantin baru lagi." Tuturnya.
Jenny yang mendengar semua itu nampak tak suka, Ia mencubit tangan Samuel sampai berbekas
__ADS_1
"Kalau kau tidak bisa di ajak kerjasama, lebih baik kau keluar dari rumah ini dan aku ingin kita selera bercerai." Ancamnya.
Akhirnya Samuel menurut, karena Ia tak ingin hidup susah. Meskipun Ia sudah tidak mencintai Jenny, tapi Ia tak ingin jadi gelandangan karena di usir oleh Jenny.