
Akhirnya Kimberly telah pulih dan dia di izinkan untuk pulang. Reyhan dengan setia selalu di sampingnya dan tak lupa ia membawa obat untuk pemulihan.
Sesampainya di rumah, kakek nampak menatap Reyhan dengan kesal. Ada rasa kecewa di hatinya karena Kimberly bisa mengalami hal tersebut.
Setelah Reyhan mengantar Kimberly untuk istirahat, Ia keluar dari kamar dan menemui kakek.
"Kek, saya benar-benar minta maaf atas kejadian ini!" Tutur Reyhan sambil duduk di sampingnya.
Kakek menggelengkan kepalanya. "Rey, kenapa bisa terjadi hal seperti ini! Dan siapa ibumu itu, kenapa dia dengan sengaja ingin melukai menantu dan cucunya sendiri " Tanyanya kakek dengan kesal.
"Kek, ibuku berbeda dengan kebanyakan orang tua lainnya. Ia tidak menginginkan bayi dalam kandungan Kimberly karena ada kebencian terhadap keluarga ini." Jawab Reyhan dengan raut wajah cemas.
"Apa maksudmu?"
"Apakah kakek pernah mengenal wanita bernama Belinda?" Tanya Reyhan dengan serius.
Kakek termenung, Ia mencoba mengingat kembali masa-masa nya.
"Belinda, mungkinkah itu adalah cinta pertamaku!" Ucapnya dengan pelan.
Kakek menoleh dan mengerutkan keningnya. "Lalu apa hubungannya dengan dia?" Tanya kakek yang terlihat penasaran.
"Belinda adalah ibuku. Dia seakan terobsesi oleh kakek dan menghalalkan segala cara agar terlihat cantik." Ucap Reyhan.
Kakek termenung kembali, Ia mencoba mengingat kembali sesuatu yang telah ia lupakan.
Flash back...
40 tahun yang lalu...
Seorang wanita yang tidak terlalu cantik terlihat sedang menghias taman untuk merayakan hari jadinya yang ke 2 tahun. Ia menghiasinya dengan bunga mawar dan ia juga terlihat menggunakan gaun berwarna merah yang sedikit terbuka.
__ADS_1
"Pasti Wibowo menyukainya!" Tuturnya dengan senang.
Dan terlihat seorang lelaki datang menghampiri dan memeluknya dari belakang.
"Sayang!"
Wanita itu nampak tersenyum dan menoleh ke belakang. Mereka berdua saling berciuman dan terlihat saling menikmati.
"Wibowo, kok kamu datang sekarang! Aku belum siap..." Tutur Belinda dengan pipi yang merah.
"Kamu sudah cantik dan seharusnya aku yang memberikan kejutan seperti ini." Jawab Wibowo sambil membelai lembut pipi Belinda.
Belinda terlihat bahagia, tapi matanya terhenti di jari manis Wibowo.
"Sayang, ini cincin apa?" Tanyanya sambil menggenggam tangannya.
Wibowo tersenyum tipis, Ia duduk dan menatap Belinda dengan penuh cinta.
Belinda nampak tersenyum, Ia tak percaya dengan apa yang di dengarnya. "Sayang, kalau kamu mau ngerjain aku jangan seperti ini." Ucapnya.
Wibowo menggelengkan kepalanya. "Aku serius! Hubungan kita tidak bisa berlanjut, maaf." Ucap Wibowo sambil melenggang pergi.
Air mata Belinda jatuh dan Ia menggenggam tangan Wibowo dengan erat.
"Apa kesalahanku, jika kamu menginginkannya aku akan membuka bajuku di tempat ini. Apapun yang kamu mau, aku akan melakukannya?" Ucapnya sambil memohon.
Wibowo menghempaskan tangannya. "Aku tidak menginginkan semua itu, mungkin kita tidak berjodoh." Jawabnya.
Terlihat dari kejauhan, seorang wanita melangkah anggun. Ia terlihat cantik dan mempesona, semua pakaian dan hiasan yang menempel di tubuhnya terlihat mahal.
"Sayang...!" Sapanya sambil menghampiri.
__ADS_1
Belinda nampak terdiam, Wibowo dan wanita itu nampak melakukan cipika-cipiki untuk mengawali pertemuannya.
"Sayang, aku sudah pegal nunggu kamu! Ayo kita pulang, Mama dan papa sudah menunggu kita." Ajaknya.
Belinda yang melihatnya nampak kesal, Ia langsung menampar wanita itu dengan sangat keras.
"Dasar ******, kau berani merebut kekasihku!" Teriak Belinda dengan mata yang merah.
Wanita itu nampak memegangi pipinya yang terasa kebas karena tamparan dari Belinda. Wibowo langsung membantu wanita itu untuk berdiri.
"Kamu baik-baik saja!" Ucapnya.
Wanita itu memandang Belinda dari atas sampai bawah. Terlihat tatapan meremehkan dari wajahnya.
"Jadi kau Belinda di buruk rupa! Kau lihat aku, aku ini cantik, modis dan kaya raya. Sedangkan dirimu..." Ucapnya sambil menyunggingkan senyumnya.
Belinda terlihat sedih karena Wibowo membela wanita itu.
"Wibowo, siapa wanita itu?" Tanyanya dengan nada tinggi.
Wibowo terdiam, Ia tak bisa menjawab pertanyaan yang di lontarkan oleh Belinda. Wanita itu mendekati Belinda dan mencengkeram dagunya.
"Kau mau tahu siapa aku! Aku adalah calon istri Wibowo, kami dijodohkan dan Wibowo menerimanya." Tutur wanita itu.
Hati Belinda serasa hancur, Ia tersenyum kecewa karena Wibowo tidak berani bicara. Wibowo dan wanita itu pergi meninggalkan Belinda yang meratapi nasibnya.
"Wibowo, kenapa kau melakukan semua ini! Aku sangat mencintaimu, aku tahu semua kekurangan ku ini tapi kenapa hubungan kita jadi seperti ini." Ucapnya sambil menangis.
Hati Belinda hancur, sehancur hancurnya. Ia merusak semua dekoran yang telah di siapkan sedari pagi.
"Aku benci kamu Wibowo, aku berjanji suatu saat nanti kau yang akan menangis di bawah kakiku. Aku akan membuatmu jatuh cinta kepadaku, sampai kapanpun kau hanya akan menjadi milikku." Teriaknya.
__ADS_1
Flash on...