Suami Bayaran Nona Muda

Suami Bayaran Nona Muda
Bab 23


__ADS_3

Tak terasa waktu telah menjelang sore, Reyhan kembali ke rumah dengan wajah yang kusam. Kakek yang sedang duduk di teras nampak heran karena Reyhan datang sendiri.


"Rey, dimana Kimberly?" Tanya kakek yang menghentikan langkah Reyhan.


Reyhan nampak terdiam dan menatap penuh keheranan. "Bukannya Kimberly sudah pulang dari siang!" Jawabnya.


"Kimberly belum pulang! Apa kalian bertengkar?" Tanya kakek dengan tatapan tajam.


"Belum pulang!" Ucap Reyhan yang melamun.


"Reyhan, tolong kamu jangan bercanda! Dimana Kimberly sekarang, apa kamu meninggalkan nya dia sedang hamil." Ucap Kakek yang cemas.


Reyhan tak menjawab, Ia langsung masuk ke dalam rumah dan mencari keberadaan Kimberly di kamar. Ternyata Kimberly tidak ada, Ia bingung mencari keberadaan Kimberly.


Reyhan meraih handphonenya dan mencoba menelpon Kimberly, tapi handphonenya selalu di luar jangkauan. Reyhan nampak cemas dan Ia teringat akan Belinda sang Mama.


"Mungkinkah, Kimberly ke rumah wanita tua itu!" Batinnya yang cemas.


Akhirnya Reyhan mengambil langkah seribu dan melajukan mobilnya dengan kencang. Ia cemas kepada sang istri karena Ia tahu Belinda bukanlah orang tua yang baik.


Setelah setengah jam Reyhan menyetir, akhirnya Ia sampai dan memarkirkan mobilnya. Ia langsung masuk ke dalam tanpa mengetuk pintu.


Ia mencari keberadaan Kimberly di setiap ruangan tapi nyatanya tidak ada, Reyhan begitu cemas dan berjalan menuju kamarnya.


Ia membuka pintu dengan paksa dan terlihat Kimberly sedang melihat album foto bersama Belinda. Belinda yang melihatnya nampak tersenyum dan menghampiri Reyhan.


"Akhirnya, kamu mau pulang juga!" Ucapnya.


Reyhan mengacuhkan Belinda dan menghampiri Kimberly.


"Sayang kita harus pulang, kakek sudah cemas banget sama kamu!" Ajaknya.


Kimberly menggelengkan kepalanya. "Tidak! Aku mau menginap disini, lagi pula Mama sendiri apa kamu tidak kasihan." Jawab Kimberly.


"Sayang...!" Ucap Reyhan terhenti.

__ADS_1


"Cukup! Aku sudah tak ingin mendengar ucapan mu. Sekarang kamu minta maaf sama Mama kalau tidak aku akan membenci mu." Ancam Kimberly.


Akhirnya Reyhan menyerah dan memeluk sang Mama. "Aku tidak ingin kau mengganggu istriku! Istriku tidak ada hubungannya dengan masa lalu mu." Bisik Reyhan yang terlihat kesal.


Belinda membalas pelukannya. "Walau bagaimanapun aku ini seorang ibu! Aku juga berharap bisa punya cucu." Jawabnya.


Reyhan melepaskan pelukannya dan Belinda pun pamit untuk istirahat. Setelah Belinda pergi Reyhan menutup pintu dan menghampiri Kimberly yang sedang duduk di ranjang.


Kimberly terlihat masih dingin terhadapnya, tapi Reyhan mendekati Kimberly dan mengelus perutnya.


"Sayang, lihat Mamamu! Seharian ini dia marah-marah terus sama papa, kamu cepat lahir yah biar Papa ada teman ngobrol." Tuturnya.


Kimberly yang mendengarnya nampak tersenyum, Ia memeluk Reyhan dengan erat.


"Sepertinya, aku tidak bisa lama-lama marahan sama kamu!" Tuturnya.


Reyhan membalas pelukannya dan mencium kening Kimberly. "Baguslah! Lagi pula aku kesepian jika jauh darimu." Jawabnya.


Kimberly melepaskan pelukannya dan menatap Reyhan dengan tajam.


"Bohong... bohong apa?" Tanya Reyhan yang tak mengerti.


"Kau lihat kamar ini! Kamarmu lebih besar dari kamarku dan rumahmu juga lebih megah dari rumahku. Lalu untuk apa kau bersedia menjadi suami bayaran ku!" Ucapnya dengan penuh rasa penasaran.


"Untukmu! Kau tahu, aku sangat mencintaimu dari zaman kuliah dulu." Jawab Reyhan sambil tersenyum.


"Kuliah!" Ucap Kimberly yang heran.


"Iya, kau mungkin sudah lupa. Aku adalah ketua geng yang selalu membully mu. Kau selalu mendapatkan keisengan yang kulakukan dan mendapatkan gelar si cupu." Jawab Reyhan.


"Jadi maksudnya kau adalah lelaki gila itu. Arganta si ketua geng yang nyebelin." Ucap Kimberly yang tak percaya.


Reyhan menganggukkan kepalanya dan Kimberly masih tak percaya.


"Tidak mungkin, sifat mu jauh berbeda dengannya dan namanya juga beda." Jawab Kimberly yang masih tak percaya.

__ADS_1


"Sama, namaku Reyhan arganta!" Tuturnya.


Kimberly nampak memonyongkan bibirnya dan menatap wajah Reyhan dengan lekat-lekat.


"Jadi kau sengaja menikah denganku hanya untuk menyakiti ku lagi." Tanyanya yang kesal.


Reyhan menggelengkan kepalanya dan menggenggam tangan Kimberly. "Tidak, aku berada di sampingmu untuk mencintaimu dan menjadi pelindungmu." Jawab Reyhan.


"Tapi kenapa, bukannya kau membenciku!" Ucap Kimberly kembali.


"Itu dulu, tapi setelah kau menyelamatkan ku dari kecelakaan itu aku merasa jika kaulah wanita yang kucari selama ini." Jawab Reyhan.


Kimberly masih tak percaya, Ia menatap curiga kepada Reyhan.


"Lalu, kenapa kau menyembunyikan semua kekayaanmu ini." Tutur Kimberly.


"Ini semua milik Mamaku bukan milikku! Meskipun aku juga punya usaha, tapi tidak sebanding dengan ini." Jawab Reyhan.


Kimberly nampak mengerutkan keningnya, Ia tak percaya jika Reyhan bisa melakukan semua ini karena balas Budi. Reyhan mencoba meyakinkan dengan semua kenyataan yang ada.


"Kimberly, sekarang kau telah mengetahui segalanya! Aku ingin kita menikah dengan serius tanpa ada surat kontrak yang menghalangi kita. Aku janji, akan menjadi suami terbaik untukmu." Tutur Reyhan dengan serius.


Kimberly nampak termenung, Ia terlihat masih keberatan mengingat kembali di saat Reyhan membulynya sewaktu kuliah.


"Kalau begitu, bagaimana kalau kita hapus kontrak tapi kau tetap menjadi bawahan ku. Aku ingin kau merasakan rasanya di bully oleh seorang istri." Ucap Kimberly sambil memainkan ke-dua alisnya.


"Baiklah! Jika itu yang kau mau, aku pasrah meskipun kau mau menggigitku." Jawab Reyhan.


Kimberly nampak tersenyum kesal, Ia memukul Reyhan dengan manja. "Kamu ini, memangnya aku ini anjing yang suka menggigit." Ucapnya.


"Lah memang benar kan! Kau selalu menggigitku dan meninggalkan tanda merah di leher." Jawabnya.


Kimberly dan Reyhan langsung bercanda, Kimberly menggelitik Reyhan dan begitupun juga sebaliknya. Setelah mereka lelah, keduanya berbaring di ranjang sambil menatap langit-langit.


"Aku tidak menyangka, jika suami bayaran ku adalah orang selalu membulyku. Dan aku juga tak menyangka, akan jatuh cinta pada suamiku ini." Ucapnya sambil menatap Reyhan.

__ADS_1


Reyhan mengecup kening Kimberly dan mengelus perutnya. "Semoga pernikahan kita bisa selamanya bahagia seperti ini." Batinnya yang penuh harapan.


__ADS_2