Suami Bayaran Nona Muda

Suami Bayaran Nona Muda
Bab 31


__ADS_3

1 Minggu kemudian...


Acara pernikahan pun sudah akan di mulai, para tamu undangan sudah berdatangan dan Kakek juga terlihat sedang menyapa para kolega bisnisnya.


"Selamat, Pak Wibowo! Di usia anda yang sudah tidak muda lagi, akhirnya anda memutuskan untuk menikah." Ucap Rekannya sambil berjabat tangan.


"Terimakasih!" Jawabnya sambil tersenyum.


Akhirnya pengantin wanita pun datang, dengan gaun putih yang indah dan perhiasan yang menambah kecantikan Belinda.


Semua mata nampak tertuju padanya, tak ada yang bisa mengalihkan pandangan dari kecantikan Belinda. Jenny yang melihatnya langsung segera menggandeng tangan Belinda untuk kepelaminan.


Kakek Wibowo nampak menatap Belinda, terlihat raut wajahnya nampak tak bahagia. Tamu lelaki nampak saling berbisik dan terdengar samar-samar.


"Calon pengantin Pak Wibowo cantik banget! Dan dua juga masih muda, coba kau lihat kulitnya putih bersih dan kencang." Ucap seorang koleganya.


"Iya, kenapa wanita itu mau sama Pak Wibowo yang sudah keriput dan mungkin sebentar lagi dia juga akan di kubur." Jawab salah seorang temannya.


"Hey, jangan bicara seperti itu! Wanita adalah racun jangan sampai kalian tergoda dengan daun muda kalau tidak ingin gulung tikar." Jawabnya mengingatkan.


Akhirnya acara ijab qobul di laksanakan, Kakek Wibowo terlihat tidak grogi. Ia mengucapkan semuanya dengan lantang dan hanya dalam satu kali ucap.

__ADS_1


"Bagaimana para saksi, sah?" Tanya Pak penghulu.


"Sah!" Jawab saksi dan tamu undangan dengan serempak.


Belinda terlihat bahagia, Ia langsung sungkem kepada Kakek Wibowo dan mereka memasang cincin di jari manisnya. Semua tamu undangan memberikan ucapan selamat dan tak lupa mereka meminta foto bersama.


Setelah seharian penuh mereka berpesta, akhirnya semua tamu undangan pulang karena hari sudah menjelang malam. Sedangkan kakek Wibowo dan Belinda langsung pergi untuk bulan madu.


Mereka menginap di hotel bintang lima yang mewah dan terkenal, setelah sampai kakek Wibowo nampak kelelahan dan merebahkan tubuhnya di atas ranjang.


Belinda yang melihatnya langsung menghampiri dan berbaring di samping Kakek Wibowo.


"Aku tidak menyangka, jika impianku selama ini menjadi kenyataan!" Ucap Belinda yang terlihat bahagia.


Belinda yang mendengar semua itu nampak kesal, Ia duduk dan menatap wajah suaminya.


"Kenapa kamu hanya menjawab Ooohh? Apakah tidak ada Jawaban lain?" Tanyanya kesal.


Kakek menghela nafas panjang. "Lalu aku harus jawab apa? Kenapa harus mempermasalahkan masalah kecil seperti ini!" Jawab Kakek.


"Masalah kecil!" Ucap Belinda sambil menggeretkan giginya.

__ADS_1


"Iya, ayolah Belinda! Kita sudah tidak muda lagi, dan tidak seharusnya bicara lebay seperti itu." Jawab Kakek tanpa ragu.


Belinda menggelengkan kepalanya. "Wibowo, aku tak menyangka momen yang kutunggu-tunggu musnah hanya karena ucapanmu. Ingatlah, seharusnya kamu bersyukur karena aku masih mau sama kamu." Tuturnya marah.


"Aku tidak pernah memaksamu untuk menikah denganku! Lagi pula, semua ini adalah keinginanmu!" Ucap Kakek.


Belinda nampak kesal, Ia bangkit dari ranjang dan pergi ke kamar mandi. Belinda menatap wajahnya di cermin dan terlihat raut wajahnya mulai berubah.


"Kau telah merusak malam pertama yang kutunggu-tunggu! Lihat saja, apa yang bisa kulakukan agar kau bisa takluk dan bertekuk lutut di hadapan ku." Tuturnya sambil tersenyum licik.


Belinda segera mandi dan membersihkan tubuhnya yang sudah terasa lengket. Setelah selesai, Ia langsung menggunakan gaun malam yang seksi dan terbuka.


Belinda nampak menyunggingkan senyumnya. "Aku tidak yakin, jika kau akan menolaknya!"


Belinda akhirnya keluar dari kamar mandi sambil berjalan dengan anggun. Setiba di ranjang, ternyata Kakek Wibowo sudah tertidur pulas. Belinda dengan seketika begitu emosi dan membangunkannya.


"Wibowo, bangun kenapa kamu malah tidur!" Teriaknya sambil memukul kakek Wibowo.


Kakek Wibowo membuka matanya. "Sakit tahu, kamu kenapa sih ini sudah malam." Ucapnya.


"Wibowo, ini malam pertama kita! Kenapa kamu malah tidur!" Ucapnya kesal.

__ADS_1


"Bagiku semua malam sama saja! Lain kali saja, hari ini aku benar-benar capek dan ngantuk." Jawab Kakek Wibowo.


__ADS_2