Suami Bayaran Nona Muda

Suami Bayaran Nona Muda
Bab 24


__ADS_3

Keesokan harinya...


Kimberly dan Reyhan nampak sudah bangun di pagi hari. Mereka bermaksud untuk pulang tapi Belinda melarangnya dan menyuruhnya untuk sarapan terlebih dahulu.


"Sayang, kalian mau kemana? Kita sarapan dulu yah!" Ajak Belinda sambil menata semua makanan di meja.


Reyhan bermaksud untuk menolak tapi Kimberly mencubit tangan Reyhan.


"Kita sarapan dulu! Kasian mama sudah capek-capek buatin sarapan buat kita." Bisiknya.


Akhirnya Reyhan menurut dan mereka duduk di meja makan. Belinda nampak menyajikan makanan di piring untuk sang menantu.


"Sayang makanlah yang banyak, kamu kan lagi hamil." Tuturnya.


Reyhan nampak malas mendengar gombalan dari sang Mama. "Sebenarnya apa yang dua inginkan dari Kimberly! Aku harus berhati-hati dan berjaga-jaga." Batinnya.


Belinda menatap Reyhan yang terlihat merenung.


"Rey, ayo makan dulu! Mama tidak ingin kamu sakit, apalagi Kimberly sekarang sedang hamil." Ucapnya sambil mengambilkan nasi untuk sang anak.


Reyhan mencoba untuk tersenyum dan menyantap makanan yang sudah ada di piring. Belinda nampak menyunggingkan senyumnya melihat Kimberly yang lahap.


Tiba-tiba Kimberly menghentikan makannya dan memegangi perutnya yang terasa sakit.


"Rey, perutku sakit!" Ucapnya yang terlihat panik.


Reyhan langsung menghampiri dan terlihat darah segar mengalir di kaki Kimberly. Kimberly yang melihatnya nampak panik dan menangis. Ia merasakan rasa sakit yang tak terhingga dan akhirnya Kimberly tak sadarkan diri.


"Sayang, bangun!" Ucap Reyhan dengan tatapan sedih.


Belinda menghampiri sambil menepuk bahunya. "Yang sabar yah sayang! Mungkin belum waktunya kau untuk menjadi seorang ayah." Tuturnya yang terlihat bahagia.


"Kau....!" Ucap Reyhan dengan tatapan kebencian.

__ADS_1


Akhirnya Reyhan menahan emosinya dan membawa Kimberly secepatnya. Ia melajukan mobil dengan kencang dan membawanya ke rumah sakit terdekat.


Setelah sampai, Reyhan memanggil suster dan suster pun segera berdatangan dan mengambil tindakan dengan langkah seribu.


Setelah dua puluh menit di ruangan, dokter keluarga dengan wajah yang lemas. Reyhan menghampiri dengan panik dan terus menanyakan keadaan bayinya.


"Anda yang tenang, untuk kali ini bayi anda masih bisa selamat. Tapi kemungkinan untuk selamat sangatlah kecil, saya berharap anda bisa menjaganya dengan baik." Ucap sang Dokter.


Reyhan menghela nafas bahagia, meskipun kecil tapi Ia masih punya harapan. Akhirnya dokter pergi dan Reyhan menghampiri Kimberly yang masih belum sadarkan diri.


"Maafkan aku sayang! Aku memang suami yang tidak becus menjaga kamu dan anak kita." Tuturnya sambil menitikkan air mata.


Kimberly nampak memerjitkan matanya dan menatap Reyhan.


"Rey, bagaimana keadaan bayi kita?" Tanya Kimberly dengan suara lemas.


Reyhan mengelus rambut Kimberly dan tersenyum. "Bayi kita baik-baik saja!" Jawab Reyhan.


"Rey, padahal aku gak makan yang aneh-aneh! Aku hanya makan makanan yang diberikan Mama." Ucapnya dengan penuh pertanyaan.


"Sayang, kamu tidak mengerti. Mamaku berbeda dengan orang lainnya, kau masih ingat waktu aku mengajak mu pergi." Tanyanya.


Kimberly menganggukkan kepalanya. "Maksudmu, mama sengaja melakukan semua ini."


Reyhan menganggukkan kepalanya. "Iya, lain kali kau tidak perlu menemuinya lagi." Ucap Reyhan memberi peringatan.


"Tidak mungkin, Mama orang yang baik!" Jawab Kimberly yang tak percaya.


"Jangankan cucu, aku sebagai anaknya saja tidak pernah mendapatkan kasih sayangnya. Ibuku adalah seorang psikopat, kau lihat wajahnya terlihat awet muda di bandingkan kakek."


Kimberly mendengarkan dengan penuh rasa penasaran.


"Mungkinkah ini alasanmu, agar menjauh dari dia!" Ucap Kimberly.

__ADS_1


"Iya sayang, aku tak ingin kau celaka. Apalagi dokter telah memberikan perhatian jika hal ini terjadi lagi, bayi kita mungkin tidak akan selamat." Tutur Reyhan.


Kimberly memeluk Reyhan. "Rey, aku minta maaf! Aku tidak percaya akan ucapan mu, aku janji semua ini tidak akan terjadi lagi." Tutur Kimberly.


"Iya sayang, aku harap kamu bisa menepati janjimu." Jawab Reyhan.


Tanpa disadari, Belinda mendengarkan semua pembicaraan mereka berdua. Ia nampak kecewa karena bayi dalam kandungan Kimberly selamat. Akhirnya Belinda masuk ke dalam sambil menangis tersungkur di tubuh Kimberly.


"Menantu, maafkan Mama! Mama di jebak sayang, mama membeli semua masakan itu dari luar." Ucapnya sambil menangis.


Reyhan yang melihatnya nampak kesal dan menarik tubuh Belinda untuk menjauh dari Kimberly.


"Ma, sudahlah! Aku mohon jangan ganggu ank dan istriku. Kau bisa meminta apapun dariku, asalkan kau menjauh dari mereka." Ucap Reyhan yang terlihat kesal.


"Rey, mana tahu kau sangat membenciku! Tapi Mama sangat berharap, jika mama bisa hidup bersama dengan menantu dan cucuku." Jawab Belinda dengan air mata buaya.


Kimberly yang melihatnya nampak tak tega, Ia menghampiri sang suami dan menggenggam tangannya.


"Rey, biarkan Mama pergi!"


"Sayang, mama minta maaf!" Tutur Belinda sambil tersungkur di kakinya.


"Ma, aku mohon! Tolong jangan seperti ini, bukan maksudku untuk durhaka tapi semua ini kulakukan demi bayiku. Aku tak ingin kehilangan anak ini, jadi aku mohon mama untuk pergi dari sini." Pinta Kimberly dengan air mata yang membasahi pipi.


Belinda bangkit dan menganggukkan kepalanya. "Baiklah menantu! Jika itu yang kamu mau, Mama akan pergi." Ucapnya sambil melenggang pergi.


Kimberly nampak sedih dan Reyhan mencoba menenangkan sang istri.


"Kau menang harus tegas seperti ini!"


"Tapi bagaimana, jika ucapan Mama benar. Mungkin saja dia di jebak dan aku telah menyakiti hatinya." Ucapnya dengan sedih.


"Sayang, aku lebih mengenal ibuku! Percayalah, semua yang ku ucapkan adalah kenyataan." Jawab Reyhan seraya menenangkan.

__ADS_1


__ADS_2