Suami Nakalku

Suami Nakalku
Bab 10


__ADS_3

Entah apa yang harus aku lakukan saat ini. Hanya kesedihan yang aku rasakan.


Bahkan untuk menelan salivaku sendiri terasa sakit tenggorokan ini.


Ohhh Tuhan apa yang harus aku lakukan? tolong bantu aku Tuhan.


(Keluhku pada sang Pencipta).


"Tolong dek, mas hanya ingin kamu bisa percaya kepada ku.


Aku nggak bakal macem-macem dibelakang kamu." ( tutur mas yoga ).


"Lantas apa yang menjadi dasar akan aku bisa mempercayai mu mas?


Lalu janji apa yang akan kamu berikan kepada ku sebagai jaminan agar kamu tak pernah melakukan perselingkuhan?


Aku sebagai wanita yang selalu menurut, tak pernah sedikit pun aku meminta apapun kepada mu mas.


Hanya satu yang aku inginkan kepada mu, jangan pernah kamu menyakiti hati ini.


Karena hakikatnya wanita gampang terbawa perasaan.


Berbeda dengan laki-laki yang mengandalkan pemikiran nya untuk menyelesaikan masalah.


Aku hanya minta jika kamu sudah tak mencintai ku tolong katakan saja.


Atau mungkin jika aku ada kekurangan tolong beritau Aku agar aku bisa memperbaiki segala kekuranganku.


Mungkin diluar banyak sekali yang lebih baik dariku, tapi bagaimana pun aku adalah istri mu yang menemaniku hingga detik ini.


Aku selalu menerima segala kelebihan dan kekurangan mu.


Aku minta tolong kepada mu, jika kamu masih ingin bersama ku tolong ubah semua perlakuan mu kepada mila. Jauhi dia!


Jangan pernah kalian berhubungan atau bahkan chat atau telfon-telfonan sekalian. "


"Baiklah dek, jika itu keinginan mu.


Aku akan turuti, tapi satu hal juga yang aku mau darimu.


Jagan pernah terlalu overthinking seperti ini lagi."


Demi menghindari pertengkaran dan percekcokan dengan mas yoga akhirnya aku memilih mengiyakannya.


"Baiklah mas, aku pegang perkataan mu.


Aku tidak akan bersikap overthinking kepada mu."


"Terimakasih dek, ya sudah ayo kita tidur sudah malam. Besok kan kita mau ajak alzam jalan-jalan.


Kasihan kan kalau besok kita bangun kesiangan terus nggak jadi liburan."


Sementara itu, aku langsung menuju kekamar mandi untuk mencuci muka. Setelah itu segera aku mengganti pakaian ku.


Kubuka bajuku dan belum sempat aku memakainya tiba-tiba mas yoga memeluk ku dari belakang.


Langsung aku reflek berteriak,


"Mas, aku belum memakai baju kok tiba-tiba memelukku dari belakang.

__ADS_1


Aku kan jadi kaget tau."


"Sudah lah nggak usah pakai baju, aku lebih suka kamu tanpa sehelai apapun."


(sambil tersenyum jahat).


Akhirnya aku digendong lalu menuju ranjang. Dan entah karena sudah lama aku tidak melakukan hubungan suami istri jadi menurut ku ini terasa enak dan nikmat.


Lalu kami pun terbuai dalam malam yang sangat syahdu seperti ini.


"dekkkkkk, nikmat." (celetuk mas yoga).


Akupun hanya tersenyum dan tersipu malu. seperti pengantin baru waktu dulu.


Setelah kami melakukan hubungan diranjang, langsung aku digendong mas yoga kekamar mandi dan setelah itu terjadi persilatan karena mas yoga memandikan ku.


(Ya ampun, capek banget aku. batinku dalam hati)


Tepat pukul 00:30 akhirnya kami menyelesaikan tugas rumah tangga kami. Karena memang aku sudah sangat lelah dan mengantuk akupun langsung tertidur, tanpa memperdulikan mas yoga yang waktu itu langsung memainkan gawainya.


Suara kokok ayam berbunyi sahut menyahut memberi nuansa ramai pada pagi hari yang belum begitu terang.


Kala itu aku langsung terbangun, dan berniat untuk pergi berwudhu lalu melaksanakan shalat subuh.


Tetapi tiba-tiba aku teringat, bahwa tadi malam aku baru saja melakukan pergulatan diranjang.


Akupun hanya bisa tersenyum meratapi kebodohan ku itu.


Usai itu, aku pun langsung menuju dapur dan kuhidupkan kompor untuk memasak air untuk minum.


Kulihat kala itu ibu baru pulang dari masjid, akupun langsung bertanya pada beliau.


"Biasa nduk, sekarang kalau habis kemasjid pasti jalan-jalan dulu.


Katanya udara pagi itu sehat,makanya bapak mu hampir setiap hari jalan pagi."


"Oh begitu ya bu, kok ibu nggak ikut sama bapak?" (Tanyaku pada ibu).


"Walah nduk, ibu mah boro-boro.


Mending ibu masak, nyuci baju, nyuci piring sama bersih-bersih rumah."


"Yahhh ibu gimana sih, biar badan sehat kok ngak ikut sih bu."


"Ya gimana lagi, soalnya ibu kemrungsung nduk.


Dulu ibu pernah ikut tapi karena ibu mau cepat-cepat pulang,bapak jadi marah-marah sama ibu.


Semenjak itu ibu jadi udah nggak mau ikut.


Ya sudah ibu mau masak dulu, kamu nyalain kompor bikin apa din?"


"Cuma mau masak air, buat bikin minum bu."


"Oh ya sudah kamu terusin dulu, ibu mau nyimpan mukena kekamar.


Habis ini ibu yang masak aja, kamu beres-beres rumah!"


"Ngeh bu." (Jawabku padanya).

__ADS_1


Sementara aku menunggu air mendidih, segera ku cuci piring kotor yang menumpuk diwastefel.


Kulihat ibu sudah datang, aku pun langsung segera beberes rumah, mulai dari dalam hingga keluar rumah.


Kebetulan matahari belum terlalu memancarkan sinarnya,jadi aku masih bisa menikmati hawa yang begitu asri pagi ini di desa ku tempat kelahiran ku.


Ketika aku menyapu halaman dan menyirami tanaman, Tiba-tiba aku dikagetkan oleh suara yang tidak asing bagiku.


Kulihat kebelakang ternyata dia adalah melly, teman ku sewaktu kecil.


Dia belum menikah, karena dia masih melanjutkan pendidikan kejenjang S2 di yogyakarta.


Dan setelah aku menikah aku benar-benar tidak pernah bertemu dengannya.


"Dini, Dini." (Panggil Melly padaku).


"Melly, apa kabar? lama banget kita nggak bertemu."


"Alhamdulillah din, kabar baik.


Kamu sendiri gimana kabarnya? tumben kamu tinggal disini.


Biasanya tiap aku libur kuliah, kulihat kamu nggak pernah ada disini.


Dulu sempat aku bertemu sama bude(ibuku) aku tanya kamu ada dirumah, jawab nya selalu kamu ikut suami.


Jadi kesini jarang-jarang.


untung banget hari ini kita ketemu yaa.".


"Alhamdulillah mell, kabar ku baik.


Ya gimana lagi namanya juga istri yang berbakti, jadi ya harus nurut suami hehe.


(jawabku).


Kamu dari mana? tumben jam segini udah keluyuran."


"Mumpung aku libur kuliah jadi aku pulang tadi malam.


Terus kebetulan tadi aku ikut ibuku kemasjid , selepas dari masjid aku diajak jalan-jalan.


Ehh tadi ketemu sama bapak kamu tadi, kita ngobrol-ngobrol terus dia bilang kamu ada disini gitu.


Jadi aku langsung kesini deh."


"Terus ibu kamu mana? kamu tinggal gitu."


"Iya lah aku tinggal.


Lagian ibu sama abang sayur tuh,belanja nggak kelar-kelar dari tadi. "


"Hahaha kamu tuh mell, dari dulu nggak pernah berubah ya.


Mesti selalu nggak sabaran, kapan nikah? "


"Ah kamu din, bisa nggak tanya dengan pertanyaan yang lain.


Lagi-lagi ditanya kapan nikah,lagian aku masih muda kali.

__ADS_1


Umur ku baru 26 tahun,hahaha."


__ADS_2