Suami Nakalku

Suami Nakalku
Bab 5


__ADS_3

Sekitar pukul 08:00 aku dan Alzam meninggalkan pelataran rumah, menggunakan sepeda motor honda yang dulu aku beli waktu aku masih bekerja pada sebuah toko retail didaerah ku.


Kulajukan motor ku dengan kecepatan sedang menuju tempat ibuku.


Kebetulan Hari ini tidak secerah hari kemarin, karena cuaca dikota ku mendung dan gelap.


Dalam hati aku berdoa, agar tidak hujan sebelum aku sampai dirumah ibu.


Tepat pukul 08:30 aku sampai dirumah ibu, dan seketika hujan turun dengan lebatnya.


Belum sempat aku turun dari motor, ibu dan bapak sudah duluan menyambut kami. Langsung dong digendong cucu kesayangan nya.


"Asalamualaikum mbah uti mbah kakung."


"Walaikumsalam, Alhamdulilah nduk.


Untung sudah sampai ,takut e ibuk kalian kehujanan tadi"


"Iyaa Din, bapak juga khawatir tadi. Alzam sayang gimana kabarnya? sini peluk mbah kakung!"


"Mbah kung, kata ibu simbah beliin aku mainan.


Mana mbah mainannya aku pengen."


(Rengek Alzam pada mbah kakungnya).


"Sudah-sudah masuk dulu dong Lee, mbah uti udah masakin makanan kesukaan mu.


ayo din!"


" Iya Buu, ini tadi pagi aku masak rendang bu. Kebetulan kemarin aku beli kebanyakan, jadi aku bawa kesini sama tadi aku anter ketempat ibu mertua.


Ohh iya bu, ibu masih ingat nggak sama rossa? teman SMK aku dulu. "


"Masih din, dia dimana sekarang? udah nikah belum dia? lama juga ya kalian nggak ketemu."


"Sudah bu, anak nya udah dua dia itu.


Terus nanti dia mau ketemuan sama aku disalon bu, sekalian aku juga mau perawatan bu hehe."


"Ealah kalian itu yaa dasar dari dulu nggak ada bedanya,sukanya nyalon terus."


"Nggak papa dong bu, namanya juga cewek. nanti titip Alzam ya bu?"


"Beres nduk, mumpung cucu ibu disini.


Biar ibu sama bapak nanti yang jaga.


Yoga nanti ikut kesini nggak din?".


"Ikut buk, sepulang kerja.


Tapi katanya nanti mau voli dulu sama temen-temen kantor nya jadi mungkin kesini agak malaman."


"Ohh gitu, ya udah kamu istirahat dulu. Ibu mau ambil mainan nya alzam biar buat mainan. "


"Iyaa Buu." ( jawab ku pada ibu ).


Wlaupun aku sudah berumah tangga dan punya rumah sendiri, tapi tempat ini akan selalu menjadi yang tenyaman dan akan selalu aku rindukan.

__ADS_1


Begitu perhatian nya bapak dan ibuku serta kasih sayang yang tulus yang selalu aku dapatkan dari beliau.


Jika disini aku tidak perlu repot-repot masak. Bahkan untuk momong anak saja bisa dikatakan jarang hehe.


Sembari aku istirahat ku buka handphone ku dan aku segera menghubungi rossa.


"Hallo Rossa, nanti jadi nggak?"


" Hallo beb, jadi dong.


Nanti habis dzuhur aja ya,nanti langsung ketemu ditempat biasanya aja okee! "


"Oke dehh, ya udah sampai ketemu nanti ya."


Selang beberapa menit handphone ku berdering kembali, ternyata bu Sri yang


menelfonku.


"Asalamualaikum *mba dini, besok bisa buat pastel nggak ya? mau tak pakai buat arisan."


"Wa'alaikumsalam bu Sri, mohon maaf bu kebetulan saya baru ditempat ibu , mungkin hari minggu baru pulang .


Jadi maaf saya nggak bisa bu"


"Owalah maaf saya ngga tau mba din, ya sudah nggak papa. lain kali saja ya? Makasih ya mba dini, Asalamualaikum. "


"Iya bu, Wa'alaikumsalam*".


Kulihat anak ku Alzam ternyata sedang asyik bermain dengan mbah uti dan mbah kakung nya.


Aku pun menghampiri mereka di teras depan.


( *godaku pada alzam).


"Iyaa dong bu, habisnya simbah beliin aku mainan banyak sih.


Terus kata mbah uti nanti mau ajak aku beli es krim yang banyak banget. ".


"Wahhh, ibu diajak nggak nih?".


" Ibu dirumah aja, aku sama mbah uti dan mbah kakung aja. "


"Oke baiklah ganteng ku, yang penting nggak boleh nakal. "


"Nanti mau ibu ajak ke swalayan din, bapak mu mau beli batik.


Padahal baju batiknya udah banyak tapi katanya nggak punya,ya mumpung cucunya disini sekalian jalan-jalan. "


"Oke deh bu, nanti aku jadi pergi sama rossa lho buk. "


"iya iya beress." ( jawab ibu*) .


Segera aku menganti pakaian alzam dan kusiapkan segala keperluan yang dibutuhkan Alzam nanti.


Sekitar pukul 12:30 bapak dan ibu beserta Alzam sudah pergi menuju swalayan menggunakan mobil bapak.


Akupun juga akan mandi dan bersiap- siap untuk pergi bersama rossa.


Selesai mandi dan segera kurias diri ini.

__ADS_1


tiba-tiba mas yoga menelfonku.


"Hallo dek, alzam lagi ngapain? apa dia tidur?" (tanya mas yoga kepadaku).


"Alzam diajak bapak sama ibu pergi keswalayan mas,tumben mas nanyain."


"Ya nggak papa dong dek, kan aku ayah nya. brarti kamu nyantai dong dirumah?"


"Ini aku mau pergi sama rossa mas, dia ngajakin aku ke salon. mumpung Alzam ada yang jagain."


"Ohh ya dek, nanti aku mungkin kesana habis voly dek. jam sepuluh sepertinya . "


"Okkke mas, nggak papa.


Ya udah ya mas aku mau siap-siap dulu, keburu ditunggu rossa. "


"Iya dek, Hati-hati ya dijalan! "


Batin ku saat ini terasa seperti tidak ada sama sekali respect dengan suamiku.


Dan misi ku saat ini hanya ingin membongkar rahasia diantara mas yoga dan Mila.


Aku harus bermain cantik agar mereka tidak mengetahui bahwa aku sedang menyelidiki mereka..


Aku akan berpura-pura seolah-olah aku percaya bahwa mereka tidak ada hubungan sama sekali.


Naluri ku sebagai wanita tahu bahwa tidak mungkin mereka tidak mempunyai suatu hubungan.


Masa rekan kerja kok sampai sebegitu nya.


Dan akan aku buktikan dengan semua bukti yang akan aku kumpulan kan nantinya.


Seketika lamunan ku terbuyar,bersamaan dengan bunyi dering handphone ku.


"Dini, let's go, aku on the way nih.


Kamu berangkat juga ya! "


"Iyaa rossa, ya sudah aku juga on the way nih."


"Oke dini. "


Akhirnya aku pun pergi ke tempat tujuan ku dengan Rossa,ke salon tentunya.


Aku kendarai motor ku dengan kecepatan sedang.


Tak berselang beberapa menit , akhirnya aku sampai di salon.


Karena jarak rumah ku dengan salon hanya berjarak kurang lebih dua atau tiga kilo saja.


Tempat ini menjadi tempat favorit ku dulu bersama sahabat ku Rossa ini.


Kami sudah lama tak berkomunikasi karena, Rossa memperoleh suami yang asli orang medan.


Jadi setelah dia menikah kami harus berpisah,dan karena aku ganti nomor whatsapp kala itu membuat kami tidak bisa berkomunikasi.


Akhirnya setelah sekian lama kita tak bertemu, kami tak sengaja bertemu disebuah toko retail didaerah ini.


Kami pun saling bernostalgia dan akhirnya bisa bertemu dan me time bersama sekarang ini.

__ADS_1


__ADS_2