Suami Nakalku

Suami Nakalku
Bab 3


__ADS_3

"Din, maafin aku ya.


Aku bisa jelasin ini semua,aku sama mas yoga nggak ada hubungan apa-apa.


Aku berani sumpah din."


"Iyaa dek, mas sama mila hanya sebatas rekan kerja saja.


Masa kamu nggak percaya sama mas dek. Tadi mila hanya meminta mas ngajarin membuat berkas yang dia nggak ngerti."


"Ohh begitu ya mas. (Jawab ku)


*B*erarti kalau suruh ngajarin harus ya pangku-pangkuan.


Terus kenapa tadi nggak sekalian aja tidur bareng."


"Dek kamu ngomong apa sih.


Jangan sembarangan bicara seperti itu."


"Iya din, sungguh kami nggak ada hubungan apa-apa.


Kamu jangan berpikiran seperti itu din."


Aku pun hanya terdiam dan tak bisa berkata-kata lagi.


Dalam hati hanya ada perasaan sedih dan kecewa.


Entah apa yang harus aku lakukan,bagiku itu sudah keterlaluan.


Aku melihat dengan mata kepala ku sendiri siang tadi.


Aku pun berinisiaf untuk berkata kepada mereka.


"Baiklah untuk saat ini aku percaya.


Tapi ingat satu hal,jika suatu saat aku melihat dan mengetahui rahasia kalian maaf aku sudah tidak akan percaya pada kalian."


"Iyaa dek, terimakasih ya.


Masa sama suami sendiri kamu nggak percaya." (Kata mas yoga kepada ku) .


"Terimakasih dini.


Ya sudah, aku pamit pulang dulu ya selamat sore."


Akhirnya mila pergi meninggalkan rumah ku, dan mas yoga langsung masuk kedalam kamar.


Aku pun masih berada di ruang tamu sambil duduk, kubuka handphone ku.


Iseng-iseng aku buka aplikasi toktok,


mumpung alzam belum bangun, mungkin karena kecapean aku ajak naik motor seharian.


Kugulir-gulir layar handphone ku sambil ku nikmati secangkir kopi hitam.


Batinku (ahh biarlah aku diam dulu sama suamiku, aku masih kesal dan pasti aku akan mengungkap apa yang sebenarnya terjadi diantara mereka berdua).


Setelah sekitar tiga puluh menit aku bermain handphone, mas yoga menghampiriku.


"Dek, tolong bikinin kopi ya."


Tanpa ku jawab, aku langsung meninggalkan mas yoga dan aku menuju dapur untuk membuat kopi untuknya.


Bagiku ini semua sudah kewajiban ku untuk mengurus suami, meskipun hati ini kecewa.


"Ini mas kopi nya, kalau belum makan buruan gih makan terus mandi.


Aku mau kekamar lihat alzam bangun belum."

__ADS_1


(jawab ku agak sedikit ketus).


"Aku udah makan tadi dek.


Ya sudah sana lihat alzam, kalau belum bangun kamu mandi dulu aja.


Nanti kalau alzam bangun terus nangis biar aku yang gendong ."


"Ya mas." (Jawab ku singkat).


Pukul 18:30 , aku sedang bersama alzam menonton televisi di ruang tamu.


Ku setelkan film kartun Spongebob kesukaan alzam,sambil nonton aku suapin makan alzam.


Disaat itu Tiba-tiba handphone ku berdering, ternyata ibu yang menelfon ku.


"Hallo asalamualaikum bu.


Gimana kabarnya?" (Tanyaku pada ibu).


"Wa'alaikumsalam din, kabar ibu baik.


Alzam lagi ngapain ibu kangen banget.


Udah satu minggu ibu nggak ketemu.


Kapan kesini? bapak juga nanyain alzam terus din."


"Alzam lagi makan sambil nonton televisi ini bu.


Maaf Bu kebetulan aku lagi ada pesanan kemarin-kemarin itu.


Terus kalau kemarin alzam minta naik odong-odong, jadi belum sempat kerumah ibu. "


"Oh begitu din.


Ini ibu baru aja dari swalayan beli kebutuhan sehari-hari.


Tiba-tiba ibu lihat ada mainan mobil-mobilan ehh keinget alzam ya sudah ibu beli deh. Hehehe,pokoknya besok kalau bisa kesini ya din."


"Iya bu, InsyaAllah.


Salam buat bapak ya bu,ibu sama bapak sehat-sehat ya."


"Iya nak, kamu juga sehat-sehat.


Jaga anak sama suami, ya sudah ya ibu mau makan dulu Asalamualaikum. "


"Iyaa bu, Wa'alaikumsalam."


Dia ibuku yang sangat aku cintai, rumah kami tidak terlalu jauh.


Mungkin jika kerumah ibu hanya butuh waktu sekitar 20-30 menit.


Dulu sebelum menikah aku sudah dibuatkan rumah dekat dengan rumah ibu,


tapi suamiku sudah mengatakan jika aku harus ikut kerumah mertua.


Aku pun mengikuti apa yang suamiku katakan.


Karena bagaimanapun surga istri ada pada suami.


Padahal dalam hati aku ingin sekali tinggal dekat dengan orang tuaku kala itu.


Selang 1 tahun pernikahanku dengan mas yoga, kami dibuatkan rumah oleh mertua ku. Rumah kami juga tidak begitu jauh mungkin hanya beda rt saja dan masih berada dalam satu perdusunan.


Disela-sela kesibukan ku mengurus anak dan suami, aku sibukan diriku dengan berjualan aneka jajanan pasar.


Dari jam 2 dini hari aku sudah bangun untuk membuat dagangan ku.

__ADS_1


Nanti kalau sudah adzan subuh barulah aku kepasar, untuk menitipkan dagangan.


Dengan aktivitas yang ku lakukan setiap hari aku merasa tidak kesepian dan bosan.


"Dek, siapa yang nelfon?


Oh ya kamu nggak jualan besok? kok jam segini belum mulai."


"Ibu tadi yang nelfon, libur dulu aku mas.


Lagi capek hati badan dan fikiran."


(jawab ku ketus kepadanya).


''Ya udah nggak papa dek. Nggak usah ngoyo terus, kamu juga perlu istirahat.


Besok kalau mau ketempat ibu kesana aja dek.


Nanti kalau mas udah pulang kerja aku susul kesana."


"Iyaa gampang besok mas.


Ayo makan malam dulu mas,biar alzam nonton TV dulu."


"Iya dek ayoo, mas lagi pengen mie goreng kamu buatin ya."


"ya mas." ( jawab ku singkat) .


"Gantengnya ibuk, kamu nonton TV dulu ya. Ayah sama ibu mau makan dulu."


(sambil kukecup pipi putraku ini).


''Iyaa buk, tapi jangan lama-lama ya."


"Okey baby."


Setelah 20menit kami makan bersama, segera ku susul alzam yang sedang menonton TV.


"Dek, mas hari ini capek banget.


Mas tidur duluan yaa? "


"Tumben baru jam delapan udah ngantuk, ya udah sana gih tidur.


Aku sama alzam masih mau nonton TV dulu."


Setelah mas yoga pergi kekamar aku ambil handphone ku dan ku buka aplikasi whatsapp.


Aku lihat kontak mas yoga dan ternyata masih online terus.


Aku pantau sekitar 10 menit dan ternyata tetap sama masih online terus.


Aku pun mengajak alzam untuk ikut aku kekamar, aku beri penjelasan bahwa aku sudah ngantuk jadi dia nurut mau ikut kekamar.


Padahal dia masih ingin nonton TV.


Sengaja aku tak bersuara waktu masuk kamar.


Aku lihat mas yoga masih bersama gadgetnya dan sambil senyum-senyum.


"Katanya ngantuk kok online mulu.


Berarti kalau ditemenin handphone nggak ngantuk ya? mungkin ya ada dihandphone nya bisa bikin hati berbunga-bunga gitu ya."


(sindirku padanya).


"Apaan sih dek, ini tadi aku udah merem tiba-tiba teman kantor ku besok ngajakin voli habis kerja besok.


Terus kita bercanda-candaan jadi mas nggak jadi ngantuk deh."

__ADS_1


__ADS_2