
Dini: "Mas, setelah aku tahu semuanya tentang perselingkuanmu dengan Mila. Aku merasa sangat terkhianati dan kepercayaanku padamu telah dirusak."
Mas Yoga: "Dek maafkan aku. Aku sangat menyesal atas kesalahanku dan tidak bermaksud menyakiti hatimu."
Dini: "Bagaimana aku bisa mempercayaimu lagi setelah apa yang kamu lakukan? Aku sangat sakit hati dan merasa seperti dunia ini runtuh."
Mas Yoga: "Aku mengerti perasaanmu, Dek.Tapi aku janji akan bekerja keras untuk memperbaiki kepercayaan kita dan memperbaiki hubungan kita kembali. Aku sangat mencintaimu dan tidak ingin kehilanganmu."
Dini: "Aku juga mencintaimu, Mas. Tapi aku tidak tahu bagaimana cara memulihkan hubungan kita setelah semua ini terjadi."
Mas Yoga: "Mari kita cari bantuan bersama-sama, Dek.
Kita bisa mencari terapi atau konseling untuk membantu memperbaiki hubungan kita dan membangun kembali kepercayaan dan kasih sayang yang telah hilang."
Dini: "Baiklah, kita akan mencoba. Tapi kamu harus tahu bahwa perjalanan ini tidak akan mudah, dan kamu harus membuktikan bahwa kamu benar-benar berkomitmen untuk memperbaiki hubungan kita."
Mas Yoga: "Aku akan melakukan segala yang aku bisa, Dek. Aku tidak ingin kehilanganmu dan akan berjuang untuk memperbaiki hubungan kita."
Meskipun Dini sangat sakit hati dan merasa kepercayaannya pada Yoga telah dirusak, setelah berdiskusi dan bekerja sama untuk memperbaiki hubungan mereka melalui terapi atau konseling, Dini memberikan kesempatan kedua pada Yoga.
Yoga berkomitmen untuk memperbaiki kesalahannya dan menunjukkan pada Dini bahwa ia benar-benar mencintainya dan ingin membangun kembali kepercayaan dan kasih sayang yang telah hilang. Dini juga menyadari bahwa hubungan yang baik memerlukan kerja keras dari kedua belah pihak dan ia memberikan kesempatan kedua pada Yoga.
Mereka berdua belajar untuk saling memaafkan dan saling mempercayai satu sama lain, dan akhirnya berhasil memperbaiki hubungan mereka dan menjadi lebih kuat sebagai pasangan.
Dini: "Mas Yoga, aku masih sangat sakit hati dan kepercayaanku padamu telah rusak karena perselingkuhanmu dengan Mila. Tapi aku ingin memberikan kesempatan kedua padamu untuk memperbaiki hubungan kita."
Mas Yoga: "Terima kasih Dek, aku sangat berterima kasih atas kesempatan ini. Aku benar-benar mencintaimu dan aku ingin memperbaiki kesalahanku. Aku tahu aku telah menyakitimu dan aku ingin meminta maaf atas semua yang telah aku lakukan."
Dini: "Aku tahu kamu mencintai aku, tapi bagaimana aku bisa mempercayaimu lagi setelah yang telah kamu lakukan?"
Mas Yoga: "Aku memahami hal itu. Tapi aku berjanji pada kamu bahwa aku akan bekerja keras untuk membangun kembali kepercayaanmu dan kasih sayang kita. Aku ingin kita menjadi pasangan yang lebih kuat dan lebih baik daripada sebelumnya."
Dini: "Aku harap kamu serius tentang itu dan aku akan mencoba untuk memaafkanmu. Tapi hubungan yang baik memerlukan kerja keras dari kedua belah pihak."
Mas Yoga: "Aku mengerti Dek, dan aku siap untuk melakukan apapun yang diperlukan untuk memperbaiki hubungan kita. Aku berjanji untuk tidak pernah lagi menyakitimu."
Dini: "Baiklah, mari kita mencoba untuk memperbaiki hubungan kita. Tapi aku juga ingin kita mengikuti terapi atau konseling agar kita dapat memperkuat hubungan kita."
Yoga: "Aku setuju Dek. Kita akan melakukan apapun yang diperlukan untuk memperbaiki hubungan kita. Terima kasih atas kesempatan kedua ini."
Setelah memberikan kesempatan kedua pada Mas Yoga, aku merasa perlu menegaskan hal yang penting bagi dirinya, yaitu meminta Mas Yoga untuk menjauhi Mila.
Dini: "Mas, aku ingin membicarakan sesuatu yang penting. Aku ingin kamu menjauhi Mila."
Mas Yoga: "Apa maksudmu Dek?"
Dini: "Kamu tahu sendiri bahwa perselingkuhan kita dimulai karena kedekatanmu dengan Mila. Aku takut hal itu terulang lagi dan aku tidak ingin kehilangan kamu lagi."
__ADS_1
Yoga: "Aku mengerti perasaanmu, Dek. Tapi Mila adalah rekan kerjaku, aku tidak bisa menghindarinya sepenuhnya."
Dini: "Aku bukan meminta kamu untuk tidak bekerja sama dengannya.
Tapi aku meminta kamu untuk tidak berhubungan dengan Mila lebih dari yang diperlukan dan menjaga jarak. Aku ingin kita fokus pada hubungan kita sendiri dan memperbaikinya."
Mas Yoga: "Baiklah Dek,aku akan mencoba untuk menjauhi Mila sebisa mungkin.
Tapi aku berharap kamu juga bisa memaafkan Mila dan memperlakukannya dengan baik ketika bertemu."
Dini: "Tentu saja, aku tidak punya masalah dengan Mila secara profesional. Tapi di luar itu, aku ingin kita berdua fokus pada hubungan kita dan membuatnya lebih kuat dari sebelumnya.
Setelah kejadian itu, aku jadi lebih sering meminjam handphone mas Yoga.
Karena aku ingin tau perubahan seperti apa yang akan dia berikan kepada ku.
" Mas, aku mau pinjam handphone kamu dong." (Pintaku pada suamiku).
"Langsung ambil aja Dek, mas lagi mau mandiin burung diluar.
Oh iya buatin mas kopi dulu ya? "
"Oke Mas, kamu tunggu aja diluar. "
Segera aku buatkan kopi untuk mas Yoga, dan aku suguhkan diluar saat dia memandikan burung.
Kugulir-gulir aplikasi pada layar ini, dan ternyata tidak ada apapun.
Aku sempat berfikir waktu pertama kali mengetahui sesuatu diantara mereka, aku melihat handphone nya tidak ada apa-apa.
Tapi waktu itu dia juga masih berbohong kepada ku.
Apa mungkin sekarang juga seperti itu.
(Gumamku Dalam Hati).
Karena aku sangat jenuh dirumah, aku putuskan untuk membeli bahan-bahan dagangan ku kepasar.
Karena sudah berhari-hari aku tidak jualan, jadi bahan-bahan harus beli dulu.
Ketika akan pergi, putraku Alzam masih tidur siang.
Aku memutuskan untuk tidak mengajak nya, dan aku berpesan pada Mas Yoga untuk menjaga Alzam.
"Mas, Aku mau kepasar, beli barang dagangan. "
"Oh iya dek, mau diantar apa mau sendiri?"
__ADS_1
(Tanya Mas Yoga padaku).
"Sendiri aja mas, titip Alzam ya mas!
Dia masih tidur, nanti kalau udah bangun terus nangis cariin aku kamu gendong ya! "
"Oh gitu dek, iya mas jaga kok. Ya udah Hati-hati ya dijalan!"
"Iya Mas, Asalamualaikum. "
"Wa'alaikumsalam Dek. "
Bergegas aku melajukan motor ku dengan kecepatan sedang, menuju toko bahan-bahan Roti dan plastik.
Setelah Dua puluh menit, akhirnya aku sampai ditoko Bahan-bahan kue dan plastik.
Langsung saja aku masuk dan kupilih keperluan yang dibutuhkan.
Ketika disana tanpa sengaja dan janjian, aku bertemu dengan Rossa.
"Rossa? " (Panggil ku padanya).
"Ya Allah dini, kamu disini juga? Wah kenapa bisa kebetulan seperti ini ya. "
"Aku mau nyari keperluan bahan-bahan
buat bikin dagangan besok. Kamu cari apa Ross?
Habis nya aku bosen Ross, kalau nggak aku hibur seperti ini aku malah cuma sedih terus nggak ada habis nya."
"Aku lagi cari margarin buat stok dirumah.
Nah gitu dong Din, Gue suka gaya lu.
Kamu jadi wanita harus yang tegas. Biar nggak diinjak-injak sama lelaki.
Jadi kamu hibur diri kamu dengan segala apa yang kamu inginkan. Intinya kamu harus nikmatin ini hidup, oke. "
"Iya Bestie ku, terimakasih banyak pokoknya.
Main yuk kerumah ku?. (Ajakku pada Rossa).
" Yahh, sayang sekali Din, kebetulan nanti sore aku harus nganterin suami kebandara. Dia besok udah harus kerja.
InsyaAllah lain kali aja ya say? "
"Oke Baik lah, ya sudah ayo kita bayar kekasir!"
__ADS_1
Setelah itu, akhirnya kami berpisah dan kembali ke rumah masing-masing.