
"Haha, kamu pikir umur segitu masih muda ya? itu udah tua kali."
"Biarin dong din, aku lagi menikmati masa muda ku.
Lagian aku masih ada empat semester masih kurang sekitar dua tahun lebih lah kuliah ku."
"Bilang aja kalau nggak laku mell,Hehehe."
(ejekku kepada nya, karena memang kami senang bercanda satu sama lain. dan itu tidak akan memicu pertengkaran).
"Dasar luuu tukang bully, aku tu ya din banyak yang naksir.
Kemarin tu aku pulang udah ada bapak sama anak dari kampung sebelah yang mau ngelamar aku tau. ''
"Terus kamu Terima apa nggak mell?"
"Nggak lah din, dia duda anak satu.
Terus anak nya udah SMK, ya aku malah takut dong.
Nanti malah anak nya yang suka sama aku. jadi ngeri kan."
"Gilak, pede banget lu mel.
Ya memang jodoh udah ada yang ngatur mell. Yang terpenting kamu jangan terlalu sering menolak lamaran orang mell,takutnya nanti ada yang nggak Terima .
Terus dia bisa ngelakuin berbagai cara yang nggak terduga."
"Iya sih din, ngeri juga yaa kalau sampai terjadi.
Tapi amit-amit deh jangan sampai."
"Iya-iya bu bidan yang cantik sekampung.
Ya udah kita duduk dulu yukk!
Aku buatin cokelat panas kesukaan kamu."
"Masih ingat aja nih bestiku satu ini."
"Pastinya, ya udah tunggu dulu ya!
aku masuk kedalam."
Lalu aku menuju kedapur, segera kubuat dua gelas cokelat panas untuk ku dan melly.
Sebelum aku keluar, aku lihat dulu Alzam. ternyata dia masih tertidur pulas.
Aku pun berpesan kepada ibu, agar nanti jika alzam bangun segera memanggilku.
"Buu, nanti kalau alzam panggil aku ya bu!
aku ada diluar sama melly ngobrol bu."
"Oh melly kesini to, ya udah sana ngobrol-ngobrol.
Lagian udah lama dia nanyain kamu terus,ibu mau lanjut masak lagi."
"Siap ibu." ( jawab ku padanya).
"Ini bestie, cokelat panas sudah ready khusus untuk sahabat ku yang paling cantik. "
"Bisa aja kamu din, tapi btw terimakasih ya? "
"Iya sama -sama, ya udah yuk kita minum."
"Din ngomong-ngomong suami sama anak kamu mana?"
"Belum bangun mell, paling an bentar lagi."
"Ohh begitu ya,kapan-kapan main ke kontrakanku di jogja din.
Kebetulan dua bulan lagi aku nggak ada libur.
Soalnya aku udah buka praktik disana."
__ADS_1
"Wahh selamat ya mell, semoga sukses kamu disana. Insya-Allah kalau ada waktu aku main kesana deh."
"Bener lho din, aku tunggu pokoknya.
Nanti aku ajak healing ke mana-mana deh."
"Ahhh yang bener nih mell "
"Iyalah din, masa aku boong sih.
Kaya nggak tau karakter ku gimana kamu."
"Hahaha iya iya Mel aku cuma bercanda kok."
Ketika kami ngobrol dan sedang asyik bercanda, bapak pulang dari jogging pagi.
"Assalamu'alaikum."
"Wa'alaikumsalam pak, sudah pulang sampean pak?"
(tanya ku kepada bapak).
"Sudah nduk, kamu masih disini to mell? itu tadi ibumu berpesan pada bapak, katanya kalau kamu masih disini diminta untuk pulang dulu.
Disuruh bantuin masak katanya."
"Walahh iya pakde, sampe lupa aku.
Wah pasti ngomel-ngomel itu ibu,padahal libur-libur mau nyantai pakde.
Ehh malah disuruh masak,apes dehh."
"Pie to nduk, ya ndak papa namanya anak prawan harus bantuin ibu ne.
Yawes dilanjut dulu, bapak mau kedalam mau minum."
"Engeh pak." ( jawab ku pada bapak).
"Din, aku pamit dulu ya?
Kita lanjut di whatsapp oke?"
"Okee Mell, Hati-hati ya kalau kuliah sama kerja!
Pokoknya jadi perempuan harus bisa jaga diri."
"Pasti din, ya udah Aku pulang ya?
Aku tunggu main ke Jogja nya."
"Oke mell, dadada."
Setelah itu aku langsung membereskan bekas minuman ku dengan melly tadi.
Segera aku masuk ke rumah, berniat untuk membantu ibu memasak.
Ternyata perkiraan ku salah, ternyata ibu sudah selesai.
"Wahh, sudah selesai ya bu?
Padahal mau tak bantuin lhoo."
"Sudah nduk, ayo ikut sarapan sama ibu dan bapak."
"Iya bu nanti aja, bareng sama mas yoga Sama Alzam.
Ya udah aku lihat mereka dulu ya bu? sudah bangun apa belum.''
" Iya nduk. "
Kulihat mereka belum juga bangun, dalam batinku (ahh aku lihat aja handphone nya mas yoga).
Akupun langsung mengecek satu persatu dalam handphone mas yoga.
Ternyata aman tidak ada yang mencurigakan lagi.
__ADS_1
Aku pun berfikir bahwa benar mas yoga menepati janjinya.
Tapi dalam sisi lain kenapa dia masih sering mainan handphone tanpa kenal waktu.
(Ahh sudah lah, lebih baik aku percaya).
Karena kebetulan mereka belum bangun, aku memutuskan untuk mandi terlebih dahulu.
Dan karena efek pergulatan ranjang tadi malam bersama suami ku, aku harus keramas pagi-pagi.
(Ahh sial, gumamku sambil tersenyum).
Lalu aku segera bergegas kekamar mandi. dan setelah selesai sebenarnya aku mau memakai baju.
Tapi dari belakang tiba-tiba ada yang memeluk ku,sontak aku kaget kala itu.
"Yaampun mas, kamu tu ya sering banget ngagetin aku. Kamu udah bangun?"
"Ya kalau belum bangun, mana mungkin bisa peluk kamu dek."
Akupun hanya bisa tersenyum dan tersipu.
"Pagi-pagi udah keramas terus cuma pakai handuk lagi.
Hayoo emang habis ngapain?"
(goda mas yoga padaku).
"Ihh mas, jangan mulai lagi deh.
Aku kan jadi malu,ebih baik kamu mandi gih. Habis itu kita sarapan. "
"Tapi aku mau mandi bareng dekk."
(rayu mas yoga padaku)
Dengan susah payah mas yoga mengajak ku , ternyata hanya berbuah zonk.
Akupun hanya bisa tertawa cekikikan.
"Ibu, Ayah selamat pagi."
Suara buah hati ku, membuat ibu dan ayah nya terlihat gugup begitu saja.
"Mas sana dulu alzam bangun, Aku mau ganti baju dulu ."
"Yahh gagal dek.
(gerutu mas yoga)Yaudah deh mas gendong Alzam dulu."
" Se*lamat pagi kesayangan ayah, baru jam 06:40 kok udah bangun sih. Pasti karena mau jalan-jalan ya?"
"Iyaa dong yah, kan aku mau lihat gajah, kuda, harimau terus masih banyak lagi.
Ibu dimana yah? "
"Oke deh jagoan ku,ibu baru ganti baju habis mandi .
Sini ayah gendong kita ganti pampers terus mandi ya! "
"Iya ayah*. "
Setelah selesai mengganti baju, segera kususul anak dan suamiku diranjang tempat tidur.
"Ehh alzam udah bangun ya? sini ibu mandiin ya, habis itu kita sarapan dulu.
Tadi udah ditunggu mbah Putri sama mbah kakung lho,biar ayah mandi juga."
"Tapi bu, aku mau dimandiin ayah."
Karena Alzam terus merenggek, akhirnya mas yoga yang memandikan nya.
"Ya udah nggak papa dek, biar mas yang mandiin."
"Ohh ya udah mas." (Jawab ku padanya).
__ADS_1