Suami Nakalku

Suami Nakalku
Bab 13


__ADS_3

Pagi yang cerah membuat suasana hati menjadi riang gembira.


Ya apalagi berlibur dengan keluarga, kebetulan kami sudah jarang sekali liburan bersama.


Gembira Loka Zoo menjadi pilihan mas Yoga untuk liburan kami.


...****************...


Gembira Loka bertempat di Yogyakarta. Tempat yang begitu dinikmati oleh wisatawan terkhusus untuk anak-anak.


Disana kita dapat melihat berbagai hewan dan satwa.Bahkan kita bisa berbelanja souvenir dan oleh-oleh, bahkan baju pun juga ada.


Gembira Loka Zoo merupakan kebun raya dan kebun binatang yang memiliki berbagai wahana rekreasi seperti interaksi satwa, kolam sentuh, kolam tangkap, terapi ikan, perahu kayu, skuter air, atv,bumper boat, speed boat, perahu katamaran dan lain-lain.


Memiliki berbagai fasilitas seperti akses wifi internet, food court (kuliner), kursi roda, gelang anak, mushola,k dan banyak lagi spot foto.


"Ayah, ayo cepat kita naik mobil, aku udah pengen banget lihat gajah.


Ibu cepat bu ayo cepat masuk mobil,


oh bentar aku belum masukin pesawat tempur yang dibeliin mbah kakung kemarin aku ambil dulu ahh. "


"Sabar sayang, ibu lagi beresin baju sama mau beresin kamar.


Masa mau pulang kamarnya berantakan.


Ya udah itu mainan kamu diambil semua taruh kemobil, minta tolong ayah suruh bantuin.


Ayah lagi manasin mobil diluar. "


Belum sempat menjawab perintah ku Alzam sudah lari-lari keluar rumah.


Sambil ku beresin aku sengaja menelfon bestiku, rencana mau aku ajak ikut ke Gembira Loka.


"Halo rotss, kamu lagi ngapain? ikut jalan-jalan yuk."


"Ngak ngapa-ngapain ini Din, pas banget aku lagi gabut nih.


Kemana emang nya?"


"Gembira Loka Zoo, biasa lah bisa nyenengin anak."


"Berangkat jam berapa? aku langsung kesana aja ya nanti, kita ketemu disana."


"Bentar lagi aku on the way say, kamu bawa sibayi kan?"


"Iya deh aku bawa dua anak sekaligus, kebetulan banget sih ini suami lagi libur kerja nya."


"Wahh kebetulan banget ya.


Ya udah kamu prepare dulu, aku juga prepare nih.


Daa kita calling-calling ya nanti sampai ketemu disana."


"Okeee bestie." (jawab rossa).


Setelah itu ku lanjutkan beberes barang-barang yang akan aku bawa piknik dan pulang.

__ADS_1


Lalu setelah selesai, dan kupastikan semua tidak ada yang tertinggal lanjut aku mencari ibu yang kebetulan saat itu sedang sibuk menyiapkan oleh-oleh untuk mertua ku.


Karena menurut ibu walaupun hanya ala sekedar nya yang terpenting untuk menyambung silaturrahim dan sebagai tanda katresnan (menurut orang Jawa).


''Ibu ngapain? sibuk sekali.


Kami nggak usah dibawa-bawain seperti itu to bu.


Yang terpenting ibu sama bapak sehat terus ya."


(Dengan segala upaya aku menahan air mata, sekecil air mata ini jatuh juga).


"Maafin aku ya bu, belum bisa jadi anak yang bisa membahagiakan orang tua.


Malah hanya sering membuat ibu kerepotan terus menerus."


"Kamu itu ngomong opo to nduk, orang tua itu melihat anak, menantu dan cucu senang, kami sudah cukup nduk.


Jangan berfikir seperti itu, kasih sayang ibu itu sepanjang masa.


Dan sampai kapan pun tidak akan terputus.


Bahkan jika kamu itu sedih, ibu sering kali bisa merasakan itu.


Makanya kamu itu sekarang sudah mempunyai tanggungjawab sendiri nduk, jangan kamu anggap berumah tangga itu enak.


Jika kamu sedang di uji dengan kesulitan ekonomi, Terima dengan legowo. Suatu saat nanti Allah SWT akan memberikan kebahagiaan untuk mu.


Dan jika dalam rumah tangga mu itu ada orang ketiga, jangan putus asa. Maksud ibu sebaik-baiknya laki-laki pasti akan merasakan kejenuhan.


Karena laki-laki itu melakukan suatu hal hanya dari pemikirannya dulu, setelah itu baru dirasakan.


"Iya bu, dini paham maksud ibu bagaimana. Terimakasih ya bu selalu ada dan selalu tau apa yang aku mau.


Ibu memang yang terbaik."


(langsung kupeluk ibuku dengan jatuhnya air mata yang membasahi pipi ini).


"Sudah nduk, jangan nangis udah gede.


Malu nanti dilihat sama Alzam.


Ya sudah sana masukin barang-barang kamu, terus masukin juga ini oleh-oleh buat kamu dan besan ibu.


Ini sudah ibu pisahin nanti tinggal kamu kasih aja."


"Engeh bu, ya udah dini kedepan dulu ya?"


"Iya nduk."


Bergegas aku keluar menuju tempat mobil terparkir, segera kumasukkan barang-barangku serta oleh-oleh yang diberikan oleh ibu.


Kala itu kulihat anak ku begitu bahagia yang sedang me-ngelap mobil bersama Ayah nya.


"Ya ampun nak, ngga usah main air nanti bajunya basah.


Ini ibu udah beres semua kita tinggal berangkat."

__ADS_1


(sambil memasukkan oleh-oleh dari ibu)


"Kamu bawa apa dek? itu dalam kardus. Sekalinya bawa dua dus lagi."


" Oleh-oleh dari ibu mas, yang satu buat kita satunya lagi buat ibu mertua."


"Wah dek, bilang sama ibu nggak perlu repot repot seperti itu.


Oh iya ngomong-omong motor kamu dimana?"


"Namanya juga ibu mas, kalau nggak aku bawa nanti pasti sedih.


Motornya udah dirumah kita mas, kemarin dibawa sama sopir nya Rossa.


Terus kuncinya aku suruh titipin ke ibu."


"Oh gitu dek, ya udah.


Ayo pamit dulu sama ibu dek, Alzam ayo pamit dulu sama mbah uti."


Tanpa menjawab, langsung aku masuk kedalam rumah untuk berpamitan dan mengambil handphone serta tas pocketku.


Sembari kupakai sepatu kets sneakers berwarna putih yang kupadukan dengan outer yang aku kenakan.


Dengan berbalut celana kulot jeans serta kaos putih yang kupakaikan outer hitam kotak.


(dalam hati ternyata aku cantik juga ya hehehe).


"Ibu kami pamit dulu ya."


(kata mas yoga, ketika itu ibu sedang duduk di ruang tamu sambil menonton televisi).


"Iya le Hati-hati, Nanti kalau bawa mobil jangan ngebut -ngebut.


Alzam sini, peluk cium mbah uti!"


(Sambil mencium dan memeluk mbah uti)


"Mbah uti jangan sedih, besok aku sama Ibu dan Ayah kesini lagi ya.


Kita mau liburan dulu lihat gajah, okeee jangan sedih yaa bilang sama mbah kakung juga ya ti.


Besok suruh beliin aku truk oleng yang telolet itu lhoo ti."


"Hehe iya cucuku sayang ,pasti kalau itu. Nggak boleh nakal ya cucu uti,kan udah besar bentar lagi mau sekolah."


(sambil mencubit hidung alzam).


(alzam hanya tertawa cekikikan).


"Iya udah ya bu, kami pamit dulu keburu siang.


Ibu jaga kesehatan ya? InsyaAllah minggu depan kami kesini lagi."


"Iya nduk, yoga titip anak dan cucu ku lho ya."


"Engeh bu, pasti itu."

__ADS_1


Lalu aku berjalan menuju depan teras, tempat mas yoga memparkirkan mobil.


Dengan disusul ibu yang sedang mengantarkan kepergian kami.


__ADS_2