Suami Nakalku

Suami Nakalku
Bab 4


__ADS_3

"Coba lihat chat nya mas, aku kepo pingin lihat.


Kebetulan aku ngantuk tapi alzam belum tidur, siapa tau setelah lihat chat teman mas yoga aku jadi nggak ngantuk."


"Apaan sih dek, kok kaya gitu.


Chat nya udah mas hapus,tadi hpnya memori penuh jadi aku hapusin semua chat.


Ya udah mas tidur duluan ya, alzam ayo ikut ayah tidur! "


"Nggak mau yah, aku mau tidur sama ibu aja nanti." ( jawab alzam pada ayah nya).


"Alzam, ibu bikinin susu terus tidur ya.


Biar besok nggak kesiangan kita ketempat mbah uti sama mbah kakung.


Kata uti alzam dibeliin mainan lhooo."


(Rayuku pada alzam biar mau tidur).


Tak lama kemudian alzam pun tidur.


Kulihat mas yoga seperti nya juga sudah angler tidurnya.


Diam-diam kuambil handphone nya dan ku cek semua aplikasi yang ada


dari whatsapp, Facebook, instagram masih aman.


Lanjut aku cek galeri foto sontak aku terbelalak, dari riwayat whatsapp image ada foto mila yang habis mandi.


Buru-buru aku screenshot dan kukirim pada handphone ku.


Bergegas aku cek yang lain masih aman.


Aku tenangkan hati dan diri ini,dan aku berniat untuk tidak terlalu gegabah dan mengungkap ini semua.


Suasana hening malam itu, membuat air mata ku membasahi pipi ini.


Padahal sudah kutahan dan ku bendung dari tadi, tapi ternyata aku pun tak sanggup menghadapi ini semua.


Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 00:00 .


Karena mungkin mata ku sudah lelah menangis jadi aku putuskan untuk segera tidur.


Alarm yang kustel pukul 04:00 berdering untuk beberapa saat.


Akupun bangun dan tak lama kemudian adzan subuh berkumandang.


Segera kuambil wudhu dan kutunaikan sholat.


Usai sholat aku berdo'a kepada sang Pencipta yang maha pengasih dan penyayang.


"Ya Allah ya Rabbi, Ampunilah segala dosa-dosa ku dan dosa kedua orang tua ku. B**erikan lah aku kekuatan, kesabaran dan keikhlasan agar hamba bisa menjalani kehidupan ini dengan ikhlas.


Dan tunjukkan lah jalan mu agar hamba bisa mengetahui apa yang sebenarnya terjadi antara suami hamba dan mila ya Allah**.


Hanya Kepada Mu Ya Rabb Hamba Meminta Dan Memohon Pertolongan Mu.


Semoga Engkau Mengabulkan Doa Ku Ini. Amin Ya Rabbal alamin."


Usai sholat, segera ku lakukan aktivitas seperti biasa.


Segera ku buat sarapan dan lanjut mencuci piring.


Sembari menunggu matahari memancarkan sinar nya ku stel lagu yang lagi Hits saat ini.


" S****un, sembur esem iki.

__ADS_1


masio tah udan jero ati, no no wujud e ulih e ngenteni lungset ati iki.


riko ngajaki pisahan, sak temene isun salah paran..


welas ring ati wes sing ono liyo, sulung tah suloong riko apuo.


tau tah isun ngeliyo,


uwah roso ambi riko


tau tah isun ngeloro


tapi riko suloyo uwah janji lan roso.


Sarapan dan teh sudah siap dimeja makan. Pukul 05:30 cuaca mendung jadi langit masih sedikit gelap.


Sambil menyapu, aku masukan cucian kedalam mesin cuci.


Tiba-tiba aku teringat, bahwa kemarin aku membeli daging yang belum aku masak.


Lalu aku segera memasak nya dan nanti mau tak bawa kerumah ibu dan kerumah ibu mertua ku.


Pukul 06:00 tepat akhirnya pekerjaan ku selesai.


Segera aku menuju kamar, dan ku bangunkan mas yoga.


Tanpa sengaja saat aku ingin membangunkan tiba-tiba handphone mas yoga berdering.


Aku lihat ternyata mila yang menelfon, aku angkat saja walaupun sebenarnya aku tau maksudnya dia menelfon pagi-pagi seperti ini.


"Hallo mas, cepat bangun terus siap-siap kita ketemu dikantor."


"Ini aku dini, mas yoga belum bangun.


Emang kenapa kok harus cepat-cepat kekantor?


"Ehh, emhhh itu din nganu, maaf maksud aku kita ada meeting dengan client.


Jadi aku mau ingatkan mas yoga, biar nggak datang terlambat."


"Ohhh gitu, nggak usah gugup.


Nanti aku sampein, ya udah aku tutup telfonnya."


"Mas bangun udah jam 06:00,tuh mila nelfon."


''Ohh iya dek, dia bilang apa emang nya?" (tanya mas yoga kepada ku).


"Dia nyuruh mas datang cepat kekantor. Katanya mau ada meeting dengan client,jadi nggak boleh telat.


Ya udah bangun dulu gih terus mandi,habis itu sarapan udh siap."


"Iya dek aku mandi dulu ya."


"Emang kalau mandi nanti handphone nya nggak kesiram air mas?


Mandi aja harus bawa handphone.


Sini biar aku bawain,kamu mandi dulu."


Mas yoga pun menurut padaku, tumben nggak seperti biasanya yang sering debat masalah handphone.


Mumpung alzam belum bangun, aku sempatkan dulu mengantarkan rendang yang aku buat tadi kerumah ibu mertua.


Sekalian mau pamitan bahwa nanti mau nginep kerumah ibu.


Langsung saja aku anter kerumah ibu mertua, dan sampai sana ibu bertanya padaku.

__ADS_1


"Nduk, apa masak banyak kok dianter kesini banyak banget?"


"Nggak papa buk, kebetulan nanti aku mau kerumah ibu.


Mungkin dua hari kami disana ,besok kan hari sabtu mas yoga libur sampai minggu bu.


Oh iya ini kunci rumahnya bu."


"Owalah gitu too, ya udah kalau gitu.


Ya wes kamu gek pulang,keburu alzam bangun nanti nangis nduk,matur nuwun yoo?"


"Iyaa bu dini pamit bu. Asalamualaikum."


" Wa'alaikumsalam nduk."


Sampai rumah kulihat mas yoga sudah selesai mandi dan sudah duduk di meja makan.


"Dari mana dek? ayo ikut sarapan bareng mas."


"Dari nganterin rendang ketempat ibu mas, sekalian nitipin kunci."


"Ya dek, ayo sarapan dulu. Ohh yaa


nanti kalau mas nyusul nya agak malam gimana dek? soalnya Rio ngajak voli dulu."


"Iya terserah kamu aja mas, yang penting ikut kesana.


Gek dimakan sarapan nya, aku belum lapar.


Ya udah aku nyapu taman dulu mas sekalian nyiramin tanaman."


Ketika aku sedang menyiram tanaman, kudengar handphone ku berbunyi.


Aku pun mengernyitkan dahi, nomor baru siapa ini batinku dalam hati.


"Hallo, siapa yaa?" (Tanya ku padanya).


"Ini rossa din, save nomorku yeee.


Lagi ngapain luu din?"


"Ohhh kamu Ross, ini lagi ditaman nyiram tanaman.


Tumben mahmud pagi-pagi nelfon?"


( tanya ku pada Rossa).


"Gabut gue din, anak ku yang besar ikut nenek nya kepasar terus sibayik masih tidur.


Oh iya nanti siang kita me time yuk ke salon."


"Terus bayik luuu gimana Ross?


Apa nggak kasian kalau diajak."


"Tenang aja kan ada baby sister din, gue udah sebulan nih ga nyalon.


Rasanya nggak enak banget."


"Oke deh Ross, kebetulan aku nanti ketempat ibu.


Jadi nggak terlalu jauh nanti kita ketemu nya."


"Siapp din.


Udah dulu ya din,sibayik nangis nih see you."

__ADS_1


"Okee Ross, see you too."


__ADS_2