Suami Nakalku

Suami Nakalku
Bab 15


__ADS_3

Sementara dijalan rossa terjebak macet yang memungkinkan mereka datang telat.


"Duh gimana nih pa, Bisa-bisa kita telat ketemu sama dini disana. "


"Ya sabar ma, namanya aja juga macet kan ini long weekend.


Mending kamu telfon dini, bilang kalau kita terjebak macet.


Kemungkinan setengah jam lagi baru sampai."


"Iya deh pa aku telfon dia.


Sus tolong gendong chika tadi udah minum asi terus ini kayaknya mau tidur.


Oh iya Brian sini duduk sama mama, nanti mama kenalin sama anak teman mama namanya alzam. "


"Gede an siapa ma aku sama alzam?"


(tanya Brian dengan polos nya).


"Umurnya hampir sama sayang, mungkin cuma selisih setengah tahun.


Ya udah kamu lihat ******* kamu dulu ya. Mama mau telfon tante dini. "


"Hallo din, kamu udah sampai ya? maaf banget ya aku telat.


Ini kejebak macet parah, kemungkinan nyampe nya sekitar 30menit lagi. "


"Ohh iya Ross, it's okay, nggak papa nyantai aja.


Ini aku udah lihat-lihat satwa, soalnya alzam rewel nggak sabar suruh nunggu.


Nanti calling aja ya kalau udah sampai? "


"Makasih ya din.


Oke dilanjutkan dulu nontonnya bye din."


(Sembari mengakhiri panggilan dini, diseberang jalan sebelah kiri ku aku lihat wanita yang tidak begitu asing bagiku.


Ya dia adalah mila, wanita yang dikabarkan sedang dekat dengan suami sahabat ku dini.


Aku pun kepo dengan nya, kenapa dia juga ada dijalur gembira loka? aku bertanya-tanya dalam hati.


Sementara suamiku bertanya pada ku.


"mama lihatin siapa sih, kok kaya penasaran banget? "


"Itu cewek sebelah kiri kita pa."


"Emang kenapa ma dia? cantik kok dia hehe. "


"Ihh apaan sih pa, emang ya cowok kalau lihat cewek itu matanya jelalatan nggak jelas."


"Lhoh mama sendiri lho yang bilangin papa kalau ada cewek,bukan papa yang genit ma. Jangan berlebihan dong. "


"Iya iya pa, maaf. Itu cewek yang dekat sama suami dini, dia teman satu kantor.


Dan dia dulunya juga teman dini waktu kerja. "


"Masa iya ma, yang bilang siapa? "


"Dini pa. Aku juga udah mergokin mereka, sama dini kemarin direstoran."

__ADS_1


"Ya udah ma, cukup tau aja ya.


Nggak usah terlalu ikut campur urusan orang lain. "


"Iya pa, kan dini udah aku anggap sebagai saudara jadi kalau dia kenapa-kenapa aku juga sedih pa.


Mending kita ikutin aja dia, aku curiga dia juga kearah gembira loka."


Setelah terjebak macet dan menghabiskan waktu sekitar setengah jam, akhirnya rossa dan keluarga nya sampai ditujuan.


Dan benar adanya perkiraan rossa, mila juga ada digembira loka.


...----------------...


Sementara itu diujung satwa gajah, terlihat Alzam sedang asyik memberi makan gajah.


Karena memang alzam sangat menyukai gajah, sampai-sampai aku membeli makanan gajah hampir lima ikat.


"Alzam senang nggak? " (tanya ku padanya).


"Iya bu , aku senang banget.


Dibawa pulang boleh nggak bu gajahnya?"


(celoteh alzam).


"Heehehe kamu itu nak bisa aja, nggak boleh sayang.


Soalnya gajah rumah nya harus besar terus makannya harus banyak.


Alzam mau tiap hari nyariin rumput buat ngasih makan gajah? "


"Ibu aja deh yang nyari rumput nya.


"Iya benar sayang, ayah tolong jagain alzam bentar ya?


Aku mau ke toilet sebentar,alzam ibu tinggal dulu."


Sembari berjalan menuju toilet, kubuka handphone ku dan membuat ku terkejut dengan kiriman foto yang membuat ku tak percaya.


Rossa mengirim foto selfie wanita yang begitu aku kenal, ya dia Mila.


Tanpa menunggu lama aku segera menelfon Rossa.


"Maksudnya apa ini Ross? kamu udah sampai ya?"


"Aku udah sampai din, ini baru diparkiran sambil beli tiketnya.


Itu dari dijalan sampai kesini aku lihat Mila, terus aku ikutan ternyata benar dia juga disini. Sepertinya dia udah masuk din.


Kamu dimana aku susul?"


"Aku ditempat gajah, kamu langsung kesana aja ya aku mau ke toilet sebentar.


Alzam Sama mas yoga masih disana."


"Oke din, baiklah. "


Aku lanjutkan perjalanan ku menuju ke toilet, ketika mau masuk ternyata aku berpapasan dengan wanita itu (Mila).


"Eh dini, kamu disini? lagi liburan ya?"


"Iya mil, Sama anak dan suami.

__ADS_1


Kamu sendiri kesini sama siapa? Tumben jalan-jalan kekebun binatang?"


(tanyaku padanya).


"Eh iya din, kebetulan aku cuma sendiri. Lagian bingung mau liburan kemana din. Cuma tancap gas aja, tau-tau udah sampai sini. Oh iya mana Alzam din? "


"Sama mas yoga, ya udah aku mau masuk toilet.


Keburu dicariin alzam."


"Iya din, aku juga mau masuk. "


Dalam pikiran dan hatiku, sedikit curiga.


Mana mungkin mila yang tidak menyukai binatang, bisa berlibur di gembira loka.


Aku sempat berfikir negatif tentang itu, tapi langsung ku tangkis semua pikiran negatif ku itu.


Selesai dari toilet, kulihat Rossa dan suami serta anak nya sudah bergabung dengan mas Yoga dan Alzam.


Langsung kusapa dan berkangen-kangennan dengan mereka.


"Halo dini, cepat kesini aku kangen banget sama kamu." (sambil berpelukan ).


"Iya Rossa, aku juga kangen sama kamu. (sambil berbisik pada rossa) aku juga bertemu dengan mila ditoilet Ross. "


"Terus gimana? papa tolong ajak Brian main dulu ya!


Itu ikut sama Yoga dan Alzam ngasih makan gajah. "


Kala itu ketika tinggal kami berdua, akhirnya kita memutuskan untuk mengobrol.


Sementara suster yang mengasuh chika juga sedang menidurkan chika.


"Terus gimana Mila Din? bilang apa dia sama kamu? "


"Bilang nya dia kesini karena bingung mau pergi kemana, dan tanpa disadari akhirnya dia nympe kesini setelah muter-muter nggak jelas. "


"Terus kamu percaya din? "


"Ya mau gimana lagi aku ros, masa aku mau larang orang buat liburan kesini.


Kan gak logis ros."


"Terus hubungan mu dengan yoga sekarang gimana? apa baik-baik saja atau emang lagi nggak baik?"


"Hubungan kami baik rossa, semenjak semalam setelah kami bertengkar dia meminta maaf padaku dan dia nggak akan ngulangin lagi.


Terus waktu dia tidur aku lihat kontak mila udah diblokir. "


"Ya ampun besti, kamu itu lugu banget sihh. Kan ada Facebook, ada instagram ada twitter ada tiktok juga bisa buat chat din.


Kamu jangan sepolos itu lah din, mending kamu tetap selidiki lagi deh.


Ya bukan maksud aku mau nyuruh kamu biar nggak percaya sama suami kamu.


Tapi yang namanya prediksi kadang ngak ada yang meleset din.


Ya mungkin bisa terjadi atau tidak,


aku bilang seperti ini karena aku sayang sama kamu Din.


Aku nggak mau ada yang nyakitin kamu."

__ADS_1


__ADS_2