
Usai ibu menelfon, segera kutidurkan alzam disamping ku.
Karena aku malas untuk berbicara dengan mas yoga jadi aku memilih untuk diam.
Padahal dari tadi dia selalu ingin berbicara padaku. tapi aku hanya diam, karena maksudku aku hanya ingin tenang dulu.
Jika nanti aku sudah tenang pasti akan aku bicarakan masalah ini lagi.
Seraya menikmati perjalanan ini, kuambil headset yang ada ditasku dan ku buka YouTube.
Kupilih salah satu chanel pengajian yang menyentuh hati ini.
Yang judulnya adalah:
"Pengajian dan Hadist berumah tangga yang baik tanpa perselingkuhan"
Pengajian dan hadis memang sangat penting dalam membentuk perilaku dan tata nilai dalam kehidupan berumah tangga. Dalam Islam, hubungan suami istri harus didasarkan pada keimanan, saling menghormati, saling mencintai, dan saling memperhatikan.
Untuk menjaga keutuhan rumah tangga dari perselingkuhan, ada beberapa hal yang dapat dilakukan:
Mempererat hubungan suami istri dengan saling berkomunikasi, memahami kebutuhan masing-masing, dan menjaga komitmen dalam hubungan.
Melakukan kegiatan bersama seperti beribadah, menghadiri pengajian atau majelis taklim, atau melakukan kegiatan sosial yang dapat memperkuat hubungan.
Menerapkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari, seperti menjaga akhlak, berbuat baik pada orang lain, menghormati hak-hak suami istri, dan menjaga kepercayaan.
__ADS_1
Menghindari lingkungan yang dapat memicu perselingkuhan, seperti menghindari pergaulan bebas, berkomunikasi dengan lawan jenis secara terbuka, atau berada dalam situasi yang dapat menimbulkan godaan.
Memahami dan mengaplikasikan hadis-hadis yang berkaitan dengan kehidupan berumah tangga, seperti hadis tentang pentingnya saling mencintai dan memperhatikan, atau hadis tentang menjaga kepercayaan dalam hubungan.
Dengan melakukan hal-hal di atas, diharapkan dapat membentuk kehidupan berumah tangga yang baik dan sehat tanpa perselingkuhan, serta dapat meningkatkan keimanan dan kualitas hidup keluarga secara keseluruhan.
Selain itu, ada beberapa hal lain yang dapat dilakukan untuk menjaga keutuhan rumah tangga dari perselingkuhan, antara lain:
Menjaga komunikasi yang terbuka antara suami istri. Dalam kehidupan berumah tangga, komunikasi yang baik dan terbuka sangat penting. Suami istri harus saling memahami dan saling mendengarkan, sehingga masalah atau keinginan dapat diungkapkan secara jujur dan terbuka.
Menghindari perselisihan dan konflik yang berkepanjangan. Perselisihan dan konflik dapat merusak hubungan suami istri dan memicu perselingkuhan. Oleh karena itu, diperlukan kesabaran, keterbukaan, dan pemahaman antara suami istri dalam menyelesaikan masalah atau konflik.
Menghindari perilaku yang dapat merusak hubungan, seperti bersikap kasar, merendahkan, atau mengekang pasangan. Suami istri harus saling menghormati dan menghargai satu sama lain, serta memberikan kebebasan dalam menjalani kehidupan.
Meningkatkan kebersamaan dan membangun kegiatan bersama. Suami istri dapat melakukan kegiatan bersama, seperti berolahraga, berkunjung ke tempat wisata, atau mengikuti kegiatan sosial bersama. Hal ini dapat meningkatkan kebersamaan dan mempererat hubungan suami istri.
Dengan melakukan hal-hal tersebut, diharapkan suami istri dapat membangun kehidupan berumah tangga yang baik dan sehat tanpa perselingkuhan, serta mendapatkan berkah dan keberkahan dari Allah SWT.
Hadist dan dalilnya:
Ada beberapa hadis dan dalil yang berkaitan dengan keutuhan rumah tangga dan menjaga agar tidak terjadi perselingkuhan, di antaranya:
Hadis dari Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra., "Sesungguhnya Allah memperhatikan rumah tangga yang mana dinafkahi olehnya, kemudian suaminya memberikan pahala kepada istri dan istri memberikan pahala kepada suami." (HR. Ahmad)
Hadis ini mengajarkan bahwa Allah SWT memperhatikan dan memberikan pahala kepada suami istri yang saling mencintai, menghormati, dan memberikan pahala kepada pasangan masing-masing.
__ADS_1
Hadis dari Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik ra., "Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka janganlah ia mencampuri aurat wanita dan janganlah wanita mencampuri auratnya. Dan janganlah kalian saling mendekati kecuali dalam keadaan halal." (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini mengajarkan tentang pentingnya menjaga batas-batas dalam berhubungan antara suami istri, yaitu menjaga aurat dan tidak melakukan hubungan di luar nikah.
Surah Ar-Rum ayat 21 yang artinya, "Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu merasa ketentraman dan ketenangan hati, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih sayang dan belas kasihan. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir." (QS. Ar-Rum: 21)
Ayat ini menjelaskan bahwa Allah SWT menciptakan suami istri agar dapat saling melengkapi dan merasa tenang di dalam hubungan suami istri, serta terdapat rasa kasih sayang dan belas kasihan antara keduanya.
Dari hadis dan dalil di atas, dapat disimpulkan bahwa keutuhan rumah tangga dan menjaga dari perselingkuhan merupakan bagian dari ajaran Islam yang sangat penting. Suami istri harus saling mencintai, menghormati, dan memperhatikan pasangan masing-masing, serta menjaga batas-batas dalam hubungan agar tetap sesuai dengan ajaran Islam.
Perselingkuhan atau perzinaan di dalam Islam dianggap sebagai perbuatan yang sangat buruk dan dikecam secara tegas. Dalil dan hadits yang menggambarkan buruknya perselingkuhan antara lain:
Allah SWT berfirman dalam Al-Quran, surat Al-Isra ayat 32, "Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk."
Dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW bersabda, "Janganlah seorang lelaki bersendirian dengan seorang perempuan kecuali jika dia mahramnya. Satu-satunya hal yang bisa menyatukan keduanya dalam satu tempat adalah pernikahan."
Dalam hadits yang sama, Rasulullah SAW juga bersabda, "Siapa yang berzina, dia tidak akan berzina kecuali dengan sepotong api yang akan dibakarnya di hari kiamat."
Dalam hadits lain, Rasulullah SAW juga bersabda, "Tidak ada dosa yang lebih besar setelah kekafiran dari pada zina."
Perselingkuhan juga dianggap sebagai pelanggaran terhadap hak-hak suami atau istri yang dikenal sebagai "ghulul". Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud, Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa yang mencuri dari istrinya, maka Allah akan menempatkan penghinaan pada dirinya di dunia dan di akhirat."
Dari dalil dan hadits di atas, jelas terlihat betapa buruknya perselingkuhan di dalam Islam. Perselingkuhan bukan hanya melanggar hukum Allah SWT, tetapi juga merupakan pelanggaran terhadap hak-hak suami atau istri. Oleh karena itu, setiap muslim diwajibkan untuk menjaga kehormatan diri dan menjauhi perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh agama.
Karena menurut ku pengajian ini membuat tenang hati dan fikiran ku.
__ADS_1
Dan seketika aku menitikan air mata yang tak
bisa kubendung kala itu.