Suami Nakalku

Suami Nakalku
Bab 19


__ADS_3

Sementara itu, dengan aku sendiri hanya bingung mana yang akan aku katakan.


Hari sudah semakin sore kala itu, aku ingin pulang saja batinku dalam hati.


(Jika aku bisa menyetir sendiri pasti sudah ku bawa pulang mobil itu).


"Alzam udah puas belum disini? kalau sudah ayo kita pulang.


Alzam pasti udah capek nanti malah sakit lho kalau nggak cepat -cepat pulang istirahat."


(bujuk ku pada alzam).


"Ibu bentar lagi ya, aku masih betah disini.


Itu tadi tante mila bilang mau beliin aku mainan."


Sementara aku sedang membujuk anakku untuk pulang, dari kejauhan kulihat mila datang dengan membawa sekresek mainan yang entah berapa mainan yang ada dikresek itu.


Dan ketika aku melihat kedatangan nya, Rossa sudah lebih dulu mengingat kan ku agar aku lebih tegas.


"Bestie, kamu harus tegas pokoknya kamu nggak boleh lemah dan kalah oke.


Kalau ada apa-apa bilang sama aku dan Ardi. Kita stay dimana pun dan kapanpun kamu butuh.


Ya udah aku pulang duluan ya kasihan cika dari tadi bangun tidur rewel terus.


Dan kebetulan suster aku juga mau cuti libur mau pulang kampung, makanya kita harus pulang duluan Din.


Kamu nggak papa kan aku tinggal?"


"Iya Ross, terimakasih ya udah ada buat aku. Iya kamu duluan aja, seperti nya aku juga harus pulang kasihan alzam.


Hati-hati dijalan ya Ross?"


(sambil berpelukan dan bercupika-cupiki).


Sesudah itu segera aku menyusul mas yoga dan alzam yang sedang asyik bersama mila.


"Wah mil, kenapa repot-repot segala harus beliin mainan buat Alzam.


Kebetulan mainan alzam sudah banyak banget dirumah, sampai-sampai aku harus buat kamar khusus mainan."


(sindirku padanya).


"Iya din nggak papa, aku tadi udah janji sama alzam kalau mau beliin mainan.


Lagi pula mas yoga nggak keberatan kalau aku beliin mainan kok."


"Iya dek nggak papa.


Kan nggak sering-sering." (timpal mas yoga).


"Ya terserah kalian lah, aku capek.


Mending kalian itu jaga jarak soalnya ada istrinya kok kalian terlihat dekat seperti itu."


(kusindir mereka dan langsung saja aku gendong alzam yang saat itu sedang bermain dengan mainan mobil remot).


Alzam said:" ibu kok aku digendong sih, kan aku masih mau mainan."


"Sayang hari sudah makin sore, kita harus segera pulang ya."

__ADS_1


"Dek kamu itu kok keterlaluan banget sih, aku tadi malam udah jelasin semuanya kan sama kamu? kamu itu jangan terlalu over protective seperti itu lagi."


Sementara itu si mila malah ikut berbicara sembari mengejek ku.


"Ahh kamu din, kok gitu amat sih.


Namanya rekan kerja dekat itu wajar lah, nanti kalau kamu over seperti itu dikira bojo galak lho."


Tanpa menunggu lama segera kusahut apa yang dikatakan mila.


"Bagus mil, apa yang kamu katakan.


Kamu bisa bicara seperti itu karena kamu belum menikah.


Kalau kamu sudah menikah pasti kamu akan ngerasain apa yang aku rasakan.


Mending untuk sekarang lebih baik kamu pulang, aku malu jika harus bertengkar ditempat umum seperti ini.


Dan kamu mas, kita lanjutkan urusan ini dirumah.


Ayo kita pulang, kasihan alzam."


(dengan nada yang sedikit tinggi kuajak mas yoga pulang).


Ketika aku berjalan, kudengar samar-samar mereka sedang berbisik sesuatu.


Karena saat aku berdebat dengan mila tadi dia hanya terdiam dengan pipi yang memerah.


Dan pada saat itu tadi seperti nya ketika aku berdebat dengan nya sebenarnya dia akan balik menghujat ku.


Karena setelah itu mas yoga memberikan isyarat, jadi mila hanya diam.


"Apa mau tidur disini kamu mas? (sindirku padanya) kalau masih mau disini biar ku bawa sendiri mobil nya."


"Emang ibu bisa nyetir mobil? wahh hebat dong.


Yeye,brarti ibu bisa balapan dong sama ayah."


(sambil tersenyum kujawab pertanyaan alzam)


"Hehe nggak sayang ibu belum bisa nyetir,ya udah kita masuk kemobil ya?"


"Iya ibu." (Jawab Alzam).


Sesampainya didalam mobil mas yoga langsung berbicara kepada ku.


"Kenapa kamu mulai lagi sih dek, aku jadi nggak enak kan sama mila.


Nanti dikira aku gimana-gimana."


"Maksud kamu apa mas? berarti kamu lebih memikirkan perasaan orang lain ketimbang perasaan istri kamu sendiri? "


"Maksud aku bukan seperti itu dek, tapi. "


"Tapi apa mas? lebih baik kamu segera nyetir itu mobil aku udah muak dengan kata-kata kamu yang selalu bilang nggak ada hubungan dengan mila.


Kamu lihat itu alzam sudah kelelahan dan ini udah hampir magrib.


Pasti nanti macet dan nyampe rumahnya kemalaman. "


"Kenapa kamu nggak mau mendengar penjelasan ku dek? "

__ADS_1


"Kita lanjutkan dirumah saja mas.


Oh iya sebentar, jangan jalan dulu! "


"Kenapa dek? kan tadi kamu yang nyuruh suruh cepat. "


"Aku mau duduk dibelakang sama alzam, jadi itu alasan aku biar kamu jangan jalan dulu. "


Tanpa jawaban darinya, aku segera turun dan masuk mobil duduk dikursi belakang bersama alzam.


Sempat kulihat ternyata mobil mila berada tepat dibelakang mobil kami.


(Hanya bisa membatin dalam hati, apa yang sebenarnya terjadi diantara mereka ya Allah. tunjukkan jalan dan kuasamu ya rabb).


"Alzam sayang, tadi cuma makan sedikit lho. Sekarang maem rotinya ya sama minum susu nya."


"Iya bu, tapi suapin ya roti nya.


Soalnya aku mau mainan bu. "


"Iya nak,ya udah ni ibu suapin.


Ohh iya tadi gajah nya bagus nggak? "


"Bagus banget bu, lucu juga.


Besok kesana lagi ya bu? "


"Iya alzam. "


(sambil menyuapi roti kedalam mulut nya)


Selepas itu kupangku alzam kedalam pangkuanku.


Karena sebelumnya dia duduk dikursi sebelah ku.


Tak berapa lama, akhirnya dia tertidur dipangkuan ku.


Kuciumi dan kulihat wajahnya yang begitu polos ini.


Anak sekecil ini apa iya aku harus menyerah dan harus merenggut kebahagiaannya jika tanpa kehadiran sesosok ayah.


Seketika lamunan ku terbuyar ketika handphone ku berdering.


Kuambil handphone ku yang berada dalam tas dan ternyata yang memanggil adalah ibu.


"Halo Asalamualaikum bu,ada apa bu?" (tanyaku pada ibu)


"Waalaikumsalam din, gimana sudah nyampai rumah belum? disini cuaca hujan deras dan angin kencang din."


"Ini masih dijalan bu habis dari gembira loka,


kebetulan disini masih mendung bu. "


"Owalah ya sudah nduk, yang penting hati-hati dijalan.


Suruh yoga jangan ngebut nyetir nya, cucu ibu lagi ngapain? "


"Iyaa Buu, alzam baru aja tidur bu.


Dari tadi nggak bisa diem cuma main terus."

__ADS_1


"Namanya juga anak kecil din, ya seperti itu. Ya sudah yang penting nanti kabarin ibu ya kalau sudah nyampe rumah,Asalamualaikum."


"Iya bu, Wa'alaikumsalam. "


__ADS_2