Suami Nakalku

Suami Nakalku
Bab 2


__ADS_3

Langsung aku bergegas meninggalkan alzam.


Aku masuk ke ruangan kerja mas yoga,


tanpa mengetuk pintu segera aku masuk.


Betapa kagetnya mas yoga ketika mengetahui aku berada disini.


"Oh jadi selama ini ya mas, kamu bermain belakang dibelakang ku.


Sungguh menjijikkan sekali, perbuatan tak senonoh.


Dan kamu mila, teganya kamu kepada ku.


Apa kamu itu nggak sadar aku ini sahabat mu.


Benar-benar kalian selingkuh dibelakang ku."


( Tak terasa air mata ini mengalir dipipiku).


"Dek, mas bisa jelasin.


Ini bukan seperti yang kamu lihat, tadi mila nggak tau berkas yang dia kerjakan.


Dan kebetulan mas yang handle ini semua. Jadi mila ke ruangan mas karena dia minta mas ngajarin dia."


"Iya din, kenyataan bukan seperti itu.


Maaf jika membuat mu salah paham."


"Emang kalian pikir aku sebodoh itu.


Aku udah lihat dengan mata kepala ku sendiri.


Kenapa kamu duduk dipangkuan suamiku mil?.


Cepat Jawab mila."


(Terlalu histeris aku melihat ini semua).


Tiba-tiba suara yang tidak asing bagiku terdengar.


"Ibu, ibu kok lama banget sih.


Aku udah laper,ayo kita pulang bu. "


"Iya sayang sebentar ya, tunggu ibu bicara sama ayah dulu."


(Sambil kuusap air mataku, agar putra ku tidak mengetahui nya.


"Urusan kita belum selesai mas,


kita lanjut nanti dirumah.


Dan kamu mila, jangan kamu bersilat lidah seperti itu.


Kalau saja alzam belum kesini, pasti aku selesaikan ini semua."


(Tanpa berpamitan aku segera keluar dari ruangan mas yoga).


"Dek tunggu dek." (Kejar mas yoga).


Aku tidak menghiraukan perkataan mas yoga. segera aku menuju parkiran sambil menggendong alzam.


" Ibu kenapa kok nangis."(Tanya alzam kepada ku).


"Ibu nggak papa nak, ya udah sekarang kita pulang ya."


"Iya bu, tapi aku mau beli es krim lagi.


Akumu mau ke alfamart sambil naik odong-odong ya bu ya bu. "

__ADS_1


(rengek alzam kepada ku).


Aku pun mengiyakan perkataan anak ku.


Disaat aku sudah mengemudikan motor ku, tiba-tiba handphone ku berbunyi.


Entah sudah yang ke seribu kali mungkin, selalu berdering.


Aku sudah menebak pasti mas yoga.


aku tak menjawab telepon darinya, aku lebih fokus untuk mengendarai motor ku daripada harus mendengarkan celetuk-celetuk penghianat yang dia berikan kepadaku selama ini.


Tak terasa tiga puluh menit perjalanan dari kantor, aku dan alzam sampai dialfamart.


Segera ku gendong alzam, dan masuk kedalam.


Kami pun langsung membeli es krim, dan sekalian aku beli kebutuhan sehari-hari yang kebetulan stok dirumah sudah menipis.


"Bu *odong-odong nya belum."


"Iya Alzam, ini kita bayar dulu ya ke kasir. Habis itu kita main odong-odong diluar,


oke anak manis*."


(Kata ku pada alzam).


Ditengah- tengah antrian, tiba-tiba ada yang memanggilku.


Aku pun menengok dan ternyata itu adalah rossa. Teman ku waktu aku SMK.


"Diniiii, apa kabar? lama banget ya kita nggak ketemu. "


"Haiii rossa, alhamdulillah kabar baik.


Iya bener kita udah lama nggak ketemu,


dulu terakhir ketemu waktu kita datang ke reunian lima tahun yang lalu hehe.


(Tanya ku kepada rossa).


"*Alhamdulillah din, kabar baik.


Bagi nomor whatsapp dong, nanti aku tc ya."


" Iya ross, ini nomor ku.


Ohh iya btw anak kamu udah berapa nih sekarang?"


"Baru juga dua din, haha.


gimana ya pengennya sih nambah lagi, biar jadi tiga atau bahkan lima*."


"Ehh elu ross, masih kayak dulu banget ya kamu sok humoris hahaha."


Disela-sela perbincangan kami, tibalah giliran ku membayar dikasir.


Setelah selesai membayar,aku pun berpamitan pada rossa untuk menunggu diluar sambil menjaga alzam main odong-odong.


"Din, ini anak kamu? lucu banget nak kamu. namanya siapa nih? boleh kenalan dong."


"Alzam tante." (Jawab alzam tanpa aku suruh dia sudah peka jika ada yang menanyakan siapa namanya).


"Wahh pintar banget ya kamu alzam, nanti kalau udah besar tante jodohin kamu sama anak tante.


Haha just kidding baby,


santai din gue hanya bercanda, soalnya lama banget kita nggak ketemu."


"Kamu tuu ya ross, nggak ada bedanya.


Tetap rossa siratu humoris."

__ADS_1


Kitapun saling bercanda dan mengobrol sembari meluapkan kerinduan antara sahabat yang sudah lama tak jumpa.


Maklum semenjak menikah, aku memang jarang main dan jarang ikut kumpul reunian teman-teman SMK dulu.


Tak terasa pukul sudah menunjukkan waktu nya.


"Din, next time kita ketemu lagi ya? ini aku udah kelamaan banget ninggalin baby aku, padahal tadi cuma pamit beli pampers. Kapan- kapan kita lanjut ngobrol lagi oke.


Nanti aku tc kamu."


"Siap ross, ya udah hati-hati dijalan.


Ini aku juga mau pulang, kayaknya alzam juga udah ngantuk tuh. "


"Iyaa dini sayang.


Aku pamit ya, dada alzam."


Akhirnya aku pun juga langsung pulang. Sebelum aku mengemudikan motor ku, aku terlebih dahulu menggendong alzam dengan gendongan.


Takut jika nanti dijalan tidur.


Akhirnya setelah lima belas menit perjalanan dari Alfamart, kita sampai dirumah.


Segera aku masuk dan kutidurkan alzam terlebih dahulu.


Setelah itu aku pergi kedapur untuk membuat secangkir kopi agar hati dan pikiran ku sedikit tenang.


Kugulir-gulirkan gawaiku, ku lihat semua galeri foto yang berada pada memori handphone ku.


Sungguh begitu sakit hati ini,tidak menyangka bahwa suami yang begitu aku sayangi dan begitu ku percaya tega menghianati ku seperti ini.


Dikala dia terpuruk dan disaat dia tidak sesukses seperti sekarang ini, siapa yang menemani dulu.


Dan apa sebenarnya kekurangan ku? padahal selama ini aku selalu nurut dengan nya. Apapun akan ku lakukan jika dia menyuruh ku.


Tak terasa gulir-gulir bening membasahi pipiku.


Aku tak Sanggup menahan semua ini,hati ku benar-benar sangat kacau saat ini.


Sembari aku menghidupkan aplikasi musik dan kustel lagu yang mungkin akan membuat ku sedikit tenang.


"Koco iki dadi seksi pedihe atiku, kowe gawe ati sing tak jogo dadi gelo


Bola-bali koe sing salah


Nanging aku sing disalhneee


*wes rapopo, aku sing disalahno.


tapi elingo cen aku sing lilo.


dadi payung naliko udane teko.....


mas perlu dingerteni,


teteg e atiku wes koyo ibumu,


ora tau ngresulo ngadepi polahmu


sing gawe atiku, atiku tatu*. "


Tiba-tiba mata ini sangat berat, dan akhirnya aku terlelap dalam tidur disamping putra ku.


Aku terperangah di sela-sela tidurku, tiba-tiba ada yang mengetuk pintu.


Lalu aku langsung keluar dan kubuka pintu itu.


Dan ternyata yang membuat mataku terbelalak dan sedikit kaget, ternyata mas yoga dan mila yang datang.


Batinku dalam hati,

__ADS_1


(kenapa perempuan ini ikut kerumah ku).


__ADS_2