Suami Nakalku

Suami Nakalku
Bab 21


__ADS_3

Usai kudengarkan pengajian diyoutube , segera ku tutup handphone ku.


Perjalanan kami menghabiskan waktu sekitar 1 jam, dan tak lama kemudian kami sampai dirumah dengan selamat.


Lanjut ku gendong alzam keluar dari mobil menuju kerumah.


"Biar aku aja dek yang buka pintu nya."


(mas yoga menawarkan diri membuka pintu).


"Silahkan mas, yang cepat soalnya kasihan Alzam kelamaan diluar.


Jangan main handphone terus, nanti handphone nya bisa pecah."


(sindirku padanya).


"Ya sudah kamu istirahat kan dulu alzam, habis ini kita lanjutkan obrolan kita.


Jangan terlihat seperti anak kecil yang selalu membesar-besarkan masalah kamu.


Aku itu suami kamu jadi hargailah aku."


(ucap mas yoga padaku).


Walaupun rumah aku tinggal selama dua hari, tapi rumah tetap terlihat rapi dan bersih. Karena ibu mertua ku yang selalu membersihkan nya ketika aku sedang menginap dirumah ibuku.


Aku menuju kekamar dan ku tidurkan Alzam ditempat tidur nya.


Karena walaupun kami bertiga satu kamar, Alzam sudah kusiapkan tempat tidur sendiri.


Dengan rasa kecewa dan hati yang semakin kesal, kuikuti kemauan mas yoga yang ingin berbicara kepada ku.


"Apa lagi yang mau dibicarakan?"


(tanya ku pada nya dengan nada ketus).


"Dini Alesha Saputri kamu itu istri ku, dan sampai kapan pun kamu tak kan pernah bisa digantikan.


Aku akan menceritakan kejujuran yang sudah aku pendam selama ini. Apa kamu siap dengan apa yang akan aku katakan?"


"Ya udah katakan saja, siap nggak siap akan aku dengarkan." (jawabku padanya).


"Kamu tau tidak laki-laki itu sifatnya mudah jenuh dan gampang bosan.


Kadang kita sebagai laki-laki punya jiwa yang selalu mengebu-ngebu dalam hubungan rumah tangga dan hubungan seksual."


Setelah beberapa saat akhirnya mas yoga mengatakan semua nya kepada ku.


Kami pun memulai percakapan lagi :


Mas yoga: "Aku tahu ini mungkin akan membuatmu sangat kesal dan kecewa, tapi aku ingin jujur denganmu. Aku telah berselingkuh dengan temanmu."


Aku: (kaget dan marah) "Kenapa kamu melakukan hal itu? Apa yang kamu pikirkan?"


Mas yoga: "Aku tidak tahu, sayang. Aku merasa sangat bodoh dan menyesal. Aku tidak bisa menemukan alasan yang masuk akal untuk mengapa aku melakukan hal itu."


Aku: (menangis) "Bagaimana kamu bisa melakukannya padaku dan bahkan dengan temanku sendiri? Aku merasa sangat sakit hati."


Mas yoga: "Aku tahu itu sangat salah dan aku merasa sangat menyesal. Aku hanya ingin meminta maaf dan memperbaiki kesalahan yang telah aku buat.


Aku sangat mencintaimu dan aku tidak ingin kehilanganmu."

__ADS_1


Aku : (Merasa kecewa) "Apa yang harus aku lakukan sekarang? Bagaimana aku bisa percaya padamu lagi setelah ini?"


Mas yoga : "Aku tahu kepercayaanmu telah hancur, dan aku siap menerima konsekuensinya.


Aku ingin mencoba memperbaiki hubungan kita dan memperbaiki diriku sendiri.


Aku ingin kita bisa bekerja sama untuk melewati ini bersama-sama."


Aku : (merasa sedih) "Aku perlu waktu untuk memikirkan semuanya.


Tapi, aku tidak yakin apakah aku bisa memaafkanmu setelah apa yang kamu lakukan."


Mas yoga: "Aku mengerti, sayang. Aku tidak berharap kamu untuk memaafkanku dengan mudah.


Tapi, aku akan melakukan apa pun untuk memperbaiki kesalahan yang telah aku buat dan membuktikan bahwa kamu masih berarti bagiku."


Aku :(masih sedih) "Aku perlu waktu untuk memproses semuanya.


Tapi, kamu harus tahu bahwa ini akan sulit untuk diperbaiki.


Kamu telah mengkhianati kepercayaanku dan hubungan kita."


Mas yoga : "Aku tahu, sayang. Dan aku siap melakukan apa pun untuk memperbaiki hubungan kita.


Aku berharap kita bisa melewati ini bersama-sama dan kembali menjadi bahagia seperti dulu."


Setelah menerima kenyataan yang cukup pahit dan menyayat hati, aku hanya bisa menangis dan menangis.


Dan aku hanya bisa berfikir bagaimana aku bisa memaafkan semua itu.


Sungguh diluar nalar, akhirnya aku memutuskan untuk menghubungi Rossa.


Karena mungkin dengan bercerita dengan sahabat, aku bisa sedikit lega.


Aku : (sambil menangis sesengukkan)


"Ros, Rossa?"


Rossa : Iya din, kamu kenapa? apa yang


terjadi? tolong bilang dan cerita sama aku."


Aku : "Ternyata benar Ross, mas yoga dan mila selingkuh dibelakang ku.


Tadi dia menjelaskan semuanya kepada ku, terus aku harus bagaimana Ross?


Aku benar-benar bingung dan sakit sekali."


Rossa: "Dasar yoga brengsek, ternyata benar dugaanku selama ini.


Emang kurangnya kamu apa sih? sampai dia berselingkuh dengan mila."


Aku :"Saranmu untuk ku apa Ross?"


(tanyaku padanya).


Rossa : "Kamu bisa memaafkan dia tidak?"


Aku : "Entah Ross, sebenarnya aku memang sangat sakit hati mendengar ini semua.


Tapi dalam hati kecil ku, aku masih menyayangi nya.

__ADS_1


Terasa berat untuk pergi darinya."


Rossa : "Hati memang nggak bisa dipaksa din, kalau sakit ya tinggalin aja.


Harus kita kasih pelajaran tuh laki-laki seperti itu."


Aku :" Tapi Ross, jika aku mundur bagaimana dengan Alzam?


Aku nggak mau dia kekurangan kasih sayang ayah nya."


Rossa: "Jadi wanita harus smart din, jangan mengorbankan perasaan mu dengan embel-embel bertahan karena anak.


Karena sejatinya kebahagiaan anak melihat ibunya bisa tersenyum, dan mendidik nya menjadi anak yang hebat."


Aku : "Ya benar katamu ross, tapi untuk saat ini aku diberikan pilihan untuk bisa memaafkan atau tidak.


Karena dia akanmemperbaikii lagi."


Rossa : "Baiklah jika itu keinginan mu untuk memaafkan yoga.


Tapi ingat pesan ku, jika dia mengingkari tinggalkan saja dia."


Aku : "Iyaa Ross, aku paham untuk itu.


Terimakasih ya Ross , kamu sudah mendengarkan keluh kesahku.


Karena aku bingung mau cerita sama siapa lagi."


Rossa : "Santai din, kalau kamu ada apa-apa bilang sama aku.


Jangan kamu tutup-tutupi, karena itu bisa membuat mu stress sendiri.


Dan ujung-ujungnya nanti kamu sakit."


Aku : "Iyaa Ross, sekali lagi terimakasih ya."


Rossa : "Iya din sama-sama, ya sudah aku tutup ya telfonnya? ini mau gendong chika, baru demam badan nya.


Karena kecapekan dijalan kemarin."


Aku : "Iya Rossa, semoga cepet sembuh ya chika." (ku tutup telfonnya).


Smentara itu kulihat wajah putraku yang tak berdosa sama sekali.


Sesekali kuusap wajah kecil itu, dan kurengkuh tubuh mungil itu.


Lantas apa yang membuatku tidak bersemangat lagi.


Ku kukuhkan lagi keinginan dan motivasi untuk diriku sendiri.


Ku tarik nafas panjang dan ku temui mas yoga yang kala itu sedang duduk termenung di ruang tamu.


Aku : "Mas aku ingin bicara."


(ucapku padanya).


Mas yoga : "Iya dek."


(sambil berdiri dan membuang putung rokoknya kedalam asbak diatas meja).


Aku :" Kamu pilih aku atau mila mas? tolong jawab."

__ADS_1


Mas yoga : (Dengan diam akhirnya dia menjawab)


"Aku tetap memilih untuk bersamamu dek. aku janji tidak akan mengulangi itu lagi. "


__ADS_2