Suami Nakalku

Suami Nakalku
Bab 24


__ADS_3

Setelah mengambil keputusan untuk memberikan kesempatan kedua pada Mas Yoga dan meminta Mas Yoga untuk menjauhi Mila serta memblokir aksesnya, Aku merasa perlu mengambil waktu untuk menenangkan hatiku.


Oleh karena itu, Aku memutuskan untuk pergi berbelanja dan menghilangkan stres.


Aku juga memutuskan untuk membeli beberapa baju baru dan perhiasan sebagai hadiah untuk diriku sendiri. Ketika aku berjalan ke kasir, Aku merasa sedikit lebih lega dan senang. Aku tahu bahwa masalahku dengan Mas Yoga dan Mila belum sepenuhnya terselesaikan, tapi setidaknya Aku merasa lebih kuat untuk menghadapinya.


Setelah memilih semua barang yang kuinginkan, Aku membayar dan pergi ke motor ku. Namun, sebelum Aku naik motor, seorang penjual bunga menghampiriku dan menawarkan beberapa bunga indah di tangannya.


Aku merasa senang dengan penawaran itu, jadi Aku membeli beberapa tangkai bunga untuk diletakkan di vas di ruang tamu rumahku.


Meskipun perselingkuhan suamiku dengan Mila membuat hatiku hancur, Aku merasa sedikit lebih baik setelah membeli beberapa barang baru untuk diriku sendiri. Aku merasa senang dan bangga dengan keputusanku untuk menenangkan hati dan melakukan sesuatu yang menyenangkan untuk diriku sendiri.


Sebelum pergi ke mall untuk berbelanja, Aku mengunjungi toko bahan kue terdekat untuk membeli beberapa bahan-bahan yang Aku butuhkan untuk membuat kue. Aku memilih tepung, gula, telur, mentega, dan berbagai macam bahan lainnya.


Aku juga membeli beberapa perlengkapan seperti loyang, mixer, dan spatula baru, karena beberapa perlengkapan lamanya sudah rusak dan tidak dapat digunakan lagi.


Ketika sudah keluar dari toko kue dan akan menuju mall, Aku bertemu dengan temanku Melly.


Dini: "Hai Melly, apa kabar?"


Melly: "Hai Dini, aku baik-baik saja. Bagaimana kabarmu?"


Dini: "Hm, sedikit lelah dan pusing. Tadi pagi ada masalah kecil dengan Mas Yoga."


Melly: "Apa terjadi sesuatu antara kamu dan Yoga? Apa yang terjadi?"


Dini: "Oh, tidak apa-apa. Hanya masalah kecil saja. Tapi cukup membuatku merasa sedih."


Melly: "Aku paham bagaimana perasaanmu. Apa kamu butuh seseorang untuk berbicara?"


Dini: "Terima kasih, Melly. Tapi aku rasa aku hanya perlu mengeluarkan semua perasaanku. Aku akan berusaha untuk menyelesaikan masalah ini dengan Mas Yoga."

__ADS_1


Melly: "Kamu kuat, Dini. Tapi jika kamu membutuhkan bantuan atau dukungan, aku selalu siap membantumu."


Dini: "Terima kasih, Melly. Kamu benar-benar teman yang baik."


Lalu kami melanjutkan berbicara dan berjalan bersama sambil berbelanja di mall. Aku merasa lebih baik setelah berbicara dengan Melly dan senang memiliki teman yang selalu siap membantunya.


Dini: "Melly, apa yang kamu lakukan di kota ini? Kata kamu kemarin, dua minggu nggak akan pulang. "


Melly: "Iya, awalnya aku juga kaget ketika tiba-tiba harus pulang ke kota ini. Tapi sekarang aku udah menikmati waktu di rumah bersama keluarga."


Dini: "Aku baru saja kena gempa bumi, Mel. Tadi pagi aku tahu suamiku selingkuh dengan teman kerjanya, Mila. Aku sedang mencari-cari cara untuk menenangkan diri."


Melly: "Astaga, Dini. Aku turut merasakan kesedihanmu. Kalau butuh teman bicara, kamu tahu aku selalu siap untuk mendengarkan."


Dini: "Terima kasih, Mel. Kamu selalu tahu bagaimana caranya membuatku merasa lebih baik."


Melly: "Bagaimana kamu sekarang, Dini? Apa yang ingin kamu lakukan untuk mengatasi situasimu?"


Dini: "Aku masih belum tahu, Mel. Aku bahkan belum tahu apakah aku bisa memaafkan Yoga atau tidak. Tapi aku tahu satu hal, aku harus menenangkan diri dan fokus pada anakku."


Dini: "Idea yang bagus, Mel. Aku yakin Alzam pasti senang bisa membuat kue bersama mu."


Melly: "Kalau begitu, ayo kita beli bahan-bahan kue dan pulang ke rumahmu."


Dini: "Baiklah, tapi aku udah beli bahan-bahan kue yang kita butuhkan."


Setelah membeli bahan-bahan kue, Aku dan Melly pulang ke rumah ku dan mulai membuat kue bersama dengan Alzam. Dengan kehadiran Melly, Aku merasa lebih tenang dan bahagia meski sedang menghadapi masalah yang cukup berat.


Setibanya di rumah, Aku mempersilakan Melly duduk di ruang tamu. Aku mengambilkan air minum untuk Melly.


Dini: "Minum dulu, Melly. Aku buatkan jus jeruk segar."

__ADS_1


Melly: "Terima kasih, Dini. Kebetulan banget aku haus."


Kemudian, Aku dan Melly menuju ke dapur untuk memulai membuat kue bersama-sama. Alzam yang sudah bangun dari tidurnya bergabung bersama kami. Kami bercerita dan tertawa bersama selama membuat kue.


Aku merasa senang bisa bertemu kembali dengan Melly dan menghabiskan waktu bersama-sama. Aku juga merasa bersyukur memiliki teman seperti Melly yang selalu setia mendukungku.


Setelah itu, Aku dan Melly duduk di ruang tamu sambil menikmati minuman hangat. Aku pun bercerita pada Melly tentang masalah rumah tanggaku dengan Mas Yoga.


Melly yang sudah lama mengenal ku merasa iba melihat sahabatnya tersebut sedih dan tertekan. Dia pun mencoba memberikan saran kepada ku agar tidak terlalu mudah menyerah dan tetap memperjuangkan rumah tangganya.


Melly juga menasihati Aku agar lebih banyak berbicara dengan Mas Yoga dan membuka hatinya mengenai perasaannya. Dia yakin, jika keduanya saling berkomunikasi dengan baik, masalah tersebut bisa terselesaikan dengan baik.


Setelah berbincang-bincang sejenak, Aku dan Melly memutuskan untuk membuat kue bersama di dapur. Kami memilih resep kue kesukaan mereka dan mulai mengumpulkan bahan-bahan yang diperlukan.


Dini: "Aku ingin membuat kue coklat kukus, Mel. Kamu suka kue itu kan?"


Melly: "Iya, aku suka banget kue coklat kukus. Bagus, ayo kita bikin!"


Dini: "Baiklah, aku akan ambil bahan-bahannya. Kamu bisa mengocok telur dan gula di mangkuk itu?"


Melly: "Oke, aku bisa. Ini telurnya sudah diambil dari kulkas ya?"


Dini: "Iya, sudah. Sekarang aku ambil tepung terigu dan coklat bubuk."


Kami kemudian memulai proses membuat adonan kue dengan penuh semangat. Aku mengukur bahan-bahan dengan cermat sementara Melly mengocok adonan dengan teliti.


Setelah selesai mengocok adonan, Melly menuangkannya ke dalam loyang dan memasukkannya ke dalam oven. Kami duduk di depan oven sambil menunggu kue matang dengan rasa harap yang tinggi.


Melly: "Aku senang banget bisa menghabiskan waktu denganmu, Dini. Kita harus melakukannya lagi nanti."


Dini: "Iya, aku juga senang. Terima kasih sudah datang ke sini hari ini, Mel. Kamu benar-benar membuat hariku menjadi lebih baik."

__ADS_1


Melly: "Tidak ada apa-apa. Aku senang bisa membantumu, Dini. Kita harus saling mendukung di saat-saat seperti ini."


Kami kemudian tertawa bersama dan menikmati aroma harum kue yang menyebar di dapur. Setelah kue matang, Kami memotongnya dan menikmati rasanya dengan senang hati.


__ADS_2