
Bersamaan dengan itu raut wajah mila, yang semula cantik berseri tiba-tiba terlihat murung.
"I..i iyaa mas gak papa, lagian nanti aku mau belanja dulu kok.
Oh iya Din aku duluan ya dan maaf bukan aku sengaja bareng sama mas yoga. "
"Oke Mila nggak papa kok aku, ya udah aku juga mau pulang sekarang.
ayo mas kita pulang! Rossa aku pulang sama suamiku ya, next time kita ketemu lagi. "
"Iya Din, awas itu suami dijaga, takutnya diambil orang nanti."
(Sindir Rossa pada mas Yoga saat itu).
Aku pun hanya tersenyum pada Rossa sambil berpelukan dengan nya.
Bagi ku, aku harus sabar terlihat dahulu,
lalu aku ikut masuk kedalam mobil bersama mas Yoga.
Didalam mobil aku hanya terdiam sambil memainkan handphone ku.
Suasana begitu hening, hingga akhirnya mas yoga membuka pertanyaan untuk menanyakan dimana motor ku.
"Dek kamu tadi bawa motor sendiri apa dijemput sama rossa?"
"Bawa motor sendiri mas,pas selesai nyalon motor dibawa sopir kerumah kita.
Jadi aku ikut mobil rossa. "
"Oh begitu ya dek, aku kira tadi dijemput rossa.
Ngomong-omong Alzam ngak nyariin kamu apa dek? kok keluar lama banget kamu.
Aku kira kamu habis dari salon langsung pulang. "
"Diajak bapak sama ibu ketemu bude kok mas.
Kata ibu biar jadi urusan ibu sama bapak.
Aku disuruh free dulu sehari, disuruh senang-senang.
Maklum soalnya kamu sekarang jarang banget ajak aku sama alzam jalan-jalan. "
"Apa-apaan sih dek, mas kan kerja buat kalian berdua.
Kalau mas nggak repot dan nggak lembur terus, pasti udah mas ajak holiday tiap libur. "
"Dulu walaupun kamu sibuk kerja , lembur terus pasti selalu nyempetin ajak istri dan anak kamu jalan-jalan kok mas.
Ya mungkin kamu lagi sibuk dengan yang lain nya."
"Udahlah dek, kamu jangan berlebihan begitu.
Aku dan Mila beneran nggak ada apa-apa. Kami hanya sebagai rekan kerja saja nggak lebih. "
Akupun hanya diam tanpa menjawab pernyataan mas yoga.
Bagiku semua itu hanya bualan saja.
Tak terasa akhirnya kami sampai dirumah ibuku.
Kebetulan aku juga membawa kunci rumah, jadi aku pun langsung turun dari mobil dan masuk kedalam rumah.
Kulihat anak ku belum pulang, mungkin masih dijalan atau mungkin masih ditempat bude.
Lalu aku menuju dapur dan
kubuatkan secangkir kopi untuk mas Yoga.
Waktu itu mas yoga masih duduk di teras depan sambil memainkan gawainya.
"Mas ini kopi nya, kok nggak masuk kedalam? buruan habis ini mandi sana!"
__ADS_1
"Iya dek bentar lagi, kamu aja dulu! "
"Oke baiklah, nanti kalau aku belum selesai mandi terus Alzam udah pulang kamu gendong dulu mas.
Kasian bapak sama ibu pasti capek. "
"iya dek." (Jawab mas yoga singkat).
Akupun langsung mandi,dan setelah selesai aku berdandan dan berhias didepan cermin.
Aku oles tipis-tipis makeup yang sudah lama jarang aku pakai.
Jika hanya waktu ada acara atau kondangan mungkin hanya lipstik dan bedak.
Batinku berkata ("Aku kalau dandan ternyata cantik juga ya hehehe).
Aku duduk diruang tamu sambil menikmati secangkir kopi susu yang baru saja ku buat.
Kumainkan handphone ku dan ku telfon ibuku, apakah sudah pulang atau belum.
"Hallo Asalamualaikum. Ibu dimana sudah mau pulang belum? Alzam rewel nggak bu? kok udah mau magrib belum pulang?"
"Wa'alaikumsalam din, ini udah dijalan.
Alzam tidur ini. "
"Ya sudah bu, aku khawatir kok udah jam segini belum pulang.
Asalamualaikum bu hati-hati dijalan. "
"Iya din, Wa'alaikumsalam. "
Usai menelfon ibu , aku buka aplikasi resso. Dan aku memilih sebuah lagu yang kudengarkan.
Kebetulan cuaca cukup mendung kemungkinan akan turun hujan saat ini.
"Embun dipagi buta
Detik demi detik ku hitung
inikah saat ku pergi
Ohhh Tuhan ku cinta dia
berikanlah aku hidup
tak kan ku sakiti dia,
hukum aku bila terjadi.
Aku tak mudah untuk mencintai
Aku tak mudah mengaku ku cinta
Aku tak mudah mengatakan aku jatuh cinta
Senandung ku hanya untuk cinta.
Tirakat ku hanya untuk engkau
Tiada dusta sumpah ku cinta
Sampai ku menutup mata
Sembari ku dengarkan lagu itu, Tiba-tiba air mata ini jatuh bergulir membasahi pipi ini.
Sayup-sayup kudengar suara mas yoga memanggilku.
"Dek, dek kamu kenapa kok nangis?
(tanya mas yoga kepadaku. )
Udah cantik kaya gini kok dibuat nangis, sayang makeup nya dong. "
__ADS_1
Tanpa jawaban sepatah katapun,
aku berada dalam pelukan mas Yoga.
"Kamu sebenarnya sayang nggak sama aku mas? kamu cinta nggak sama aku? "
"Pertanyaan macam apa itu dek,jelas mas sayang dan cinta sama kamu.
Kita menikah sudah hampir lima tahun , mana mungkin aku nggak sayang dan cinta sama kamu. "
"Yakin mas?" (tanyaku pada nya).
"Tentu dek, aku nggak akan pernah ninggalin kamu.
Kamu tenang aja nggak akan pernah ada yang bisa gantikan posisi mu dihati suamimu ini."
"Iya mas." (Jawab ku kepada nya).
Dan bersamaan dengan itu, ada suara yang mengketuk pintu.
Aku pun bergegas meninggalkan mas Yoga yang masih berada diruang tamu.
Segera ku buka pintu, ternyata ibu, bapak dan anak ku sudah pulang.
Segera Kusambut anak ku dan langsung ku gendong.
Biar bagaimana pun ninggalin anak itu nggak tenang.
"Ehhh sayangku udah pulang, ibu kangen banget nih."
(sambil ku cubit hidung alzam, tanda gemas kepada nya).
"Waahh yoga sudah datang to?"
(Sapa bapak pada mas yoga).
Mas Yoga pun bangun dari duduk nya dan langsung bersalaman dengan bapak dan ibu.
"Enggeh pak, tadi pulang kerja langsung kesini. "
"Kata dini kamu kesini masih nanti malam, katanya mau voly dulu." (Sahut ibu saat itu).
"Sebetulnya iya bu, tapi saya sedikit nggak enak badan. Jadi saya memutuskan untuk pulang saja bu."
"Oh begitu,ya sudah kamu lanjut istirahatnya.
Ibu sama bapak mau mandi dulu.
Dini, alzam udah ibu mandiin tadi dirumah bude.
Sekarang kamu kasih minyak telon aja biar badannya hangat. "
Secara bersamaan aku dan mas yoga menjawabnya.
"Enggeh bu."
"Anak ayah dari mana ini? kok ayah ngga diajak? ''
"Alzam habis jalan-jalan sama mbah uti
sama mbah kakung yah.
Tadi aku naik odong-odong terus beli es krim sama mainan.
Makanya ayah jangan kerja terus dong, biar bisa ajak Alzam jalan-jalan terus."
(Dengan gemasnya celetuk Alzam membuat aku dan mas yoga tertawa).
"Wah anak ayah udah pintar sekali protes nya, lain waktu ya nak kita jalan-jalan. "
"Ya udah kamu mandi dulu sana mas, keburu dingin nanti. "
Aku pun langsung memakaikan minyak telon ketubuh alzam dan segera ku ganti pakaian nya.
__ADS_1