Suamiku Bukan Ayah Dari Anakku

Suamiku Bukan Ayah Dari Anakku
Bersikeras


__ADS_3

Areliano menatap tajam ke arah tangan Keisha yang di pegang oleh Reagan.


“Selama ini kau mencari ayah kandung dari bayi yang di kandung Keisha kan. Akulah orangnya,” ujar Reagan dengan rasa percaya dirinya. Bibirnya tersenyum ke arah Areliano dan Keisha.


Arsya berserta Feriska menjadi orang pertama yang sangat terkejut dengan ucapan Reagan.


Keisha menarik tangannya yang di genggam oleh Reagan, namun genggaman Reagan sangat kuat.


“Lepaskan Reagan!” sentak Areliano.


Sahira menatap suaminya yang duduk di samping dirinya. Filio berdiri melangkah menuju Reagan. Ia memberikan satu tinjuan terhadap pipi Reagan. “Tidak tahu malu!” ucap Filio dengan nada dinginnya pada Reagan.


Bianca hendak bangkit dari duduknya untuk menolong Reagan, namun Iganzio menahan pundak Bianca hingga tak bisa berdiri. “Daddy,” panggil Bianca dengan nada memohonnya.


“Jangan membuat acaranya semakin kacau, Bianca!” kali ini suara dingin Fiona yang terdengar sangat tajam.

__ADS_1


Akhirnya Bianca memilih berdiam melihat ke arah Reagan.


“Bukankah ini yang Ibu dan Ayah inginkan. Harusnya kalian mendukungku, Keisha sedang mengandung anakku,” jawab Reagan dengan nada berapi-api ke arah ayah dan ibunya.


Sahira menahan tangan Filio yang hendak memukul Reagan kembali. “Sudah sayang,” pinta Sahira.


Feriska dan Arsya akhirnya ikut naik ke atas panggung. “Jelaskan semuanya Areliano,” tegas Arsya.


Areliano menarik pinggang Keisha hingga merapat ke tubuhnya. “Tidak ada yang perlu di jelaskan, Keisha istriku dan anak yang ada di dalam kandungannya juga anakku.” Telunjuk Areliano menunjuk ke arah Reagan. “Kau tidak pantas mengaku sebagai Ayah dari anakku!”


Areliano membawa Keisha keluar dari ruangan tersebut menuju kamarnya yang berada di lantai dua.


Areliano menuntun tubuh Keisha untuk kembali berdiri. Ia menatap mata Keisha yang berurai air mata. Ibu jari Areliano menghapus air mata Keisha. “Kau tidak perlu khawatir, aku akan bersamamu apa pun yang terjadi.” Areliano memeluk tubuh istrinya.


Keisha merasakan kenyamanan dalam pelukan Areliano, ia tidak menyangka hari ini akan tiba. Terlebih lagi Areliano yang berlapang dada begitu saja mempertahankan Keisha yang sudah tak punya harga diri lagi.

__ADS_1


Suara ketukan pintu terdengar amat nyaring. “Buka Areliano!”


Dari suaranya Areliano hafal betul jika itu Ayahnya, Arsya. Areliano melepaskan pelukannya. “Istirahat lah, aku akan keluar sebentar. Kunci kamarnya akanku bawa, kau jangan ke mana-mana ya,” pinta Areliano. Ia memberikan kecupan di kening Keisha sebelum keluar dari kamar dan mengunci pintu.


“Ke ruang makan,” titah Arsya.


Areliano berjalan mengikuti langkah ayahnya menuju ruang makan. Di sana ada Feriska, Reagan, Sahira dan Filio.


“Jelaskan Reagan!”


Reagan menatap ayahnya bergantian ke arah Arysa dan Areliano. “Aku memesan satu wanita pera:wan, dan wanita yang aku pakai itu Keisha. Sebelum aku tahu jika Areliano akan menikah dengannya. Dan usia janin itu sangat tepat di hari aku melakukan hal itu pada Keisha.”


Filio mengepalkan tangannya. Ia sudah bosan mendapatkan laporan jika Reagan terus menerus memesan wanita. Jika tidak ingin keturunan rasanya Filio ingin menghabisi nyawa anaknya sendiri.


Arsya dan Feriska cukup terkejut dengan penuturan Reagan. “Ini semua kesalahan Ayah dan ibu, yang tidak bisa memastikan keadaan calon istriku baik-baik saja. Jadi jangan salahkan Keisha atas kejadian ini,” tutur Areliano.

__ADS_1


Arsya dan Feriska cukup kecewa dengan berita ini. Harapannya mendapatkan cucu dari Areliano ternyata tidak terlaksana dengan cepat.


“Aku ingin Keisha menjadi istriku.” Reagan angkat suara dengan nada tegasnya.


__ADS_2