Suamiku Bukan Ayah Dari Anakku

Suamiku Bukan Ayah Dari Anakku
Kekalahan Reagan


__ADS_3

“Aku ingin Keisha menjadi istriku.” Reagan angkat suara dengan nada tegasnya.


“Tidak akan pernah, karena selamanya Keisha milikku,” tolak Areliano.


Feriska mendakat ke arah Areliano. “Sadarlah Areliano, Keisha mengandung anak Reagan.”


Areliano menengok ke arah ibunya. “Lalu apa masalahnya jika Keisha mengandung anak Reagan? Dia tetap istriku Bu.”


“Apa yang akan terjadi jika orang lain tahu tentang janin yang di kandung Keisha anak Reagan. Keluarga kita akan malu,” tegas Arsya.


Areliano menatap Ayahnya. “Semuanya akan baik-baik saja, selama informasi ini tidak bocor.” Areliano menatap Reagan dengan tatapan bengisnya. “Kalau kau berulah lagi, aku pastikan kau tidak akan pernah bertemu dengan darah dagingmu sedetik pun,” ancam Areliano dengan sungguh-sungguh.


Reagan yang kesal menghampiri Areliano dan menarik kerah kemeja. “Memangnya kau siapa? Berani sekali mengancamku,” ucap Reagan tepat di depan wajah Areliano.

__ADS_1


Areliano terlihat sangat santai meskipun kerah lehernya di tarik oleh Reagan. “Kalau kau masih bersikukuh mendapatkan Keisha, aku sendiri yang akan membunuh bayi dalam kandungan Keisha!” Areliano tidak bersungguh-sungguh dalam ucapannya, ia tidak akan tega melakukan hal keji seperti itu. Setidaknya dengan ancaman ini ia bisa menyingkirkan Reagan dari kehidupannya bersama Keisha.


Wajah Reagan menahan amarah yang cukup besar, ia melepaskan Areliano begitu saja. Sementara tangan Reagan memberikan satu pukulan pada wajah Areliano. Reagan pergi begitu saja dari ruangan tersebut meninggalkan kediaman Arsya.


Semua orang cukup terkejut dengan tingkah Reagan yang tidak biasanya. Di balik sikap tenangnya, jika tersulut emosi ia bisa memukul dengan membabi buta. Tapi kali ini Areliano hanya mendapatkan satu pukulan dari Reagan. Sahira sedikit lega melihat Reagan yang pergi, memilih mengalah.


Feriska masih merasa tidak tenang, ia menatap ke arah Arsya. Memberikan isyarat agar Arsya mampu membujuk Areliano untuk menceraikan Keisha.


Filio dan Sahira bangkit dari duduknya dan permisi untuk kembali ke aula tempat baby shower di adakan.


Arsya memberikan isyarat untuk meminta Feriska meninggalkan mereka berdua.


Setelah kepergian Feriska. Arsya menatap lekat-lekat ke arah Areliano. “Apa yang ada di kepalamu Areliano. Kita tidak bisa gegabah seperti ini,” ujar Arsya membuka pembicaraan.

__ADS_1


“Kalau yang ayah takutkan perusahaan MA Group. Aku akan resign dari jabatan CEO dan memberikan semua saham pemberian Opa Jordan kepada Ayah.”


“Kau merelakan semuanya hanya karena Keisha wanita yang ayah beli untuk kau jadikan istri, tapi lihat dirimu sekarang lemah! Hanya karena Keisha kau tidak bisa memutuskan hal terbaik untuk perusahaan.” Geram Arsya. Selama ini ia sudah membuat perusahaan MA Group berkembang agar dapat bersaing dengan Havelaar Grup. Tapi kini putranya dengan mudah menyerah begitu saja, setelah perjuangan panjang yang di lakukan oleh Arsya.


“Ayah terlalu egois, aku akan mengurus semuanya secepat mungkin,” tandas Areliano. Ia berjalan meninggalkan Arsya yang masih duduk di tempatnya.


***


Keisha yang duduk di pinggiran tempat tidur mendengar suara ketukan pintu. Ia berjalan perlahan mendekat ke arah pintu.


“Keisha. ini saya Sahira, ibunya Reagan.” Suara tersebut terdengar sangat lembut di telinga Keisha. Ia tidak menjawab ucapan ibunya Reagan dan memilih mendengarkan saja.


“Maafkan atas semua kesalahan Reagan, ibu harap kau mau menjaga kandunganmu dan merawat anak Reagan dengan baik. Ibu akan mendoakan untuk kebahagiaan kalian bersama Areliano,” ucap Sahira. Ia menghapus air matanya yang menetes begitu saja.

__ADS_1


“Ayo cepat.” Kali ini Keisha mendengar suara pria yang sepertinya ayah Reagan.


__ADS_2