Suamiku Bukan Ayah Dari Anakku

Suamiku Bukan Ayah Dari Anakku
Mengugurkan Kandungan


__ADS_3

Areliano menengok ke arah pintu yang terdengar di ketuk dari luar. Ia memakai celananya dengan cepat dan berjalan ke arah pintu. Tangan Areliano membuka pintu perlahan dan langsung bertatapan dengan mata Reagan. ‘Astaga anak ini,’ batin Areliano.


“Aku ingin berbicara dengan Keisha,” ucap Reagan mengungkapkan maksud dan tuannya.


“Besok saja, Keisha sedang istirahat,” tolak Areliano.


“Sepuluh menit saja,” ujar Reagan.


“Tunggu sebentar,” ucap Areliano mengalah. Ia masuk ke dalam kamar dan menutup pintu dengan rapat tidak ingin Reagan melihat tubuh istrinya.


Keisha bangkit dari tidurnya, “Ada apa?” tanya Keisha saat melihat wajah serius Areliano.


“Ada Reagan di depan, dia ingin berbicara denganmu” jawab Areliano serius.

__ADS_1


Keisha turun dari tempat tidur dan berlari ke kamar mandi untuk berpakaian serta mencuci wajahnya. Setelah merasa rapi Keisha keluar, ia melihat wajah Areliano yang tampak kesal. “Kau cemburu?” tanya Keisha.


Areliano menjepit hidung Keisha di antara jari telunjuk dan jari tengah . “Sepuluh menit, tidak boleh telat satu detik pun,” ucap Areliano memperingati.


Keisha menyingkirkan tangan Areliano, hidungnya sakit karena ulah Areliano. “Kau tidak percaya padaku, padahal beberapa menit lalu kita melakukan kegiatan panas. Mana mungkin aku akan berselingkuh.”


“Pergilah, jangan terlambat. Sepuluh menit,” ujar Areliano berjalan masuk ke kamar mandi.


Reagan mendekat ke arah Keisha, ia menodongkan sebuah pisau pada perut Keisha. “Masuk ke mobil!”


Keisha kesulitan menarik nafas, ia ke takutkan atas ancaman yang di berikan Reagan. Keisha memandang pisau yang ujungnya menekan perut Keisha yang sedikit menonjol. Keisha memilih untuk mengikut keinginan Reagan yang menyuruhnya masuk ke dalam mobil. Keisha berpikir teriak bukan solusi yang tepat, karena pria yang berjaga di gerbang pun tampak tidak ada.


Setelah Keisha duduk, Reagan ikut duduk di samping Keisha. “Jalan sekarang juga,” perintah Reagan pada sopirnya.

__ADS_1


“Kita mau ke mana Reagan?” tanya Keisha.


Reagan tidak menjawab pertanyaan Keisha. Ia memilih diam merapatkan mulutnya. Sampai di sebuah rumah mobil berhenti, Keisha memandang ke arah Reagan. “Untuk apa kita ke sini?” tanya Keisha.


“Kau ingin menggugurkan kandunganmu? Masuklah, ada dokter yang menunggu di dalam.”


Ucapan Reagan terdengar sangat serius, Keisha memandang ke wajah Reagan. “Aku tidak pernah berniat untuk membunuhnya, jadi kita kembali saja ke rumah. Areliano menungguku,” jawab Keisha. Ia memalingkan wajahnya dari Reagan, pria itu terlihat menyedihkan saat kepalanya terbebat perban, belum lagi ada beberapa bagian wajah yang lebam.


“Kau yakin ingin mempertahankan anak kita? Aku tidak masalah jika kau mau menggugurkannya, dokter yang aku siapkan bukan dokter sembarangan, dan semuanya akan baik-baik saja,” ujar Reagan lagi. Hal ini bukan pertama kali baginya. Meskipun baginya terasa sangat sulit mengambil keputusan ini, tapi ia ingin tahu seberapa berharganya anak yang ada di dalam kandungannya bagi Keisha. Ia tidak ingin kehilangan keturunan untuk yang kedua kalinya karena kebodohannya sendiri. Belum lagi keputusan yang ia ambil bukan langkah mudah, ia tidak bisa menjadikan Keisha sebagai istrinya meskipun ada benih Reagan yang berhasil tumbuh dalam diri Keisha.


Keisha menghembuskan nafas kesalnya ia kembali memandang wajah Reagan. “Kau salah jika berpikir aku dan Areliano tidak menyayangi janin yang ada di dalam kandunganku. Bahkan Areliano sangat menyayangiku serta bayi ini, terlepas dari siapa Ayah kandungnya. Dia tidak pernah kasar dan berbuat buruk padaku. Aku bahagia hidup dengannya, aku sudah malas dengan sandiwara yang kau buat. Sekarang antar aku pulang!”


“Tidak, aku tidak akan membiarkanmu kembali pada Areliano begitu saja!”

__ADS_1


__ADS_2