Suamiku TNI

Suamiku TNI
chapter 11


__ADS_3

Di dalam hati Bagas ,Bagas sangat kesal akan kelakuan teguh tapi dia berfikir dia yang salah dan teguh berjalan ke loby hotel dan ingin segera sampai di kamarnya ,Bagas berjalan sambil menahan sakit dan bertemu dengan Ami yang sedang berada di tempat yang sama ,Ami yang melihat keadaan Bagas yang begitu pun langsung menghampiri nya


"Kamu kenapa?" Ucap Ami khawatir terhadap keadaan Bagas


Dan Bagas hanya berjalan saja , mengabaikan ucapan Ami tadi tapi ,tiba -tiba tangannya di cekal oleh seseorang, dan akhirnya di berbalik dan masih orang yang sama.


"Lepas" ucapan Bagas


Dan Ami pun tidak memperdulikan ucapan bagas dia menarik bagas dan duduk di loby hotel dan Ami meminta p3k kepada resepsionis ,dan pelayan pun menghampiri mereka dengan membawa p3k Ami dengan telaten mengobati Bagas. Dan Bagas hanya diam saja dan melihat gadis itu mengobati nya.


"Ternyata dia baik juga,wajar kalau teguh jatuh cinta kepada dia" ucap Bagas dalam hati


"Dan selesai, siapa yang bikin kamu kaya gini ? " Ucap Ami penasaran


"Udah selesai kan ,saya ingin kekamar " ucap Bagas dingin dan meninggalkan Ami


"Susah ya bikin kamu berpaling dari Siti ke aku" ucap Ami dalam hatinya sedih


Dan Ami pun melanjutkan untuk berjalan- jalan untuk merefleksikan pikiran nya yang penat akan masalah yang tadi siang.dan tidak terasa ami berjalan sampai di depan pantai dan melihat teguh terduduk sendiri sambil melamun kearah laut yang sunyi ,Ami pun menghampiri nya


"Hei.... Sendirian aja hmmm" ucap Ami


"Kamu tuh bikin kaget aja " ucap teguh


"Lagian ngelamun aja ,kenapa? Mikirin utang  ya" tanya Ami


"Engga ko ,lagi mikirin kamu aja"ucap teguh sambil mencubit pipi Ami


"Ishh.......engga usah pegang- pegang ya " ucap Ami sedikit kesal


" Engga ppa kali kan aku calon suami kamu" ucap teguh percaya diri


"Dih pede gila ,siapa juga yang mau sama kamu" ucap Ami sambil menjulurkan lidahnya


"Gemes banget deh kalo liat kamu kaya gini" ucap teguh


Dan tanpa aba-aba teguh memeluk Ami erat .


"Ish... Lep.."


"5 menit aja ya ,aku mohon " ucap teguh memotong ucapan Ami


Ami pun pasrah dia memilih untuk diam dan membiarkan teguh memeluk nya saat teguh ingin melepaskan pelukannya dia berkata


"Jangan tinggalkan aku ya" ucap nya setelah itu di mengeluarkan sebuah kotak berwarna merah dan dia buka ternyata itu cincin yang bermata Ruby, dan teguh pun memasang kan ke jari Ami . Ami yang melihat ini semua terkejut bukan main

__ADS_1


"Alemong ini pasti mehong kan" ucap Ami dalam hati


"Kamu suka " ucap teguh


Ami hanya mengangguk saja sambil tersenyum memandang jadi nya yang di pakai kan cincin berlian itu


" Gimana kaga suka ini berlian ya " ucap Ami dalam hati .


"Udah yuk kita kekamar ,udara udah mulai dingin banget" ucap teguh sambil menggandeng tangan Ami


"Engga ppa deh hari ini kadal buntung menang banyak ,yang penting gua dapet berlian bisa nih pamer sama cebol" ucap Ami sambil tersenyum jahat


*


Keesokan harinya pada saat mereka semua ingin makan pagi mereka mendapatkan kabar kalau Bagas Dan Siti sudah pulang Ke Jakarta.


"Guh si Bagas balik ke Jakarta tuh" ucap Rama


"Biarin" ucap teguh cuek


"Yaudah yuk kita sarapan" ucap Rama mencairkan suasana


"Ayo...... Kita makan" ucap Ami dan Dwi


Mereka pun ketempat makan yang telah di sediakan dan Ami pun mencari keberadaan Bagas


"Pulang ke Jakarta" ucap teguh sambil memakan makanannya


"Lah ko pulang si kan kita belum selesai liburannya"ucap Ami cemberut


"Kan ada aku ,Bagas ada urusan" ucap teguh


"Dih kadal buntung apaan si "ucapnya dalam hati , sebenarnya Ami ingin marah tapi dia mengingatkan cincin berlian nya jadi di tahan amarah nya


"Wih Ami itu cincin beli dimana" ucap Risa penasaran


"Oh ...ini di kasih sama mas teguh dong, iya kan sayang" ucap Ami sambil memeluk lengan teguh


" Iya sayang" ucap teguh


"Muel aku mau juga ya cincin kaya Ami " ucap Risa kepada pacarnya


"Hah.... Iya beb iya" ucap Samuel pasrah


"Wi kenapa kamu diem aja" ucap Rama

__ADS_1


"Hah.... Engga ppa ko" ucap Dwi


"Kamu mau juga cincin kaya Ami?"ucap Rama


"Engga ko "ucap Dwi sambil tertunduk


Rama yang melihat Dwi seperti itu seakan tau apa yang sedang dipikirkan Dwi.


Setelah mereka makan mereka pun pergi membeli oleh-oleh berapa rempongnya para gading ini membeli semua yang mereka anggap lucu .


"Samuel kenapa muka kamu kaya kusut begitu" ucap Rama keapada Samuel


"Hah... Engga ppa ko"


"Cerita lah sama kita kalau ada masalah jangan di pendam sendiri"


Ucap teguh


"Hmm..... sebenarnya saya sama Risa kesini engga ada uang ,tapi Risa maksa ingin ikut saya memakai semua tabungan saya sama gadaikan mobil orang tuanya Risa , saya bingung dia terus"an belanja"ucap Samuel


"Bro kamu harus nasehatin dia, dan kalau engga ada dana untuk liburan di tunda dulu aja sampai uangnya benar- benar terkumpul "ucap Rama


"Saya engga bisa menolak permintaan Risa karena saya sayang banget sama dia" ucap Samuel


"Kamu harus buka mata kamu el di anggap kamu tidak sebagai pasangan nya ?"ucap teguh, dan pada kenyataannya teguh pun sama dengan Samuel karena Ami tidak menggagap teguh ,tapi kadang-kadang Ami perhatian deng


Samuel hanya terdiam saja dan mencerna setiap kalimat Rama dan teguh


"Muel nih bawa berat" ucap Risa


"Cukup ya sa aku tuh bukan kacung kamu aku pacar kamu"ucap Samuel dengan nada tinggi


"Apaan si kamu engga jelas banget kenapa marah" coba " ucap Risa tak kalah marah


"Udah cukup sa aku cape sama sikap kamu mending kita udahan aja" ucap Samuel


"Yaudah kalo itu mau kamu, bagus kalo gitu aku juga udah engga mau sama kamu ,kamu bakal nyesel ninggalin aku" ucap Risa sambil berteriak


Samuel pun pergi meninggalkan mereka ,Ami dan Dwi hanya bisa menonton apa yang mereka liat


"Ami, Dwi  ,samuel jahat hisk.....hisk...hisk...hisk...."ucap Risa sambil menangis tersedu- sedu


"Udah belanjanya ayo kita kehotel"ucap Rama


"Risa kenapa nangis" ucap teguh

__ADS_1


"Udah deh engga usah banyak tanya ayo kita kehotel " ucap Ami sambil menggandeng tangan Risa


__ADS_2