Suamiku TNI

Suamiku TNI
chapter 48


__ADS_3

"AMI JAHAT YA LO,LO TUNANGAN ENGGA BILANG KE GUE MI" ucap Dwi sambil marah


Ami pun terkejut dengan teriakan Dwi . "Jawab salam gue kek, atau apa kek ini malah teriak-teriak berasa di hutan mbanya " ucap Ami kesal kepada Dwi


"Hehehe sorry mi ,gua kesel sama Lo kenapa mendadak banget si mi tunangan Lo" ucap Dwi


"Aku juga engga tau wi ,semuanya teguh yang ngurus wi ,aku juga engga tau kalo hari ini bakal tunangan sama dia " ucap Ami menjelaskan kepada sahabat nya


"Ko mas Teguh buru-buru banget si sampe Lo sendiri yang tunangan engga tau " ucap Dwi


"Hah.....apa Lo hamil mi?" Ucap Dwi


"Mata mu hamil ,kaya gituan aja belum macam mana bisa hamil wi " ucap Ami


"Ya kan gue asal nebak mi " ucap Dwi lagi


"Pokoknya kalo Lo balik gua bakal ceritain semua wi , banyak banget wi masalah yang terjadi ketika Lo pergi honeymoon wi" ucap Ami


"Kenapa Lo engga ceritain sekarang aja mi ,gue penasaran banget " ucap Dwi antusias


"Hoammm....gua cape wi pas Lo balik aja ya bye gua mau bocan (bobo cantik)" ucap Ami sambil memutuskan telepon nya


Hari ini sangat melelahkan untuk nya ia ingin beristirahat .


Sedangkan Bagas menghantarkan Risa sampai kedepan rumahnya.


"Makasih ya ka ,udah nemenin aku keacara Ami tadi " ucap Risa


"Iya ga ppa sa, lagian gue juga Seneng ko bisa bareng sama Lo" ucap Bagas sambil tersenyum


Dan Risa pun di buat tersenyum oleh perkataan Bagas barusan, menurut Risa Bagas adalah laki-laki yang baik sangat berbanding terbalik dengan dhito yang selalu tidak pernah menganggap nya ada.

__ADS_1


"Lah ko murung kenapa lagi sa" ucap Bagas yang terkejut melihat Risa kembali sedih


"Engga ppa ko ka, harusnya dari dulu gue kenalnya sama Lo ka bukan sama dia ,yang selalu nyakitin hati gue terus " ucap Risa sedih


"Kan kita engga ada yang tau sa, Manusia hanya bisa merencanakan yang berkehendak ya Tuhan sa" ucap Bagas


"Yaudah kalo gitu ka aku masuk dulu ya " ucap Risa


"Iya sa , Langsung istirahat ya jangan mikirin dhito terus ,lupain dia ya " ucap Bagas langsung melajukan mobilnya


Risa pun hanya tersenyum mendengar ucapan Bagas


Dan Dwi sedang cemberut di hadapan Rama ,Rama pun bingung sekali dengan sikap Dwi yang selalu berubah-ubah.


"Kamu kenapa lagi si wi?, Kamu kesel sama mas ya " ucap Rama kepada istrinya itu


"Kapan si kan kita pulang " ucap Dwi cemberut


"Bukan begitu mas ,aku Seneng disini apalagi sama kamu ,tapi aku kangen bapak mas ,dan aku kangen Ami sama Risa hisk...hisk...hiskk..." Ucap Dwi yang tiba-tiba menangis


"Aduh istri ku cengeng banget si " ucap Rama langsung memeluk Dwi


"Huaaaaaaaa mas Rama jahat hisk..hisk " ucap Dwi


"Iya maaf sayang bukan maksud mas begitu" ucap Rama berusaha menjelaskan kepada Dwi


"Udah aku engga mau deket-deket sama mas Rama malem ini mas Rama tidur di kamar lain" ucap Dwi langsung pergi kekamar


Rama pun terheran dengan sikap Dwi yang Sangat drastis berubah .Mau tak mau Rama pun tidur di ruang tamu , karena Dwi marah kepada-nya


Dan tiba-tiba handphone Rama pun berdering ternyata itu telpon dari atasannya ,Rama pun segera mengangkat telpon itu.

__ADS_1


"Hallo selamat malam dan" ucap Rama


"Selamat malam Rama ,maaf saya mengganggu kamu ,besok kamu harus dinas Rama ke luar daerah ,kamu Bagas dan dhito ,ini misi khusus" ucap komandan Rama


"Baik pak, tapi maaf teguh tidak terlibat dalam misi ini" ucap Rama


"Untuk misi ini teguh tidak sama masukan karena saya tidak mau ada keributan lagi antara teguh dan dhito" ucap komandan


"Baik dan kalo begitu" ucap Rama


"Baik ya sudah kalau begitu selamat malam " ucap komandan


"Siap dan , selamat malam" ucap Rama


Rama pun masuk kedalam kamar dan melihat Dwi masih cemberut. Rama pun mulai mengemasi barang-barang mereka . Dwi yang melihat kelakuan Rama pun terheran-heran .


"Mas ngapain?" Ucap Dwi


"Kamu kangen bapak kan ,ayo kita pulang " ucap Rama


Dwi pun langsung sedih lagi " mas Rama marah ya sama aku , karena ngerengek minta pulang hisk....hisk..." Ucap Dwi sambil menangis


"Haduhhh istri ku sayang mas besok harus dinas ,jadi kita pulang sekarang ya ,udah jangan nangis ya " ucap Rama sambil menghapus air mata Dwi


"Mas mau ninggalin aku hisk...hisk...hisk..." Ucap Dwi sedih


"Mas harus melaksanakan tugas wi" ucap Rama menasehati Dwi


"Tapi kenapa mendadak banget si mas " ucap Dwi sebal


"Ini perintah mas engga bisa nolak ,mas harap kamu mengerti ya " ucap Rama yang langsung mengelus rambut Dwi.

__ADS_1


Dwi hanya mengangguk kepala" berat ya mas ,menjadi istri seorang abdi negara ,tapi aku harus kuat " ucap Dwi dalam hati.


__ADS_2