
Risa hanya bisa diam sekarang dhito semakin kasar kepada dirinya secara fisik dan mental ,ia bingung sekali mau bercerita kepada siapa karena ia takut dengan ancaman dhito.
Risa hanya bisa diam dan meratapi nasibnya,dan ia selalu membawakan bekal untuk dhito walaupun ,dhito akan memarahi nya dan mengusir nya tapi Risa tetap selalu memberikan semua perhatian dhito , walaupun dhito tidak pernah melihat perjuangan nya.
Risa pun menghampiri dhito yang sedang fokus dengan pekerjaan ,Risa pun langsung memeluk dhito dari belakang .
"Dhito aku bawain bekel untuk kamu lagi " ucap Risa
Dhito pun langsung mendorong Risa dengan kasar "apaan si maksud kamu ,saya engga minta kamu selalu kesini " ucap dhito marah
"Kenapa si dhit kan aku mau jadi calon istri yang baik buat kamu " ucap Risa
Dhito pun menarik Risa ke tempat Yang sepi ,ia sudah tidak tahan dengan apa yang di lakukan gadis di depannya.
Dan saat dhito menarik Risa ternyata teguh melihat itu pun langsung mengikuti nya .
Dhito pun maju ke depan badan Risa " kamu tau kalau saya engga pernah mencintai kamu,dan mulai saat ini kamu jangan usik kehidupan saya " ucap dhito
"Kamu kenapa si dhit ,kamu engga lihat apa sedikit aja pengorbanan aku dhit ke kamu ,kamu kasar terus sama kamu aku terima itu semua dhit " ucap Risa sambil menitihkan air mata
"Saya engga meminta kamu tetap di samping saya ,kenapa kamu selalu usik saya ,saya engga cinta sama kamu jadi jangan temui saya lagi" ucap dhito yang hendak ingin pergi
Tapi Risa pun justru memeluk nya dari belakang "dhito aku tuh cinta sama kamu kenapa kamu engga ngerti si dhit hisk...hisk... hisk.." ucap Risa
Dhito yang sudah tidak bisa menahan emosi nya pun langsung mendorong Risa kasar " saya sudah bilang sama kamu jangan ganggu saya lagi ngerti ,dan ini saya engga minta ini " ucap dhito marah dan langsung melempar bekal yang Risa bikin
Risa hanya bisa menangis karena perlakuan dhito ,dah teguh yang melihat itu tidak tega bila perempuan di sakiti seperti itu .
Teguh pun menghampiri dhito dan langsung meninjunya ,dhito yang melihat teguh menonjoknya pun tidak terima dan mereka pun berkelahi, Risa berteriak meminta tolong kepada mereka untuk berhenti dan akhirnya teman-teman mereka pun memisahkan nya .
__ADS_1
Ami pun yang baru datang mendengar dari orang-orang yang berada di sini kalo teguh sedang berkelahi pun langsung mengikuti orang-orang itu sambil berlari cepat.
Ami khawatir ada apa dengan teguh sampai ia berkelahi.
Dan saat ia sampai di sana ia melihat teguh kening nya berdarah dan ia melihat dhito hidung dan sudut bibirnya berdarah , Ami sangat kaget sebenarnya apa yang Sedang terjadi dan ia melihat Risa menangis dan semua orang itu pun mulai memisahkan mereka dengan cukup sulit.
"Brengsek Lo dhito!!! " ucap teguh sambil berteriak marah
"Lo yang brengsek Dateng-dateng nonjok gue " ucap dhito yang juga marah
" Lo kasar sama Risa " ucap teguh marah
"Kenapa kalo gue kasar sama Risa hah , dia cewe gue brengsek apa Lo suka sama dia , ambil aja dia juga cewe murahan " Ucap dhito
"Iya gua suka sama dia " ucap teguh asal dan ia pun langsung menonjok dhito membabi buta
Ami yang mendengar itu pun seketika hatinya hancur ,lagi dan lagi kali ini ,ia pun langsung menahan tangannya teguh yang hendak memukul dhito lagi.
Mereka di marahi habis -habisan oleh komandan nya dan mereka di beri peringatan ,bila ia berkelahi lagi mereka akan dapat hukuman
Sementara Risa dan Ami masih menunggu teguh dan dhito ,Ami hanya memandang lantai dengan tatapan sedih ,apa ini akhirnya dari semuanya ,Bagas pun menghampiri Ami dan Risa memberikan p3k kepada mereka untuk membantu teguh dan dhito membersihkan luka-lukanya.
"Makasih ya ka" ucap Ami dengan tatapan sedih
Bagas seolah tau apa Yanga Ami rasakan , apalagi ia dengar tadi bahwa laki-laki yang ia cintai mencintai wanita lain
Risa pun juga berterima kasih kepada Bagas dan Bagas pun melihat luka Risa berdarah pun membantu nya membersihkan lukanya .
Dan akhirnya teguh dan dhito pun keluar dari ruang itu . Ami pun langsung menarik tangan teguh menjauh .
__ADS_1
Dan dhito yang melihat Risa pun malas . Risa yang melihat dhito keluar pun langsung menghampiri nya "sini luka kamu aku bersihin dhito" ucap Risa
"Udah saya bilang jangan ganggu saya lagi " ucap dhito membentak Risa
Bagas yang mendengar itu semua pun ikut geram akan sikap dhito " dia cuma mau bantu bersihin luka kamu dhit ,kalo kamu engga mau di ganggu nih bersihin sendiri " ucap Bagas dan langsung merangkul pundak Risa menjauh dari dhito
Dhito pun di buat makin kesal orang Bagas pun langsung membuang p3k yang tadi di beri Bagas dengan kesal.
Ami pun duduk di taman dan langsung membersihkan luka teguh ,Ami Manahan air matanya sampai luka-luka teguh bersih dan ia akan pergi dari hadapan teguh.
Teguh yang melihat Ami yang sedang membersihkan luka-lukanya pun senang bukan main karena gadis di depannya ini mampu membuat hatinya menjadi tenang .
Ami pun membersihkan nya. Dengan telaten.
"Udah selesai " ucap Ami sedih ia masih menahan tangisnya nya
"Makasih ya " ucap teguh sambil tersenyum
"Kalo gitu saya pergi ya" ucap Ami sambil berdiri tapi tangan nya di tahan teguh
"Kenapa kamu pergi aku masih mau kamu disini " ucap teguh
Ami pun sudah tidak bisa menahan semuanya pun meluapkan nya kepada teguh.
"Buat apa saya disini kalo kamu mencintai sahabat saya ,dan itu sudah jelas saya dengar tadi ,kenapa kamu terus menghubungi saya kalo kamu engga menginginkannya saya ,hal yang paling menyakitkan buat saya itu adalah orang yang saya cintai mencintai sahabat saya lagi dan lagi ,jadi please mulai saat ini jangan ganggu saya dan anggap aja kita engga pernah kenal " ucap Ami sambil menangis , hatinya sangat sakit sekali dengar kenyataan itu.
"Kamu salah paham mi " ucap teguh dan langsung memeluk Ami begitu erat ,ia salah harusnya ia tidak berkata seperti itu tadi ia merutuki kebodohan nya sendiri.
"Lepas ka semuanya udah selesai " ucap Ami mencoba melepaskan pelukannya dari teguh.
__ADS_1
Teguh pun langsung memegang tangan Ami dan langsung menatap matanya dengan begitu tajam .
"Dengar mi yang tadi kamu dengar itu salah paham ,aku hanya membantu Risa aku engga tega mi kalau ada wanita di perlakukan seperti itu, dan kamu salah mi aku sangat mencintaimu mi maaf kalau akhir-akhir ini aku bikin kamu sedih ,aku mau lihat mi kamu mencintai aku juga tidak dan sekarang sudah terbukti semuanya, maaf harusnya aku tidak asal bicara kalau sedang marah dan membuat kamu jadi sedih lagi seperti ini " ucap teguh sambil menghapus air mata ami