
"Iya kenalin saya Siska ....oh jadi ini cewe yang di taksir teguh ,masih cantikan reana ya dari pada situ" ucap Siska kepada Ami
Rasanya Ami sangat ingin merobek mulut Siska , apa-apaan wanita itu membandingkan dirinya dengan reana ,Ami hanya bisa menahan amarahnya karena ia tidak mau di cap jelek oleh mertuanya
"Apaan si Siska maksud kamu ,ya jelas cantikan Ami lah " ucap mami thalia kepada Ami
Ami hanya tersenyum puas kearah Siska seolah- dari tatapan Ami ke Siska mengisyaratkan "i'm winner bicth " ucap Ami dalam hati
Siska yang mendengar kalau ibu mertua nya membela Ami pun sangat kesal ,ia terus saja menatap sinis kearah Ami.
"Mami ngundang kamu kesini buat ukur baju , untuk ke acara pernikahan sepupunya mami kamu mau ikut kan?" Ucap mami thalia sangat antusias kepada Ami
"Haduh cobaan apa lagi ini ,mau nolak takut ,ikut males banget apa lagi sama teguh " ucap Ami dalam hati
"Ami kamu ikut kan?" Ucap mami thalia lagi
"Eh...iya mih aku ikut " ucap Ami
Dan mereka pun mengukur baju untuk di pakaian ke acara tersebut , Thalia bingung untuk memakai warna apa untuk baju mereka .
"Jadi mau warna apa Bu , untuk bajunya yang akan di buat "ucap desainer
"Saya bingung mba mau warna biru atau nude" ucap Thalia
Ami yang mendengar mami thalia kebingungan memilih warna pun menghampiri nya .
"Kenapa mih ada masalah?" Ucap Ami
"Mami bingung mi mau pilih warna apa?" Ucap mami thalia
"Menurut aku warna nude bagus mi kalem dan elegan" ucap Ami
Dan thalia pun melihat ke arah nude ternyata betul yang di katakan Ami."yaudah mba saya pilih warna nude ya" ucap thalia
"Untuk disain bajunya mau pilih sendiri atau kami pilihkan"
Belum mami thalia menjawab Siska sudah menjawab terlebih dahulu
"Kita pilih sendiri mba " ucap Siska angkuh
Dan mba desainer pun memberikan contoh rancangan bajunya ,thalia dan Clara memilih model baju yang sama sedangkan Ami memilih baju yang berbentuk seperti Sabrina yang bagian dadanya sedikit rendah tapi masih terlihat sopan dan elegan.
Sedangkan Siska memilih baju yang belakang punggung nya terbuka dan bagian dadanya sangat rendah .
"Siska kamu engga salah pilih ini?" Ucap Clara
"Kenapa kamu sirik ya sama saya ,karena badan saya bagus bak model engga kaya kamu" ucap Siska sinis kepada Clara
"Ehhhh nenek sihir kita tuh mau kondangan bukan clubbing , pake baju kaya gitu ,situ mau ngelonte " ucap Ami ,ia tidak tahan ingin memaki Siska
"Dasar jalan......" Ucap siska terjeda karena thalia berbicara
"Kamu mau pake baju itu?,yaudah pake aja cocok untuk perempuan kaya kamu ,udah yuk Clara, Ami kita pergi makan yuk " ucap Thalia tanpa mengajak Siska
__ADS_1
Ami yang mendengar thalia tidak mengajak Siska pun menoleh kearah Siska dan menjulurkan lidahnya ,siska yang melihat Ami seperti itu makin kesal bukan main .
Sementara Dwi ,Dwi sangat sibuk Dengan memilih dekorasi dan makanan dan sovenir dan undangan untuk acara pernikahan nya ,mama Mia mengajak Dwi untuk memilih langsung walaupun ia sudah menyewa wedding organizer tapi Mia ingin semuanya pilihan Dwi .
Sementara di dalam hatinya Dwi sangat senang saat melihat -lihat undangan ,tapi apakah Rama masih mau melanjutkan pernikahan dengannya setelah mengetahui masa lalunya. Dwi yakin Rama belum cerita kepada orangtuanya.
"Ayoo wi dipilih kamu sukanya yang mana?" Ucap mami Mia tersenyum
"Ehm...mah mending kita pilihnya kalo ada mas Rama aja , takutnya aku suka belum tentu mas Rama juga " ucap Dwi sebenarnya Dwi sangat ingin memilih kartu undangan langsung tapi pada daya Rama juga belum menghubungi nya sampai sekarang ,Dwi takut Rama membatalkan semuanya dan membuat undangan di pilih Dwi sia -sia
"Tapi Rama masih lama wi ,mami yakin kalo kamu pilih pasti Rama suka wi" ucap Mia lagi
"Kita tunggu mas Rama aja ya mih " ucap Dwi lagi
Sedangkan Risa terus merengek ke dhito untuk di lamar karena melihat teman-teman nya jalan-jalan dengan bumernya (ibu mertua ) Risa pun iri akan hal itu
Dan saat ini Risa dan dhito sedang di mobil
"Dhito kapan aku di kenalin sama orang tua kamu? ,Kamu engga ada niatan apa mau ngelamar aku?" Ucap Risa
"Nanti" jawab dhito cuek
"Nantinya kapan dhito ....temen aku aja udah di lamar" ucap Risa
Dhito pun menginjak pedal rem mendadak membuat tubuh Risa meloncat maju
"Dhito kamu kenapa si" ucap Risa marah
"Apa kamu bilang?,Ami di lamar teguh?" Ucap dhito langsung menatap Risa tajam
"Eh.....Bu...bukan Ami dhito tapi Dwi, Ami belum di lamar sama teguh tapi dia udah kenal sama mamanya teguh ,aku kapan kaya gitu juga" ucap Risa takut
Dhito yang mendengar kalo Ami belum di lamar pun merasa lega ia harus dengan cepat merebut hati Ami sebelum semuanya semakin rumit.
Risa masih penasaran kenapa dhito bersikap seperti ini kepadanya ,Risa jadi ingat ternyata dhito sangat berbeda dari Samuel ,Samuel yang sangat perhatian dan tak pernah membentak nya semester dhito kebalikan 180 derajat dari Samuel
Dan dhito pun melanjutkan perjalanan tanpa berbicara sedikit pun kepada Risa.
Sedang Ami dan mami thalia sudah masuk ke restoran tempat thalia makan , ternyata restoran itu bernuansa Korea, sebenarnya Ami sangat tidak suka makanan Korea , lidahnya terlalu kampung memakan- makanan itu.
Thalia pun memanggil pelayan dan memesan semua menu yang ia suka disini .dan thalia pun ke kamar mandi
Siska masih saja melihat Ami sinis Ami yang di tatap Siska sinis malah menatap nya balik sinis
Sedangkan CIA sangat senang di pangku oleh Ami ,CIA terus tertawa di pangkuan Ami
Tiba-tiba ada perempuan wajahnya sangat familiar untuk Ami
"Heiii......reana kamu disini juga " ucap Siska sambil memeluk reana
"Anjrit tuh , cabe-cabean mau ngapain dia disini " ucap Ami dalam hati
"Iya nih ka Siska ,aku lagi mau makan siang disini soalnya kata temen aku disini enak banget makanya" ucap reana
__ADS_1
"Yaudah kalo gitu gabung aja " ucap Siska
"Aku duduk dimana? Ka" ucap reana lagi
"Eh...... Kamu minggir pindah sana" ucap Siska
Ami yang mendengar Siska menyuruh nya pindah pun langsung berkata " ngapain nyuruh saya pindah ,kenapa engga situ aja yang pindah " ucap Ami
Clara yang mendengar ucapan Ami pun sangat kagum baru kali ini ia melihat ada orang yang berani melawan Siska selain mami thalia
"Berani ya kamu nyuruh saya pindah kamu siapa? Hah... Belum jadi istri nya teguh aja udah belagu " Ucap Siska
"Mba Clara di sini angker ya ,mba Clara denger ga tadi ada yang ngomong tapi engga ada orangnya" ucap Ami kepada Clara
"Sialan ya Lo ,sana pindah " ucap Siska lagi dengan nada membentak
"Tuh mba ada lagi suaranya jadi merinding mba " ucap Ami lagi
"Sialan dasar ,udah yuk reana kita aja yang duduk Di sana males satu tempat sama Upik abu kaya mereka" ucap Siska
Baru Ami ingin membalas ucapan Siska tapi tangan nya di tahan mba Clara
"Udah mi biarin aja Siska ,dia emang orang nya kaya gitu" ucap Clara
"Huhhh.... Mba sabar banget si mba sama orang kaya gitu" ucap Ami sebal kearah Siska
Clara hanya tersenyum saja ,Clara mempunyai sifat yang 180 derajat berbeda dengan Siska ,Clara adalah perempuan yang baik dan sabar ,ya Clara dari keluarga yang kurang mampu ia yatim piatu ,tapi mami thalia sangat sayang kepada Clara seperti anaknya sendiri .
Dan mami thalia pun sudah kembali ke meja yang dipesannya betapa terkejutnya ia ketika melihat reana ada disana
"Renan, sedang apa kamu?" Ucap mami thalia
"Halo mih ...udah lama ya kita engga ketemu ,maaf ya reana sibuk flight baru libur sekarang " ucap reana
Awal nya thalia sangat suka terhadap reana tetapi gadis itu ternyata jahat kepada anak bungsunya jadi thalia sebal kepada reana
"Pasti ini ulah Siska " ucap thalia dalam hati
Makanan pun tiba di meja makan, Ami bingung ingin makan yang mana ,semua terlihat enak tapi Ami tidak suka sama sekali makanan ini
"Ayoo...mi di makan " ucap mami thalia
Ami hanya mengangguk kepala nya ,Ami memakan sedikit makanan nya , thalia yang melihat Ami memakan makanan nya sedikit pun bertanya
"Kenapa mi???, Makanan nya engga enak ya?" Ucap thalia kepada Ami
Belum Ami menjawab Siska lebih dulu berkata
"Mana bisa orang kampung makan -makanan mewah kaya gini ,cocoknya makanya di warteg kalo engga di kaki lima " ucap Siska sinis dan reana pun menatap Ami sinis
"stop ya Siska ,kamu kalo punya mulut di jaga" ucap thalia tidak tahan dengan ucapan Siska
rasanya Ami sangat ingin melempar makan nya kepada Siska tapi ia tahan karena ia tidak ,enak bila berantem di depan bumernya .tapi disisi lain Ami sangat senang karena mami thalia membelanya
__ADS_1
dan mereka pun melanjutkan makannya , sedangkan Ami hanya mengaduk-aduk makanan nya saja.