
Ehmm ......" Ucap Rama dan Teguh bersamaan dan mereka semua pun melihat kearah Rama dan Teguh yang sedang melihat mereka dengan pandangan dingin.
Ami dan Dwi pun ikut menengok dan melihat suaminya mereka dengan tatapan senang tapi Rama dan Teguh malah menatap nya dingin dan marah.
"Udah olahraga nya ?" Ucap Teguh kepada sang istri
"Heheheh udah " ucap Ami sambil tersenyum
"Pulang sekarang " ucap Teguh tegas
"Kamu juga wi pulang " ucap Rama
"Iya mas" ucap Dwi pasrah
"Dan kalian lari 100 putaran " ucap Teguh kepada junior nya
Dan mereka pun lari Teguh dan Rama hanya bisa geleng-geleng kepala melihat kelakuan istrinya.
Sedangkan Dwi dan Ami berjalan pulang.
"Mi gue takut mas Rama marah" ucap Dwi kepada Ami
"Kenapa harus marah wi?, Emangnya lu ngelakuin hal yang bikin dia marah?" Ucap Ami
"Mas Rama larang gue buat engga cape-cape mi " ucap Dwi
" Yaudah nanti pas dia pulang kerja lu pura-pura nangis lagi pasti dia engga marah lagi wi, bilang ini bawaan debay" ucap Ami
"Bagus juga ya ide lu mi " ucap Dwi
"Iya dong Ami gitu loh heheheh" ucap Ami
Tak terasa mereka sudah sampai di depan rumah Dwi. Dwi pun masuk dan mengajak Ami agar masuk kerumahnya.
"Ayo mi masuk dulu"ucap Dwi kepada Ami
"Engga deh wi ,badan gue lengket banget ,mau Langsung mandi aja di rumah" ucap Ami
Ami pun berpamitan untuk pulang kerumahnya. Ia melihat sekeliling nya banyak ibu-ibu sedang mengobrol dan sedang menggendong bayinya.
Ami masih terus berjalan dan tiba-tiba ada anak kecil menabrak nya dan terjatuh Ami pun langsung mensejajarkan badan dan membantu anak perempuan itu.
"Kamu engga ppa?" Ucap Ami membantu anak itu.
Anak itu pun menatap Ami sedih dan memperlihatkan tangan nya yang kotor terkena tanah, Ami pun mencoba membersihkan tangan anak itu.
"Udah engga ppa anak cantik engga boleh nangis harus kuat ya ,ayo kakak beliin eskrim" ucap Ami kepada anak itu
Anak itu pun mengganggu kan kepala nya senang , Ami dan anak itu pun memakan eskrim di taman
Ami bertanya kenapa anak itu bermain sendirian dan tidak bersama orang tuanya.
"Kamu kenapa sendiri dimana mama sama papah kamu?" Ucap Ami
Anak itu hanya tertunduk dan menatap eskrim nya. "Ibu sama ayah sibuk ka jadi aku main sendiri"ucap anak itu lagi
"Yaudah kamu engga usah sedih ya mulai sekarang mainnya sama kakak aja ya" ucap Ami
"Iya ka ,tapi kenapa ya aku harus manggil kakak ke kakak padahal muka kakak kaya tante-tante" ucap anak itu sambil melihat Ami
"Yeh sialan nih bocil ngatain gue tante-tante emangnya gue setua itu apa?" Ucap ami dalam hati
"Kakak kan masih muda masa kamu bilang Tante-tante " ucap Ami memelas
"Iya Tante maaf kakak heheh" ucap anak itu sambil tersenyum
__ADS_1
Ami pun cemberut kepada anak itu. Dan ada wanita seperti dirinya menghampiri.
Ya itu ternyata Lily sedang mencari anaknya. Lily yang melihat anak nya bersama wanita asing pun segera mendekati anaknya tersebut.
"Nata...." Teriak Lily marah kepada sang anak
"Kamu kenapa engga sama nenek ibu kan udah bilang jangan keluar sendirian" ucap wanita itu
Ami pun kaget apakah itu ibu dari sang anak. "Maaf tadi saya membawa anak ibu main disini" ucap Ami sambil tersenyum
Bukannya Lily tersenyum malah menatap Ami sinis,dan mengandeng tangan sang anak.
Dan anak kecil itu berteriak "dadah Kaka cantik besok main lagi ya " ucap anak itu.
Ami pun melambaikan tangan nya. Dan menggeleng- geleng kan kepala. Ia pun kembali berjalan kerumahnya.
Setelah sampai rumah iya pun membersihkan diri dan memasak makanan untuk dirinya dan Teguh, ia pun meminta bantuan Dwi dengan cara mengajari nya memasak melalui video call.
Ami pun melihat masakan nya yang sedang berada di meja pun tersenyum ia berkata pada dirinya.
"Ini baru namanya makanan heheheh" ucapnya pada dirinya.
Terdengar suara ketukan pintu Ami segera membukanya terdapat teguh sudah pulang Ami pun mencium tangan Teguh. Tapi teguh masih terlihat marah.
"Kakak kenapa si ko mukanya kaya gitu" ucap Ami kepada Teguh
Teguh pun malah mengacuhkan nya dan pergi ke kamar mandi ,Ami yang di perlakukan seperti itu kembali sebal kepada teguh.
Ami menunggu Teguh di dalam kamar sampai ia berpikir apa alasan nya kalau teguh memarahi nya.
Teguh pun keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk yang melilit pinggang nya.
Ami pun menatap tubuh Teguh. Teguh yang yang melihat itu langsung berkata.
"Aku mau pake baju" ucap nya kepada Ami ,Ami masih menatap nya saja terus menatap nya sambil tak berkutik iya terpukau dengan tubuh teguh yang atletis.
Muka Ami pun merona karena hal itu. Ia sangat malu akan kelakuan nya tadi.
"Kenapa ko engga menatap kakak lagi" ucap teguh menggoda Ami
Ami masih memalingkan wajahnya teguh pun menarik dagu Ami agar menatap nya.
"Kapan kamu siap bikin Dede bayi" ucap teguh kepada istrinya
Dan hal itu membuat Ami tambah Merona. Ia iri kepada Dwi karena Dwi sudah hamil dan Ami sangat ingin mempunyai anak secantik Cia tapi Ami malu berkata kepada Teguh kalo ia menginginkan bayi.
"Udah ayo kita makan yuk ka ,aku udah masakin buat kakak" ucap Ami kepada teguh mengalihkan pembicaraan nya
Teguh dan Ami pun memakan makanannya di meja makan.
Sedangkan Dwi menangis bombai karena Rama mendiamkan nya.
"Mas Dwi minta maaf hisk...hisk..." Ucap Dwi
Rama masih terus mengacuhkan nya
"Mas Rama hisk..hisk.." ucap Dwi Ratna yang melihat itu sangat tidak tega kepada istrinya dan ia pun menghembuskan nafasnya
"Mas engga mau kamu kecapean wi " ucap Rama kepada istrinya
" Tapi kan aku engga kecapean mas malah seneng hisk...hiskk." ucap Dwi
"Kalo kamu mau olahraga besok pakaian yang bener ya jangan kaya tadi lagi mas engga suka" ucap Rama kepada Dwi
Dwi pun mengangguk kan kepala nya.
__ADS_1
"Udah jangan nangis kasian baby nya " ucap Rama
"Itu ingus kamu heheheh" ucap Rama langsung mengelap ingus Dwi
"Mas Rama mah hisk...hisk..." Ucap Dwi kembali menangis
"Engga sayang mas cuma bercanda heheheh" ucap Rama menggoda istrinya.
"Udah kita makan ya " ucap Rama kepada sang istri mereka pun makan bersama.
Ami pun bersalaman dengan teguh ia selesai melaksanakan ibadah sholat isya dan mereka pun tidur di ranjang, Teguh pun sedang mengecek tentang usaha nya dan Ami memainkan kukunya ia bingung harus melakukan apa.
Iya menatap Teguh yang masih sibuk dengan ponselnya. Teguh pun merasa ada orang yang menatap nya pun langsung memalingkan wajahnya kearah Ami.
"Kamu kenapa mi?" Ucap Teguh
Ami masih diam saja, ia sangat malu berkata sejujurnya kepada teguh dan memilih memunggungi Teguh.
"Kamu kenapa si?" Ucap teguh memeluk istrinya
Ami yang di perlakukan seperti ini pun tersenyum dan memilih memejamkan matanya.
Teguh berkata lagi "kakak cemburu tau liat kamu pake pakaian olahraga yang sangat sexy kaya gitu" ucap teguh kepada sang istri
"Ami kan cuma bawa yang itu doang ka ,itu engga terlalu terbuka banget ko" ucap Ami
"Besok Kaka beliin ya ,itu terbuka mi perut kamu sampe kelihatan dan melon kamu juga keliatan " ucap Teguh.
Ami yang mendengar itu pun sebal kepada teguh. Ami melepaskan pelukan teguh terhadap dirinya.
"Udah jangan marah ya istri ku yang cantik kakak cuma engga suka kamu pake baju kaya gitu" ucap Teguh kepada Ami dan kembali memeluk Ami.
"Udah yuk kakak cape kita tidur" ucap teguh kepada istrinya ,dan mereka pun tidur.
Keesokan paginya Ami dan Dwi berbelanja makanan bersama. Dan Ami melihat banyak ibu-ibu dan wanita yang sedang belanja juga ia melihat beberapa wanita yang sedang hamil dan ia pun menatap Dwi.
Ada salah satu ibu-ibu berkata kepada Dwi. "Hamil berapa bulan mba " ucap ibu-ibu itu
"4 bulan Bu" ucap Dwi sambil tersenyum dan mengelus perut nya.
Hal itu membuat Ami iri dan Ami memilih diam. Ami dan Dwi pun selesai belanja ia pun menuju rumah mereka. Ami masih sedih akan hal tadi Dwi yang melihat Ami murung pun bertanya.
"Kenapa si mi?" Ucap Dwi kepada sahabat nya.
"Hah.. engga ppa ko wi" ucap Ami menutupi kesedihannya
Mereka pun sudah sampai di rumah mereka Ami memasak makanan untuk Teguh dan dirinya, setelah ia selesai makan Ami menyiram tanaman Yang ada di depan rumah dan Teguh sedang memakai sepatu dan meminum tehnya.
Ami pun melihat Tetang di depan rumah nya sepasang suami istri dan istrinya sedang hamil dan suaminya yang ingin berangkat mengelus perut istri nya sambil mencium perut istrinya.
Ami menatap itu terus dan Teguh pun memperhatikan Ami yang sedang menatap apa.
Ia melihat junior sedang bermesraan dengan istrinya. Teguh pun menghampiri Ami.
"Kamu mau kaya gitu" ucap Teguh kepada Ami.
Ami pun mengangguk kan kepalanya teguh pun mencium kening ami.
"Istri Kakak sekarang manja ya " ucap Teguh kepada Ami.
Ami pun memberanikan diri berkata sejujurnya kepada teguh. "Kakak Ami mau punya baby" ucap Ami kepada Teguh.
Teguh yang mendengar itu kaget dan senang seketika. Iya pun membelai rambut istri nya.
"Yaudah nanti malem kita bikin Dede bayi ya" ucap Teguh sambil tersenyum
__ADS_1
Pipi Ami pun merona akan hal itu dan Ami mengangguk kan kepala.