Suamiku TNI

Suamiku TNI
chapter 56


__ADS_3

Mereka pun telah tiba di tempat tujuan ,Dwi dan Ami pun tertidur karena efek obat tidur nya , sedangkan Rama dan Teguh yang melihat itu tidak tega untuk membangunkan nya .


Rama dan Teguh pun berinisiatif untuk membopong tubuh istri mereka ke dalam rumah , dan rumah yang mereka tempati untuk dinas bersebelahan.


Teguh pun menggendong Ami yang sedang tertidur, dhito yang melihat itu seakan di bakar api cemburu.


"Harusnya aku mi yang di posisi itu ,bukan si bajingan itu" ucap dhito dalam hati


Bagas yang melihat dhito yang sedang memperhatikan Teguh pun mendekati nya .


"Tho kenapa ko sinis gitu" ucap Bagas


Dhito hanya diam saja dan menurunkan barang-barang nya


"Lo cemburu ya gue sama Risa pacaran" ucap Bagas


"Engga kalo lo suka nikahin aja juga boleh ,gue engga perduli " ucap dhito sambil meninggalkan Bagas


Bagas yang melihat itu pun keheranan kenapa dhito sangat tidak peduli dan tidak marah. Bagas pun menurun kan barang-barangnya juga.


Dan teguh pun meletakkan tubuh Ami dengan sangat hati-hati agar Ami tidak terbangun dari tidurnya, teguh pun melihat wajah Ami yang sedang tertidur pun senang .


"Kakak bahagia memiliki kamu mi" ucap teguh sambil mengelus wajah Ami


Dan teguh pun keluar untuk memasukkan barang-barang nya ke dalam rumah.


Sedangkan Rama membawa Dwi dan meletakkan di kamar dan saat ia meletakkan Dwi ,Dwi pun terbangun dari tidurnya.


"Mas kenapa engga bangunin aku " ucap Dwi kesal


"Mas cuma engga mau ganggu kamu tidur sayang" ucap Rama sambil membelai rambut Dwi


"Tapi...tap....i...ak..aku kan berat hisk...hisk ..hisk...." Ucap Dwi sambil menangis


"Sayang kenapa kamu nangis ,kata siapa kamu berat ,kamu enteng ko mas aja engga kecapean " ucap Rama menenangkan Dwi , ya kehamilan Dwi yang sekarang sangat meresahkan untuk Rama ,sikap Dwi yang cengeng dan Manja pun sedikit membuat Rama kewalahan.


Tapi Rama tidak mengeluhkan hal itu ,Rama sangat sayang kepada Dwi dan calon anak mereka. Rama sebisa mungkin menyenangkan Dwi dan anaknya di dalam kandungan.


"Udah ya sayang tidur lagi ,mas tau kamu masih ngantuk kan " ucap Rama kepada Dwi


Dwi pun menginginkan Rama tidur dengan dirinya "mas Rama juga harus bobo ya ,aku engga mau bobo sendiri " ucap Dwi manja


"Mas harus beresin barang-barang kita ,baru kalau sudah selesai mas bakal ikut bobo sama kamu ya " ucap Rama


Dwi pun mengerti dan menganggukkan kepalanya dan mencoba kembali tidur dan Rama pun keluar dan memasukan barang-barang mereka.


Ami pun merasakan tubuhnya begitu nyaman ,ia masih memejamkan matanya.


"Mobilnya lama-lama empuk juga ya kaya kasur " ucap dalam hati dan matanya terpejam. Ami pun mencium aroma masakan dan hal itu membuat ia terbangun.


Ia pun terkejut ia sudah berada di sebuah kamar, dan ia melihat sekeliling nya pun keheranan.


"Rumah siapa ini" ucapnya dalam hati


Ami pun keluar dan mencari keberadaan Teguh,dan ia mendengar suara orang sesak memasak dan mencium aroma makanan yang begitu enak.


Ami pun melangkah kan kaki nya menuju ke dapur , dan ia melihat teguh sedang memasak.

__ADS_1


"Kakak" ucap Ami


Teguh pun menoleh kearah Ami.


"Kamu udah bangun sini duduk ,kita makan bareng " ucap Teguh


Ami pun duduk di meja makan dan menunggu Teguh selesai masak. Teguh pun menyiapkan makanannya dan makanan Ami.


"Ini buat kamu dan satu lagi buat kakak ,ayo dimakan " ucap Teguh


Ami pun tersenyum dan mengangguk kan kepala. Ami melihat kearah Teguh di dalam benaknya apakah teguh masih marah kepada dirinya ,ia pun menjadi bingung.


"Kakak" ucap Ami


"Iya?"ucap teguh sambil memakan makanannya


"Kakak masih marah ya sama aku?" Ucap Ami menatap mata teguh


"Engga, kakak udah engga marah ko "ucap teguh sambil tersenyum


"Maaf ya ka" ucap Ami menundukkan kepalanya , Ami tau ia salah harusnya ia memberikan kewajiban nya kepada teguh tapi ia selalu menolak nya.


"Engga ppa sayang , kakak ngerti ko ,kita bikin Dede bayinya nanti aja kalo kamu siap ya " ucap teguh sambil mengelus rambut Ami


"Iya makasih ya ka " ucap Ami


Keesokan paginya Dwi menyiapkan makanan untuk ia dan Rama , Rama yang melihat pun langsung menghampiri Dwi.


"Kamu jangan lama-lama berdiri sayang kasian baby kita " ucap Rama sambil mengelus perut Dwi yang sedikit membuncit.


"Iya mas tau ,tapi jangan cape-cape ya" ucap Rama


"Iya ,ayo sarapan dulu mas, mas kan mau berangkat kan?" Ucap Dwi


"Iya ayo sayang kita sarapan ya " ucap Rama duduk di meja makan


Teguh sedang mandi dan Ami sedang membuat sarapan, hari ini Ami memasak telor ceplok dan tempe goreng hal ini saja sudah membuatnya sangat lelah.


"Aw...aw...aw...kenapa si telornya meletus-letus gini" ucap Ami mengusap tangannya yang terkena minyak.


Teguh yang baru keluar dari kamar mandi pun melihat hal itu tersenyum dan menghampiri Ami.


"Apinya di kecilin sayang " ucap teguh memberitahu kan kepada Ami


Ami hanya tersenyum malu kepada teguh pasalnya ia sangat malu karena ia hanya bisa memasak makanan seperti ini.


Teguh pun kembali ke kamar untuk memakai pakaian nya ,Ami juga menyediakan kopi untuk teguh juga dan ia melupakan telornya yang masih di masak. Alhasil telur nya sedikit gosong.


Ami pun tetap menyajikan nya , dan melihat masakan nya seperti ini membuat hati sedih.


Teguh yang sudah rapi pun melihat Ami yang sedih pun menghampiri nya.


"Kenapa ???" Ucap Teguh


Ami hanya diam saja ,teguh melihat masakan Ami yang sudah jadi dan teguh sedikit terkejut masakan nya gosong.


"Engga ppa sayang ,aku bakal makan " ucap teguh sambil tersenyum

__ADS_1


"Udah engga usah di makan ka ,kita makan di luar aja ,pasti engga enak itu item semua " ucap Ami sedih


"Engga ppa aku makan ya " ucap teguh


Teguh pun mengambil nasi dan mengambil telor yang sedikit gosong dan tempe.


Baru satu suap ia makan teguh terbatuk-batuk. Ami yang kaget langsung memberikan air kepada teguh.


"Kakak engga ppa ?" Ucap Ami


"Engga ppa ko " ucap teguh


"Masakan kamu enak tapi jangan kebanyakan masukin garam ya ,kamu mau nikah lagi ya heheheh, cukup kakak aja ya suami kamu " ucap teguh menggoda Ami


Hal itu membuat Ami tersipu malu dan ia pun mencoba masakan nya dan iya pun memuntahkan nya .


"Ini mah asin banget kakak ,udah yuk kita makan di luar aja " ucap Ami


Teguh pun menerima ajakan Ami.


"Kamu ganti baju dulu mi" ucap teguh


"Kenapa ko aku ganti baju ?" Ucap Ami bingung


"Kakak engga suka kamu pake baju yang kelihatan dada kamu kemana-mana kaya gitu ,ganti" ucap Teguh


"Ishh... Pagi-pagi mana ada orang si kan ,lagian aku belum mandi nanti aja " ucap Ami menarik tangan Teguh


Teguh pun menarik tangan Ami untuk masuk ke kamar ia memberikan jaketnya kepada Ami.


"Ini pake ini " ucap teguh


"Engga mau panas kak" ucap Ami


"Pake atau kita engga bakal keluar" ucap teguh


Ami pun mengambil sambil cemberut . Ami pun keluar rumah ternyata di luar sudah banyak ibu-ibu yang sedang belanja dan ada tukang bubur juga .


Ami dan teguh pun duduk di kursi tukang bubur dan memesan bubur.abang bubur yang mengenal teguh pun langsung menyapanya.


"Mas teguh dinas lagi ya disini " ucap tukang bubur


"Iya pak ,gimana kabarnya pak ?" Jawab teguh


"Baik mas , mas teguh juga gimana kabarnya ?, Dan ini siapa mas ?" Ucap tukang bubur itu penasaran kepada wanita yang duduk di samping teguh


"Iya ini istri saya mas " ucap teguh sambil membelai rambut Ami dan Ami pun tersenyum kepada tukang bubur itu.


"Wah istri mas teguh cantik juga ya ,kalah ya mba Zahra heheheh" ucap tukang bubur itu


Ami pun mengerut kan keningnya dan melihat kearah teguh.


"Mba Zahra sering loh mas nanyain mas teguh" ucap tukang bubur itu lagi.


"Ini mas mba silakan dimanakah " ucap tukang bubur itu.


Ami pun menatap teguh sinis dan berkata "who Zahra ?" Ucap Ami cemberut.

__ADS_1


__ADS_2