
Tak terasa Dwi dan Rama sudah sampai di rumah Dwi ,Dwi sudah bangun ya lumayan lah iya sudah tidur sebentar di dalam mobil Rama ,dan Rama meminta izin untuk pulang
"Sayang aku pulang ya " ucap Rama sambil mengelus kepala Dwi
Dwi hanya mengangguk-anggukan kepalanya
Dan Rama pun pamit kepada ayahnya Dwi untuk pulang , sebenarnya ia dan Dwi sedang di pingit tapi apa daya terjadi percekcokan ke dua sahabat nya itu mau tidak mau ia harus turun tangan dengan Rama
Dwi pun memulai ritual luluran tapi kenapa ia merasa kesepian ya dan Dwi pun teringat Ami dan ia segera menelepon wanita tersebut agar di lulur bareng ,ia tau pasti kalau ada Ami jauh lebih seru dan menghilangkan rasa gelisah nya untuk besok.
"Assalamualaikum mi " ucap Dwi dari telepon
"Iya waalaikumsalam wi kenapa?" Ucap Ami
"Kerumah gua mi di lulurin sini bareng gua " ucap Dwi
"Yah wi gua lagi dirumah ka teguh " ucap Ami
"Yaudah cepet pulang mi ,abis itu kesini gua bete mi luluran sendiri " ucap Dwi memelas
"Iye deh iye gua balik bentar gua bilang dulu sama ka teguh " ucap Ami
"Cieelah sekarang manggilnya kakak-kakak ya " ucap Dwi mengejek
"Hahhaha iya lah dari pada mas-mas kan hehehhe , yaudah gua tutup dulu ya nanti gua kabarin kalo udah nyampe ya wi " ucap Ami
"Iya mi jangan lama-lama ya " ucap Dwi
"Iya bawel" ucap Ami langsung mematikan teleponnya
Ami dan teguh sedang berada di ruang keluarga ,saat ia pulang ternyata rumah teguh kosong dan teguh bertanya dimana mamihnya ternyata mamihnya sedang pergi bersama Clara alhasil teguh dan Ami lagi yang menjaga CIA
"Ka aku harus pulang ,Dwi minta temenin buat luluran " ucap Ami
"Terus aku sama CIA gimana?" Ucap teguh memelas
"Kamu udah gede ya ,aku bingung nya soal CIA ,aku takut kalo dia bangun Terus nangis emang kamu bisa diemin nya?" Ucap Ami
"Engga bisa makanya kamu disini aja " ucap teguh
Padahal teguh sudah biasa menjaga CIA tapi ia ingin selalu berlama-lama dengan ami dan ia pun melakukan kebohongan agar Ami bisa disini lebih lama lagi.
Ami pun nampak bingung tapi ia sudah keburu bilang ia terhadap Dwi dan Ami pun bingung harus bagaimana.
"Yaudah gini aja ka ,kalau ka Clara belum pulang dan CIA bangun terus nangis nanti anterin aja ke rumah Dwi ya ka " ucap Ami
" Jadi kamu tega ninggalin aku sama CIA ?" Ucap teguh memasang puppy eyes nya
__ADS_1
"Udah deh ka engga usah lebay ,aku cape yaudah kalo gitu aku pulang " ucap Ami langsung pergi
Teguh pun hanya bisa geleng-geleng kepala memang susah ya membuat Ami nurut kepadanya .
Dan Ami pun pulang di antar oleh pak toto , sebenarnya Ami sangat lelah juga dengan rutinitas sepanjang hari ini . Dan tak terasa ia sudah sampai di depan rumah Dwi , ya di rumah Dwi sudah berdiri tenda- tenda pernikahan.
Kenapa Dwi tidak memilih di hotel karena ia ingin menggelar pernikahan seharian penuh tanpa ada batas waktu. Walaupun pernikahan dirumahnya tapi dekorasi nya cukup mewah juga banyak sekali kipas AC dimana- mana .
Ami pun masuk kekamar Dwi dan melihat Dwi sedang di lulur dan di pijat oleh beberapa orang
"Haiii sisttt enak tuhhh" ucap Ami kepada Dwi
"Sini mi ikut di lulur juga " ucap Dwi
"Tapi kan gua kaga nikah say ,masa ikut di lulur " ucap Dwi
"Ya engga ppa sekalian mi menghilangkan kepegalan " ucap Dwi
Sedangkan Risa ,ia sedang berada di rumah dhito ternyata di rumah dhito sedang ada acara keluarga Risa pun datang dengan membawa kue kesukaan dhito.
"Assalamualaikum " ucap Risa mengetuk pintu rumah dhito
"Iya waalaikumsalam, cari siapa ya ?" ucap wanita paruh baya dan ternyata itu mamahnya dhito.
"Halo Tante saya pacarnya dhito " ucap Risa ramah sekali
"Mungkin dhito terlalu sibuk Tante soal pekerjaan nya makanya dia engga ngasih tau Tante " ucap Risa lagi
Dan mamah dhito pun memanggil dhito
"Dhito......dhit....dhito " ucapnya
Dhito pun menghampiri mama nya memanggil ia "iya ma ,ada apa?" Ucap dhito dan ia pun terkejut atas kedatangan Risa .
"Ngapain kamu disini " ucap dhito sinis sambil menarik Risa untuk keluar
"Dhito kamu ngapain si ,itu kan pacar kamu biarin aja dia main disini " ucap mamah dhito membela Risa
Dhito pun melepaskan cengkraman nya dari Risa ,Risa pun tersenyum senang dia mempunyai mertua yang sangat baik .
Dan dhito hanya melirik Risa tajam dan Risa yang melihat nya hanya tertunduk .
"Sayang aku bawa kue loh buat kamu " ucap Risa seraya memberikan kue yang ia beli tadi
"Taro aja " ucap dhito
"Cobain dulu ,aku yakin kamu suka sayang " ucap Risa lagi
__ADS_1
"AKU BILANG TARO AJA NGERTI ENGGA SI " ucap dhito marah dan langsung pergi begitu saja
Mamahnya dhito yang melihat kelakuan anaknya lun hanya mengelus dada dan meminta maaf atas tindakan anaknya yang begitu tempramental
"Maafin dhito ya sa , mungkin dia kelelahan " ucap mamah dhito tidak enak hati
"I....iya ma engga ppa ,Risa ngerti ko" ucap Risa
Dan Risa pun langsung meminta izin untuk pulang karena ia tidak ingin ada permasalahan lagi dengan dhito .
"Yaudah mah kalo gitu aku pulang dulu ya " ucap Risa sambil mencium tangan mamah dhito
"Iya sayang hati-hati ya di jalan " ucap mamah Risa
Rama , Teguh dan Bagas pun Sedang bertemu di sebuah cafe tempat langganan mereka , iya berkumpul karena besok Rama sudah tidak menjadi bujangan lagi ,ia sudah sah menjadi seorang semua .
"Akhirnya kawan kita besok sudah jadi suami orang ya gas " ucap teguh sambil tersenyum
"Iya nih kita kalah guh " ucap Bagas
"Makanya buruan di nikahin. " Ucap Rama
"Gimana mau di nikahin bro cewenya aja masih suka sama Lo " ucap Bagas
"Haduh susah banget hidup Lo gas ....gas " ucap teguh sambil meminum kopinya
"Hmmm.... Kita engga ajak dhito nih bakal kumpul bareng ?" Ucap Bagas
"Yaudah kau telepon lah gas , kumpul sini kita cerita tentang pacar kita " ucap Rama
Bagas pun menghubungi dhito dan dhito pun mau di ajak kumpul bareng oleh mereka dan dhito segera berangkat ke cafe tersebut.
Dan dhito pun sudah sampai juga di cafe tersebut .
"Hai tho " ucap teguh
"Iya bang " ucap dhito langsung duduk
"Gimana tho kabar Lo sama Risa ,udah ada peningkatan belum?" Ucap Rama
"Biasa aja bang " ucap dhito sambil tersenyum kecut kearah mereka bertiga
"Oalah gitu ya tho semangat ya biar nyusul kaya gua ya tho ,dan Lo guh gimana sama Ami ?" Ucap Rama
Dhito hanya mengangguk-anggukan kepala .
"Hmmmm.....gua baru aja ngelamar Ami ram , tapi belum pertemuan keluarga aja paling nanti Minggu depan gua si pengennya secepatnya ram " ucap teguh
__ADS_1
Dhito yang mendengar itu pun sangat kesal ,ia harus menyusun rencana agar lamaran Ami dan teguh batal ,ia tidak ingin wanita yang di cintai bersanding dengan laki-laki lain bukan dirinya.