Suamiku TNI

Suamiku TNI
chapter 53


__ADS_3

Dan semenjak hari pernikahan Ami , Risa dan Bagas menjadi lebih dekat ,Risa selalu membuat kan bekal untuk Bagas setiap harinya.


"Teteh kapan kamu nyusul kaya Dwi sama Ami ,temen-temen kamu aja udah pada nikah kamu kapan di lamar teh" ucap mama Risa kepada anaknya


"Doain aja mah semoga aku cepet ya di lamar" ucap Risa yang sambil menyiapkan bekal untuk Bagas.


"Mama teh selalu doain yang terbaik buat anak mama " ucap mama Risa Langsung meninggalkan Risa .


Dan handphone Risa pun bergetar dan tertera nama Dwi disana.


"Assalamualaikum wi lu dimana?" Ucap Risa pasalnya Dwi dan Risa selalu bersama bila mengantarkan bekel untuk orang yang mereka sayang.


"Gue di depan rumah lu sa "ucap Dwi dari sambungan telepon.


"Okay sebentar ya beb " ucap Risa yang langsung buru-buru menutup bekalnya dan mengambil tasnya.


Ia pun langsung keluar rumah dan melihat Dwi sedang di dalam mobil dan ia pun masuk.


"Sekarang mah selalu pake supir ya wi" ucap Risa


"Iya nih sa mas Rama engga bolehin gue bawa mobil sendiri semenjak hamil" ucap Dwi yang mengelus perut nya yang sedikit membuncit


"Uhhhh so sweet jadi pengen deh nikah " ucap Risa memasang muka sedih.


"Makanya sa cepetan cari calon suami heheheh, terus sekarang hubungan Lo sama mas Bagas gimana sa" ucap Dwi penasaran


"Ya gini-gini aja gue aja engga tau dia bakal nikahin gue tau engga wi" ucap Risa sedih


"Jodoh dan maut kita engga ada yang tau sa kali aja besok atau lusa Lo bakal nikah sama mas Bagas kan " ucap Dwi memberikan semangat kepada sahabat nya ini .


"Iya wi amin ya " ucap Risa langsung tersenyum.


Sementara Ami baru bangun , Ami pun mengucek matanya dan terkejut bahwa yang ia tempati bukanlah kamarnya dan ia baru mengingat kalau ia sudah menikah. Ami pun melihat jam di meja menunjukan pukul 10 dan ia pun langsung terbangun dan melihat sisi kiri nya sudah tidak ada teguh.


"Mampus gue bisa-bisa kalo gue turun ke bawah di ceramahin sama mami " ucap Ami panik


Ami pun bergegas untuk mandi dan setelah ia mandi ia pun membuka lemari pakaian yang sudah lengkap semua pakaian nya ada di sana dan ia pun segera memakai nya dan segera berdandan tipis.


Ami pun keluar dari kamar dan melihat sekeliling nya kosong dan dia pun langsung menuju ke dapur , dan disana ia melihat mami thalia sedang membaca buku sambil meminum teh dan ka Clara sedang membuat adonan kue sedangkan nenek lampir sibuk dengan ponselnya.


Ami pun langsung menghampiri Clara dan membantu nya membuat kue.


"Kamu udah bangun mi " ucap Clara

__ADS_1


Mami Thalia pun langsung menengok ke arah Clara dan Ami.


"Sini duduk sayang sarapan dulu " ucap mami thalia


Ami pun. Keheranan ia pikir bakal kena marah oleh sang ibu mertua nyatanya tidak. Ami pun segera menghampiri meja makan dan duduk di sebelah thalia.


"Enak ya bangun nya siang anak kampung" ucap Siska sinis


"Siska jaga ucapan kamu " ucap mami thalia marah


Ami pun tersenyum puas karena Siska kena marah oleh mami Thalia.


"Ayo makan mi ,mami tau ko kalau kamu kecapean heheh" ucap Ami thalia


Ami hanya tersenyum canggung


"Mih kak teguh ke mana ya ?" Ucap Ami mencari keberadaan suami itu.


"Teguh lagi ngantri berkas ke kantor sayang ,dia tadi mau bilang sama kamu tapi kamu masih tidur " ucap mami thalia


"Ihhh ko ka teguh kerja si mih ,bukannya dia udah ngambil cuti ya mih " ucap Ami cemberut


"Aduduh pengantin baru ya yang maunya nempel terus " ucap mami thalia sambil membelai rambut Ami


Ami pun terkejut apa yang barusan ia katakan dan pipi Ami merona karena malu.


Siska pun kesal karena mami thalia tidak pernah bersikap ramah kepadanya sikapnya berbeda bila ke ka Clara dan Ami .


"Udah ah mau pergi engga kuat lama-lama sama orang kampung " ucap Siska langsung pergi.


Ami yang ingin mengumpat pun ia tahan karena disini ada mami thalia.


"Sabar mi sabar ,awas aja Lo nenek rombeng tunggu pembalasan gue " ucap Ami dalam hati.


Teguh pun pulang dengan wajah yang sedikit sedih, ia pun menghampiri Ami di meja makan.


"Kakak kemana aja ,kenapa engga bangunin aku si ka"ucap Ami cemberut


"Kakak ada panggilan mendadak mi " ucap Teguh sambil membelai rambut Ami.


"Kakak udah makan ?" Ucap Ami kepada Teguh, Teguh pun hanya menggelengkan kepala , Ami keheranan kenapa dengan sikap Teguh yang tiba-tiba dingin.


Ami pun menyiapkan makanan untuk Teguh dan dirinya.

__ADS_1


"Kakak kenapa si ka?" Ucap Ami penasaran akan sikap Teguh


Teguh pun menatap istrinya dalam dan memegang tangannya. "Kaka ada tugas ke luar kota selama 3 bulan mi" ucap Teguh


Ami pun terkejut apa yang di lontarkan oleh Teguh , bukannya Teguh sudah mengambil cuti ,tapi kenapa ia di tugaskan.


"Kakak bukannya Kakak udah ngambil cuti ya , kenapa kakak harus dinas " ucap Ami sedih


"Ini misi khusus mi" ucap Teguh mengusap rambut Ami


"Apakah Ami boleh ikut kakak?" Ucap Ami sedih


"Iya istri boleh di bawa ,tapi kamu kuat tinggal disana ?, Disana beda sama di sini mi" ucap Teguh


"Ami ikut,kalo di bolehin ,Ami engga mau ka teguh di godain perempuan lain di sana" ucap Ami dengan nada kesal


Teguh pun tersenyum dengan ucapan Ami barusan , seperti obat menghilangkan lelah , Teguh bersyukur memiliki wanita seperti Ami.


Sedangkan Dwi dan Rama


"Kamu disini aja ya wi ,mas engga mau kamu kenapa-napa disana , mas pasti banyak kerjaan disana ,kalau kamu disini ada mami mas jadi tenang" ucap Rama kepada istrinya


"Mas tega ninggalin aku hisk...hiskk..hiskk..." Ucap Dwi sambil menangis


"Bukan begi..." Ucap Rama terpotong


"Yaudah sana ,emas emang engga sayang aku " ucap Dwi kembali nangis


"Yaudah ayo kita siap-siap ya sayang ,mas sayang kamu " ucap Rama sambil mencium istrinya


Sedangkan Risa dan Bagas ,mereka berada didalam mobil nya Bagas.


"Makasih ya mas udah ajak aku nonton " ucap Risa sambil tersenyum dan ingin keluar dari mobil Bagas ,namun ia di tahan oleh Bagas.


"Ada yang aku bicarakan sa" ucap Bagas dengan nada serius


"Iya ada apa mas?" Ucap Risa


"Aku akan dinas selama 3 bulan " ucap Bagas sedih


Risa pun terkejut apa yang dikatakan oleh Bagas . "Setelah aku dinas aku akan melamar kamu sa , kamu harus menjaga jari manis kamu ya untuk aku" ucap Bagas


Risa pun senang apa yang baru dikatakan Bagas tapi ia juga sedih ,ia akan di tinggal dinas oleh Bagas.

__ADS_1


"Iya aku bakal jaga jari manis aku mas, tapi mas harus janji mas juga harus jaga jari manis mas ya" ucap Risa sedih


Bagas pun memeluk Risa dengan erat "iya mas janji" ucap Bagas.


__ADS_2