Suamiku TNI

Suamiku TNI
chapter 60 ( warning 18+)


__ADS_3

Rama, Teguh ,Bagas dan dhito pun sedang berpatroli. Biasanya teguh berpatroli Dengan giat dan fokus kali ini pikirannya tertuju pada Ami saja.


Rama pun menepuk pundak Teguh.


"Udah guh sabar ya ,gue tau lu mau honeymoon kan , sabar dulu ya sampai misi kita selesai " ucap Rama sambil tersenyum


"Apaan si Lo ram " ucap Teguh kesal


"Sayang yah wanita secantik dan sebaik Ami harus nikah sama laki-laki yang engga pernah selalu ada buat dia" ucap dhito tiba-tiba


Dan hal itu membuat teguh marah, dan menghampiri dhito. Teguh pun langsung menarik kerah baju dhito dan dhito pun sama.


"Maksud Lo apa brengsek!" Ucap Teguh marah


"Iya wanita kaya Ami tuh engga pantes sama cowo bajingan kaya Lo !" Ucap dhito kesal ia sudah tidak bisa menahan emosinya


Teguh pun langsung menonjok wajah dhito dan dhito pun membalas , Rama dan Bagas pun langsung melerai mereka berdua.


Dan komandan mereka yang mendengar Teguh dan dhito sedang berkelahi pun segera kesana.


"Kenapa kalian berdua bikin ulah !" Ucap komandan marah


Dan mereka pun hormat karena kedatangan komandan "maaf dan" ucap Teguh dan dhito


"Kalian ada sedang di tugaskan untuk misi bukan di tugaskan berkelahi" ucap komandan marah


"Maaf dan " ucap teguh dan dhito kompak


"Kalian berdua lari di lapangan sampai matahari terbit" ucap komandan marah


Mau tidak mau mereka berdua menjalankan perintah komandan.


Pagi pun tiba Ami dan Dwi pun melaksanakan sholat subuh berdua dan segera menyiapkan makanan untuk diri mereka dan suami mereka.


Dan terdengar mobil dari depan rumah Ami ,Ami pun segera membuka pintu rumahnya ia tidak sabar menyambut kedatangan suaminya.


Rama dan Bagas pun turun dari mobil teguh ,Ami yang melihat itu pun masih menunggu teguh keluar dari mobil dan ternyata teguh tidak ada.


"Ka rama ,ka teguh kemana?" Ucap Ami khawatir kepada suaminya


"Teguh dapat hukuman mi" ucap Rama


Dan hal itu membuat Ami syok dan menangis "hisk...hisk... Ka teguh kenapa hisk...kenapa di hukum hiskk emangnya ka teguh salah apa sampe di hukum" ucap Ami menangis

__ADS_1


Rama dan Bagas pun terkejut karena Ami menangis dan Bagas pun mencoba menenangkan Ami .


"Cup..cup ya Ami ,teguh baik-baik aja ko cuma tadi ada masalah sedikit udah ya jangan nangis" ucap Bagas


Dwi yang mendengar suara tangis Ami pun menghampiri sahabat nya itu ia melihat ada suami nya dan ada Bagas juga .


"Mas kenapa sama Ami?" Ucap Dwi khawatir terhadap sahabat nya


"Ami sedih sayang karena teguh sedang di hukum" ucap Rama


"Kenapa mas hisk... Ami pasti sedih hisk..." Ucap Dwi ikut menangis


"Loh..loh sayang kenapa kamu yang nangis" ucap Rama bingung


"Mas.. hisk...engga kasian sama Ami hiskk...kasian ka teguh mas" ucap Dwi


Rama dan Bagas bingung kepada dua wanita di depannya ini Rama pun berinisiatif memeluk Dwi dan menenangkan nya dan Bagas yang melihat itu pun melakukan hal yang sama supaya Ami tenang. Dan tiba-tiba ada suara yang sangat keras.


"BAGAS!"


Dan mereka pun menoleh ternyata itu teguh dengan wajah marah dan langsung menghampiri istrinya dan menarik Ami masuk kedalam rumah dan menutup pintu rumah dengan sangat kencang.


Dwi ,Rama dan bagas sangat terkejut.


"Gas kenapa lu meluk Ami" ucap Rama


"Lu tau kawan kita posesif banget sama istrinya " ucap Rama


"Gue engga tau kalo dia bakal ngamuk ram " ucap Bagas bingung


"Udah lah kita pulang yuk sayang , dan Lo gas besok minta maaf ke teguh ,Lo mau babak belur kaya dhito" ucap Rama kepada sahabat nya itu


"Iye nanti gue bakal minta maaf ram " ucap Bagas dan mereka pun pulang untuk beristirahat


Sedangkan teguh membawa Ami kekamar dan wajah yang marah dan tatapan ingin membunuh. Ami sangat takut menatap nya .


Teguh pun langsung pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya terlebih dahulu.


Ami yang masih duduk di ranjang dengan perasaan takut kepada Teguh, ia belum pernah melihat Teguh se marah itu. Terdengar suara air sudah berhenti dan hal itu membuat Ami semakin takut.


Ia melihat teguh sedang mengeringkan rambut nya yang basah dan berjalan mendekati Ami .


Ia pun terduduk di depan Ami tapi Ami masih saja menunduk dan memainkan jarinya karena takut kepada teguh.

__ADS_1


"Kaka engga suka mi kamu di Sentuh sama laki-laki lain " ucap teguh


Ami yang masih menunduk hanya bisa berkata "ma..maaf ka" ucap Ami takut


Teguh yang melihat itu langsung menarik dagu Ami dan segera ******* bibir istrinya itu.


Mereka pun berciuman dengan intens dan teguh pun ******* bibir Ami hingga mereka terjatuh di kasur.


Ami yang melihat teguh di atas nya pun malu tapi Teguh terus menatap Ami sambil tersenyum .


Teguh mulai membuka pakaian Ami dan hal itu membuat Ami malu dan menutup payudara nya yang masih terbungkus bra .


"Kenapa di tutup?" Ucap teguh di telinga Ami


"A..ak...aku malu ka" ucap Ami gugup


"Engga usah malu Kaka kan suami kamu " ucap teguh


Ami dan teguh pun memulai ritual mereka membuat bayi.


Sedangkan Dwi masih sedih akan kejadian yang tadi


"Kamu kenapa si wi kan mas ga di hukum kenapa kamu yang sedih" ucap Rama


"Aku masih sedih mas " ucap Dwi


"Udah ya jangan sedih dedenya kasian sayang kalo mamahnya sedih dedenya di dalem juga sedih" ucap Rama


Rama pun mengelus perut Dwi ,ia sangat bahagia karena ia memiliki Dwi dan akan hadir Rama junior di dalam keluarga kecilnya. Tanpa sadar Rama tersenyum sambil melamun dan terus mengelus perut Dwi


"Mas... Mas Rama kenapa?" Ucap Dwi


"Hah...kenapa sayang? Ada yang sakit" ucap Rama khawatir kepada istrinya


"Engga mas ,mas Rama kenapa senyum-senyum " ucap Dwi


"Mas cuma bahagia punya kamu dan baby kita nanti sayang" ucap Rama sambil tersenyum


Dwi pun langsung memeluk Rama dan membisikkan kalimat " Dwi juga bahagia punya mas Rama " ucap Dwi


Dan suara perut Dwi pun bunyi menandakan kalo bumil sedang lapar.


"Kamu belum makan ya sayang?" Ucap Rama kepada istrinya

__ADS_1


"Iya mas belum " ucap Dwi


"Yasudah yuk kita makan , kasian baby di perut kamu laper " ucap Rama langsung menggandeng tangan Dwi untuk menuju tempat makan.


__ADS_2