Suamiku TNI

Suamiku TNI
chapter 59


__ADS_3

Teguh pun tersenyum terus di tempat kerjanya dan hal itu membuat Rama dan Bagas keheranan akan tingkah sahabatnya ini.


"Lo kenapa guh seneng banget hati ini" ucap Bagas penasaran


"Hah...gue ?....engga ppa ko " sambil tersenyum


Rama pun berkata "ini mah gue tau ,lu dikasih jatah kan sama Ami heheheh" ucap Rama


"Sialan lu ram , apaan si kenapa jadi bawa-bawa istri gue" ucap Teguh kesal


"Yaudah maaf maaf " ucap Rama sambil tersenyum


Dan komandan mereka pun menghampiri mereka.


"Ehm....." Ujar komandan


"Siap komandan" ucap mereka kompak


"Hari ini kalian menjaga perbatasan ya karena banyak bandit-bandit seperti kancil yang susah di tangkap" ucap sang komandan


"Siap komandan laksanakan" ucap mereka bertiga


Komandan pun pergi meninggalkan mereka.


Seketika Teguh murung karena harus di tugaskan ,ia tidak bisa lagi berduaan dengan sang istri. Rama dan Bagas hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah temennya.


Ami pun sudah mempersiapkan dirinya dan menyambut Teguh ,hati dia sangat deg-degan sekali.


Iya pun segera merapikan meja makan dan ia pun mendengar suara ketukan pintu dan langsung ia membuka nya.


Ia melihat suami tercinta nya pulang. Ami pun langsung Salim kepada Teguh. Dan sambil tersenyum kearah nya. Sedangkan teguh hanya memandang Ami sendu.


"Kaka kenapa ,ko kaka keliatan sedih ,ada masalah sama kerjaan Kaka?" Ucap Ami


Teguh pun menarik Ami duduk di sofa dengan dirinya.


"Malam ini kita tunda ya bikin dedenya kakak di tugaskan patroli perbatasan sayang, kamu engga ppa kan ?" Ucap teguh membelai istri nya


Di hati Ami ada rasa kecewa tapi apa dia buat Teguh menjalankan ini semua karena tugas nya.


"Iya Ami ga ppa ko ka" ucap Ami langsung pergi ke kamar


Teguh melihat istrinya yang sedih pun merasa bersalah ia tidak bisa menolak tugasnya.


Teguh pun mandi dan bersiap diri untuk dinas malam.


Ami masih tidur di atas ranjang dan memunggungi nya.

__ADS_1


"Mi Kaka mau dinas loh kamu engga mau temenin Kaka makan? Hmmmm" ucap teguh


Ami pun masih diam saja, dan teguh pun segeralah kemeja makan, untuk makan. Ami pun bangkit ia tidak boleh bersikap egois seperti ini kepada teguh.


Ami pun langsung menyajikan makanan untuk suaminya. Teguh pun melihat itu tersenyum.


"Maaf ya "ucap teguh


Ami yang langsung memandang teguh dan diam.


"Nanti kaka minta cuti ya mi, udah kamu jangan ngambek terus" ucap teguh dan membelai rambut Ami.


Ami hanya mengangguk kepala. Dan terdengar suara ketukan pintu Ami pun langsung membukakan pintu dan melihat yang datang Dwi dan Rama.


"Amii....." Ucap Dwi sambil tersenyum


"Assalamualaikum dulu sayang " ucap Rama kepada sang istri


"Oiya lupa maaf ya mas, assalamualaikum mi" ucap Dwi


"Waalaikumsalam ada apa ya tumben banget ka Rama sama Dwi kesini?" Ucap Ami


"Ami kita engga disuruh masuk dulu apa hmmm" ucap Dwi sebal


"Oiya lupa hehehehe, masuk wi ,masuk ka" ucap Ami


Teguh yang sudah selesai makan pun menghampiri sang istri, dan ia melihat ada Dwi dan Rama disana.


Teguh yang ingin menjawab pertanyaan Rama pun terhenti karena Ami yang berbicara


"boleh banget ka " ucap Ami sambil tersenyum


teguh yang melihat istrinya yang kembali tersenyum pun lega , karena ia bisa meninggalkan Ami dengan hati yang tenang.


Ami pun langsung mengajak Dwi ke kamar nya dan meletakkan barang-barang keperluan Dwi .


"akhirnya kita bisa tidur bareng lagi mi " ucap Dwi excited sekali


"nanti kita nonto..." ucap Dwi terjeda karena Rama memandang nya tajam


"engga ada acara bergadang ya mi ,suruh Dwi tidur tepat waktu , kasian baby di perutnya kalo begadang" ucap Rama kepada Ami


"iya ka " ucap Ami sambil menahan tawanya


Dwi yang melihat itu sebal akan tingkah overprotektif nya Rama kepada diri nya ,Dwi tau kalau Rama sangat menyayangi nya tapi ia juga jenuh akan sikap Rama . dan Dwi hanya bisa diam saja atas tindakan suaminya


Teguh pun menghampiri istri nya ." kamu juga tidur jangan malem -malem ya jangan lupa sholat ya " ucap Teguh mengelus kepala Ami

__ADS_1


Ami tersenyum atas tindakan Teguh


"iya ka " ucap Ami sambil tersenyum


"yaudah kalo begitu Kaka berangkat ya sayang jangan bukain pintu ya kalo itu bukan Kaka" ucap Teguh kepada sang istri


"iya ka " ucap Ami


teguh dan Rama pun pergi untuk dinas dan Ami mengunci pintu nya dan masuk ke kamar dan melihat Dwi sedang rebahan sambil mengelus perut nya.


"sakit ya wi ?" ucap Ami bertanya kepada Dwi


"engga mi cuma rada cape aja kalo jalan Sekarang heheh" ucap Dwi


"boleh gue Elus engga " ucap Ami sambil tersenyum


"boleh mi ,kaya sama siapa aja lu" ucap Dwi langsung menuntut tangan Ami agar ke perutnya


Ami pun mengelus perut Dwi yang buncit dalam hatinya ia ingin segera mungkin memiliki baby seperti Dwi dan Rama .


"kenapa mi ko lu keliatan sedih?" ucap Dwi melihat ekspresi Ami sedih


"hah....engga ko heheh" ucap Ami menutupi kesedihannya


"lu engga bisa bohong mi sama gue , ada apa mi kalau ada masalah cerita" ucap Dwi


"gue pengen punya bayi kaya Lo sama ka Rama wi " ucap Ami sedih


"yaudah bikin lah mi ,kenapa sedih" ucap Dwi


"gimana mau bikin dodol ka teguh aja malah dinas huft..." ucap Ami


"yaudah abis pulang dinas Langsung gas lah mi heheh" ucap Dwi


"yehh dodol lu dikira gue kompor apa pake gas heheheh" ucap Ami


"yaudah temen ku engga usah sedih ya besok pasti bikin baby sama yayang teguh forever " ucap Dwi menghibur Ami


"ihhh geli wi hahahaha" ucap Ami tertawa


"Ami nonton film yuk" ucap Dwi


"inget engga kata suami lu tidur ,kalo engga tidur gue yang kena marah nih " ucap Ami


"kan mas Rama engga bakal tau mi ,ayoo" ucap Dwi memohon


"engga ada ,udah tidur kaya engga tau suami Lo aja wi kalo marah kaya gimana " ucap Ami

__ADS_1


"ihhh Ami nyebelin ahh" ucap Dwi


"biarin gue mau bobo cape say " ucap Ami Langsung tidur dan mereka pun terlelap


__ADS_2