Suamiku TNI

Suamiku TNI
chapter 55


__ADS_3

Dan hari ini adalah hari keberangkatan Teguh , Rama, Bagas dan dhito.


Bagas dan dhito sudah sampai di bandara , dan terdapat Risa juga mengantarkan Bagas. Dhito melihat Risa bersama Bagas pun diam saja dan ia masih fokus dengan ponselnya.


Ami dan Teguh pun telah tiba bersama Dwi dan Rama , seketika dhito melihat Ami yang baru datang.


Di hati dhito masih tersirat nama Ami di hati nya ,tapi dhito bisa apa Ami sudah menikah dengan orang lain.


Ami masih sedih karena teguh masih mengabaikan nya. Dwi yang melihat sahabatnya sedih pun menghampiri nya .


"Kenapa si mi?" Ucap Dwi


Ami pun menatap Dwi sedih "ka teguh marah wi sama gue" ucap Ami


"Pengantin baru kenapa berantem si" ucap Dwi


Ami hanya diam saja dan ia melihat ke arah teguh yang sibuk dengan ponselnya.


Sedangkan Rama membelai rambut Dwi sayang dan mencium kening nya


"Mas malu ih" ucap Dwi


"Kenapa malu ,kan kamu istri aku" ucap Rama


"Tuh liat , diliatin ka Bagas sama ka dhito" ucap Dwi


"Biarin aja " ucap Rama


"Wahh.... Tau deh kita mah apa ya dhit belum nikah " ucap Bagas


Dhito hanya tersenyum hambar kearah Bagas dan Rama .


"Kakak" ucap Ami


"Hmmmm..." Jawab teguh


"Kakak masih marah?" Ucap Ami lagi mendekati Teguh


Teguh tak menjawab dan masih fokus kearah ponsel nya.


"Teguh" ucap Reana kepada teguh ,ya hari ini Reana sedang ada jam terbang dan ia melihat teguh sedang duduk dan menghampiri nya.


Teguh pun menoleh ke arah wanita yang memanggil nya. Dan Ami pun ikut menoleh.


Wajah Ami pun berubah jadi tambah kesal akan kehadiran mantan dari suaminya.


"Hai apa kabar ?, Hmmm..kamu mau kemana guh?"ucap Reana


Baru Teguh mau menjawab pertanyaan Reana tapi Ami Langsung menjawab nya terlebih dahulu.


"Kita mau HONEYMOON" ucap Ami penuh penekanan sambil tersenyum sinis ke arah Reana


Reana yang mendengar itu pun ada rasa sesak di dadanya , harusnya dia yang di posisi Ami tapi ia harus merelakan teguh dengan wanita pilihannya ,andai waktu bisa di putar Reana tidak akan pernah berselingkuh.


Teguh terkejut atas jawaban Ami . Iya menatap Ami dan Ami menatap nya balik.


"Ehmm... Jadi kalo engga ada keperluan lagi kan... , Mba nya bisa pergi " ucap Ami kepada Reana


Reana pun menatap Ami sinis dan Reana memilih pergi.

__ADS_1


"Saya duluan ya guh" ucap Reana


"Iya hati-hati mba ,besok jangan gatel lagi ya sama suami orang " ucap Ami kesal.


Ami pun terduduk ,ia kesal akan kehadiran Reana.


Dan mereka pun bergegas untuk menuju pesawat.


"Kamu janji ya sama kakak sa ,tunggu kakak pulang " ucap Bagas mengelus rambut Risa sayang


"Iya kakak , Risa bakal nungguin kakak, kakak hati-hati ya di sana jangan lupa makan ya sama sholat" ucap Risa


"Iyaaa sayang " ucap Bagas langsung memeluk Risa


Hati Risa pun berdebar-debar kali ini ,ia mendapat perilaku yang sangat spesial dari laki-laki yang tulus mencintai nya apa adanya.


"Uhuuhuuhh... So sweet nya " ucap Ami dan Dwi


Risa refleks melepaskan pelukannya.


"Hehehehe" ucap risa tersenyum


"Kapan ka Risa di halalin "ucap Ami


"Nanti ya " ucap Bagas sambil menatap Risa


"Jangan PHP-in temen aku ya ka ,awas aja kakak nyakitin Risa ,Dwi akan maju buat bertindak" ucap Ami


"Ya lu ngapain mi?" Tanya Dwi


"Ya aku jadi penonton nya aja heheheh " ucap Ami


Teguh pun masih cuek kepada Ami, Ami yang melihat itu pun sangat kesal


"Yaudah ya sa kakak, berangkat" ucap Bagas dan mencium kening Risa


"Iya ka hati-hati ya' ucap Risa


Mereka pun telah sampai di pesawat dan Ami melihat Reana lagi , ternyata Reana bertugas di pesawat yang ia tumpangi.


Reana menyapa dengan Sangat ramah ,ya karena faktor ada teguh. Ami pun sangat kesal dan Ami Langsung mengandeng tangan teguh supaya Reana tidak lagi menggoda suaminya.


Teguh yang melihat Ami memperlakukan nya seperti ini sangat senang tapi ia menutupi dirinya dengan cuek, sebenarnya teguh tidak marah kepada Ami ,tapi ia hanya sedang mengerjai istrinya.


"Ayo SUAMIKU kita duduk " ucap Ami


Teguh pun tersenyum karena Ami memanggil nya seperti itu.


Dan pesawat pun lepas landas. Reana pun melakukan tugasnya dengan sangat baik ,ia sangat sering ke tempat duduk Ami dan Teguh.


"Apa ada diperlukan lagi" ucap Reana kepada Teguh


"Ada bisa engga si mba jangan kesini terus eneg tau liat muka mba nya , jauh-jauh dari suami saya " ucap Ami kesal


Teguh yang mendengar Ami berkata seperti itu pun marah . "Maaf ya Reana " ucap teguh kepada Reana


Reana pun meninggalkan tempat duduk teguh dan Ami.


"Bisa engga si mi kamu berprilaku sopan " ucap Teguh

__ADS_1


"Engga kenapa ,kakak mau aku kaya dia hah.... Yaudah nikahin aja dia " ucap Ami kesal


Teguh hanya bisa diam saja ia tidak mau bertengkar kepada istrinya. Ami pun langsung memalingkan mukanya dan melihat kearah jendela pesawat.


Tak terasa ia telah tiba di tempat tujuan.


Teguh pun membangun kan Ami dengan pelan-pelan.


"Ayo sayang bangun kita udah nyampe " ucap Teguh , Teguh menatap wajah Ami kadang wanita ini bikin ia marah tapi kadang bikin seneng dan ngangenin.


Ami mengucek matanya ,ia masih sangat ngantuk sekali, tapi ia harus jalan untuk turun.


Rama pun mengandeng tangan Dwi .


Mereka ternyata sudah di tunggu oleh supir yang telah di sediakan. Ternyata perjalanan dari bandara ke tempat tujuannya pun sangat jauh dan mereka pun naik mobil untuk kesana .


Ternyata jalanan nya banyak yang rusak dan menyebabkan Ami dan Dwi mual.


"Kakak aku engga kuat " ucap Ami ingin muntah .


"Iya mas aku juga engga kuat " ucap Dwi kepada Rama


"Pas bisa kita cari warung dulu atau tempat makan dulu " ucap Rama


"Baik pak" ucap supir itu


Ami pun langsung turun buru-buru karena perutnya seperti di kocok-kocok dan muntah ,teguh yang melihat itu pun menghampiri Ami dan mengelus lehernya.


Rama memesankan teh manis hangat untuk Ami dan istrinya.


"Di minum wi " ucap Rama kepada istrinya


Ami pun di tuntun oleh teguh untuk duduk dan teguh memberikan teh manis hangat kepada Ami.


Teguh pun mengelap kening Ami yang berkeringat.


"Masih mual " ucap teguh


Ami hanya mengangguk kepala sambil sedih. Teguh pun membawa kepala Ami bersandar di pundak nya dan mengelus rambut nya.


Teguh menyuruh dhito untuk membeli minyak kayu putih dan Antimo , untuk Dwi dan Ami minum .


Dhito memberikan obat itu kepada Ami dan teguh yang mengambil nya.


"Di minum dulu obatnya " ucap teguh dan Ami pun meminum nya.


Dan mereka pun melanjutkan perjalanan.dwi yang sudah terlelap karena efek obat nya.


Sementara Ami masih menahan mual." Kamu engga tidur?" Ucap teguh


"Masih mual " ucap Ami


Teguh pun langsung menaikan sedikit baju Ami dan mengoleskan minyak kayu putih ke perut Ami. Dan hal itu membuat Ami ingin tidur. Ami pun menyandarkan kepalanya di pundak teguh.


Dhito pun melihat kearah Ami fan teguh. Teguh yang melihat itu lun melepaskan jaketnya dan menutupi tubuh Ami yang sedikit terbuka dengan jaketnya.


"Kenapa berhenti ka ,aku masih mual" ucap teguh


Dan teguh pun mengoleskan lagi minyak kayu putih nya.

__ADS_1


__ADS_2