
"Nona Mei, saya tidak tahu jika nona akan ada disini hari ini" ucap Lingling salah satu pekerja di tempat pavilun obat. Lingling berjalan menghampiri Lie Mei yang merupakan anggota VIP paviliun obat.
"Ya aku memang sengaja kesini untuk mengantar temanku" ucap Lie Mei sambil melihat ke arah Sung Lin.
Sung Lin lalu memperkenalkan dirinya kepada pekerja di depannya. "Halo namaku Sung Lin".
Lingling melihat bahwa sepertinya teman dari Nona Mei bukanlah seorang bangsawan, melainkan hanya orang biasa. Tapi jika itu Nona Mei maka temannya pasti tidak sesederhana itu.
"Temanku disini ingin menjual pil yang dia miliki. Apakah kamu bisa mengurusnya ?" tanya Lie Mei kepada Lingling.
"Jika begitu maka bolehkah saya melihat pilnya dulu ?" tanya Lingling sambil melihat ke arah Sung Lin.
Sung Lin lalu segera mengeluarkan sebotol obat. Didalam sana ada 13 pil penempa tulang dengan tingkat 2. Botol kemudian Sung Lin berikan kepada Lingling untuk di cek.
Lingling mengeluarkan satu pil penempa tulang dari botolnya, kemudian dia mengecek pil tersebut. 'Ini memang pil penempa tulang, tapi warnanya tidak seperti pil penempa tulang tingkat 2 pada umumnya'.
Karena tidak tahu apakah pil ini bisa laku atau tidak. Lingling mencoba meminta Sung Lin untuk menunggu. "Tuan, apakah anda bisa menunggu sebentar ? Sementara saya akan mengkonfirmasi apakah pil ini bisa laku atau tidak".
"Ya, aku akan menunggu" jawab Sung Lin.
Setelah mendapat persetujuan dari pemiliknya. Lingling dengan segera menuju tempat dimana Bosnya berada.
"Hey Sung Lin apa kau ingin mencoba melihat-lihat ke lantai atas ?" tanya Lie Mei kepada Sung Lin.
"Apa memang boleh ?"
"Tentu saja ! Ingat aku adalah orang yang memiliki kartu VIP" jawabnya dengan percaya diri.
Mereka berdua akhirnya pergi ke lantai atas untuk melihat-lihat berbagai macam pil yabg ada disana.
__ADS_1
Sementara itu di ruangan tempat bos bekerja. Terlihat pintu yang terbuka menampilkan Lingling yang tengah membawa satu botol obat.
"Bos, bisakah anda mengecek pil ini ?" tanya Lingling kepada Bosnya.
Lingling memberikan sebotolo obatnya kepada Bos agar bisa dicek apakah firasatnya benar atau tidak. Seperti halnya bos yang memiliki paviliun obat sudah mempunyai banyak pengalaman dalam hal pil dan herbal sehingga sangat mudah baginya mengenali kualitas pil yang baik dengan yang buruk.
"Pil ini merupakan pil penempa tulang tingkat 2. Hanya saja tidak seperti pil yang kita miliki" ucap Bos Chao.
"Saya pada awalnya juga merasa bahwa kualitas pil ini lebih bagus dari pada pil yang kita miliki, tapi saya ragu untuk menilainya sendiri" ucap Lingling.
Lingling mulai menjelaskan bahwa tadi ada seorang pemuda yang kemari untuk menjual pil. Pemuda itu merupakan teman dari Nona Mei yang merupakan seorang pelanggan VIP.
"Terus dimana pemuda itu ?" tanya Bos Chao dengan perasaan semangat.
"Saya tadi menyuruhnya untuk menunggu di lantai 1 Bos" jawab Lingling.
"Maka segera antarkan aku menemuinya ! Kita tidak boleh kehilangan kesempatan ini !" Bos Chao lalu turun bersamaan dengan Lingling yang memandunya.
Sung Lin banyak melihat pil yang ada disana. Semua pil yang ada di dalam kotak di berikan informasi masing-masing dari nama pil tersebut tingkatan hingga siapa alkemis yang membuatnya.
Dari arah belakang terlihat ada seseorang yang tengah memanggil mereka berdua. Orang itu adalah Lingling dan Bos Chao yang sudah mencari-cari mereka dari tadi.
"Nona Mei !" teriak Lingling memanggil Lie Mei agar tidak semakin menjauh.
"Hah... Hah... Akhirnya ketemu juga" Lingling terlihat kelelahan karena terus mencari Lie Mei dan Sung Lin yang sudah ada di lantai tiga.
"Ada apa ? Apa kau sudah selesai menganalisanya ?' tanya Lie Mei.
Perlahan Bos Chao maju mendekati pemuda di depannya. "Nak, apakah kamu yang memiliki pil ini ?" tanyanya sambil memperlihatkan botol yang dia pegang.
__ADS_1
Sung Lin melihat bahwa botol yang penuh dengan pil miliknya sedang di pegang oleh pria di depannya. "Ya ! Itu milikku !"
Bos Chao akhirnya menemukan pemilik dari pil ini. Dia lalu bertanya apakah Sung Lin yang membuat pilnya ? Dan Sung Lin menjawab dengan jawaban iya. Setelah semua selesai di konfirmasi. Bos Chao meminta Sung Lin untuk bekerjasama dengan paviliun obat.
"Tuan, bagaimana jika kita melakukan kerjasama ? Anda yang menyuplai obatnya sedangkan saya yang menjualnya keuntungan akan kita bagi sama rata" ucap Bos Chao.
Lie Mei sempat berpikir sejenak bahwa pria di depannya ini merupakan jelmaan dari rubah licik. Dia suka sekali memanfaatkan alkemis yang berbakat agar paviliun miliknya terus berkembang.
"Sung Lin sebaiknya kau harus berhati-hati karena pria di depanmu sudah seperti seekor rubah" bisik Lie Mei ke telinga Sung Lin.
Menurut Lie Mei juga benar. Tidak menguntungkan jika harus menandatangani kontrak kerjasama untuk sekarang.
"Maaf Bos Chao, saya tidak bisa bekerjasama dengan anda, tapi jika saya telah membuat pil saya sebisa mungkin akan menjualnya disini" ucap Sung Lin.
"Begitu ya... Yah apa boleh buatkan" Bos Chao nampak sedikit sedih dengan tawarannya yang di tolak.
Setelah itu proses transaksi berlangsung. Pil yang dijual oleh Sung Lin di beli langsung oleh Bos Chao dengan harga 7 tael emas. Sung Lin menerima uang tersebut kemudian mereka keluar dari paviliun obat.
Sambil berjalan Sung Lin memegang uang yang ada di kantongnya. Dia merasa senang karena memiliki banyak uang. 'Ternyata menjadi seorang alkemis itu sangat menyenangkan' pikir Sung Lin.
Lie Mei hanya bisa terheran dengan tingkah laku yang di tunjukkan oleh Sung Lin. Lie Mei baru tahu kalau Sung Lin ternyata sangat menyukai uang, terlihat tangan Sung Lin yang terus memegangi sakunya yang penuh dengan tael tael emas.
"Sung Lin apa yang ingin kamu lakukan dengan uang itu ?" tanya Lie Mei.
"Uang ini akan aku gunakan untuk membeli herbal" jawab Sung Lin dengan mudah.
Tujuan Sung Lin sekarang adalah membangun koneksi dengan orang-orang yang berpengaruh. Dengan begitu maka pelatihannya akan berjalan lancar karena untuk mencapai puncak kekuatan pasti akan membutuhkan waktu dan uang yang sangat banyak.
Menurut Sung Lin usaha juga diperlukan karena jika hanya mengandalkan oil saja maka itu tidak akan bisa menjadi kekuatan yang sejati.
__ADS_1
Dan karena teknik yang di berikan oleh Master Buku kepada Sung Lin. Sekarang Sung Lin sudah setengah dalam membangun fondasinya. Dan sebentar lagi akan masuk ke kultivasi sebenarnya.