Sung Lin

Sung Lin
Ikut ke kota


__ADS_3

Sebuah hutan yang lebat dan rindang terdapat satu orang pria yang tengah istirahat sambil membakar daging kelinci yang baru dia tangkap. Pria tersebut mengenakan pakaian coklat dengan bulu yang menghiasi di pinggirannya. Membawa senjata pedang besar yang hanya mempunyai satu bilah mata pedang.


"Huf... hari ini adalah hari yang sial. Apakah hari ini bukan keberuntunganku ?"


Sambil mengeluh pria tersebut tidak lupa membolak-balik daging kelinci yang dia bakar, agar tidak hangus dan matang secara merata. Sesekali dia juga menambahkan kayu agar api yang digunakannya tidak padam.


Butuh waktu dua dupa untuk daging kelinci itu matang. Aroma yang tercium begitu harum karena tadi dia menambahkan beberapa bumbu sebagai penambah rasa.


Pria tersebut lalu memakan dagingnya. Tapi tiba-tiba dia mendengar sebuah suara yang cukup mengganggu di telinganya. Suara tersebut datang dari arah semak semak tempat dia beristirahat.


Untuk jaga-jaga dia mengedarkan pandangannya untuk memeriksa apakah suara tadi berasal dari monster atau bukan. Pria itu merasakan bahwa tidak ada pergerakan energi Qi yang terjadi di sekitarnya.


'Aneh ? Aku tidak merasakan energi Qi apapun dari arah semak-semak' pikir pria tersebut dengan raut wajah keheranan.


Segera dia mengambil pedang miliknya yang tergeletak di tanah. Mengacungkan ke arah semak-semak yang ada di depannya. "Siapa itu !? Cepat keluar ! Atau aku potong tubuhmu menjadi dua bagian !"


Tidak lama kemudian terlihat sosok bocah laki-laki yang keluar dari arah semak-semak. Bocah tersebut keluar dengan raut wajah ketakutan karena mendengar ancaman yang ingin membunuhnya.


"Tuan... Tuan... Tolong jangan bunuh saya. Saya tadi tidak sengaja melihat tuan. Tolong ampuni saya" ucapnya sambil bersujud memohon belas kasihan untuk dirinya.


Sedangkan pria yang mengacungkan pedang tadi kembali menaruh pedangnya di pinggang. 'Kenapa bisa ada bocah ditengah hutan ini ?' Mengetahui kalau suara tadi berasal dari bocah di depannya. Dia menjadi lega ternyata asumsinya tidak benar.


"Oi... Bocah, cepat bangun ! Kali ini aku maafkan kau. Aku tidak tahu kenapa bisa ada seorang bocah di hutan ini. Jadi cepatlah pulang dan kembali ke keluargamu".


Pria itu lalu kembali ke depan perapian untuk memakan daging kelincinya yang tadi belum sempat dia habiskan. 'Cih.. dasar bocah. Apa hutan ini sekarang menjadi taman anak-anak ?' Sambil memakan daging kelinci dia menoleh ke arah bocah tadi.


"Kenapa kau tidak cepat pulang ? Apa kau tersesat !?" Dia melihat bocah itu masih saja berdiam diri disana dan terus memandanginya. Seperti menginginkan sesuatu yang ada pada dirinya.

__ADS_1


KRUUK~


'Jadi itu alasannya'. Setelah mendengar suara tadi, akhirnya pria tersebut tahu kenapa bocah itu terus memandanginya.


"Bocah apa kau lapar ?"


Bocah yang ditanya tersebut langsung menganggukkan kepalanya dengan cepat untuk menjawab pertanyaan dari pria itu.


"Kebetulan aku membakar dua daging kelinci. Yang satu ini kuberikan untukmu" ucapnya sambil mengambil daging kelinci yang ada di sebelahnya dan memberikannya untuk di makan si bocah.


Si bocah lalu segera berjalan dengan cepat untuk mengambil daging kelinci yang diberikan oleh pria di depannya. Dengan semangat dia memakan daging tersebut dengan sangat lahap.


'Sepertinya dia sangat lapar' pikir pria tersebut saat melihat bocah disampingnya memakan daging kelinci yang dia berikan.


Setelah beberapa saat akhirnya mereka berdua selesai menghabiskan makanannya. Si bocah lalu mengucapkan terimakasih kepada pria di sampingnya yang telah memberikan makanan kepadanya.


Si pria lalu bertanya kepada si bocah, "Bocah siapa namamu dan kenapa kau bisa ada di hutan tengah malam begini ?"


Dengan pelan bocah itu menjawab, "Nama saya Sung Lin tuan dan saya tengah mencari makanan di hutan ini".


"Apa kau punya keluarga ?" Sekali lagi pria itu bertanya kepada bocah disampingnya. Berharap kalau iya dia akan mengantarkan bocah itu kepada keluarganya, karena hutan disini dipenuhi oleh monster serta hewan buas yang tidak segan segan akan memangsa anak kecil sepertinya.


Tapi sayang jawaban yang diinginkannya tidak muncul dari bocah di sampingnya. Bocah itu malah menggelengkan kepalanya pertanda kalau dia tidak memiliki keluarga.


'Apa dia yatim piatu ? Memang benar aku mendengar rumor kalau banyak anak-anak sepertinya yang kehilangan keluarga mereka karena serangan dari iblis' pikir pria tersebut.


Setelah berpikir beberapa saat, pria itu kemudian mengambil inisiatif untuk menolong bocah di sampingnya.

__ADS_1


"Hei bocah, apa kau mau ikut denganku ke kota ? Disana kau bisa mencari pekerjaan yang menurutmu sesuai. Tapi saat kita sudah mencapai kota maka kita akan berpisah disana".


Tidak menjawab langsung tapi Sung Lin berpikir sebentar dan setelahnya dia bertanya kepada pria di sampingnya. "Apa saya memang boleh ikut dengan tuan ke kota ?"


Mendengar itu si pria tersenyum sambil menempelkan telapak tangannya ke kepala. "Hah... dasar bocah. Bukankah aku sudah menawarimu untuk ikut aku ke kota ? Itu berarti aku memperbolehkanmu untuk ikut denganku".


"Kalau begitu saya mau ikut tuan !" Sung Lin senang ketika ada orang baik seperti pria di sampingnya menawari bantuan kepadanya.


"Kita akan berangkat besok pagi. Untuk sekarang kita akan istirahat disini. Dan jangan sampai kau telat bangun karena jika tidak aku akan meninggalkanmu !"


"Baik tuan !" jawab Sung Lin.


Setelah itu pria tersebut duduk bersilang sambil bersandar di pohon untuk tidur. Dia melihat ke arah samping. Melihat kalau bocah itu sedang tidur di samping sambil memegang pakaiannya.


'Akan aku anggap ini sebagai balasan atas perbuatan yang telah aku lakukan. Setidaknya aku tidak ingin terlalu merasa bersalah' pria itu lalu memejamkan matanya untuk mulai istirahat.


Waktu berlalu tak terasa matahari mulai terbit kembali. Perjalanan mereka untuk pergi ke kota akhirnya dimulai. Dalam perjalanan sesekali mereka menemui binatang buas tapi tidak terlalu mengancam. Dengan beberapa serangan pria yang menggunakan pedang besar sebagai senjata untuk melawan binatang buas dengan mudah mengalahkannya.


Sung Lin yang melihat pertarungan tadi merasa kagum dengan pria di depannya. "Wow... tuan, apa tuan adalah seorang kultivator ?"


"Yah... bisa dibilang aku seorang kultivator" jawab si pria.


"Tuan sangat hebat ! Bahkan binatang buas tadi bukan tandingan untuk tuan. Dengan beberapa gerakan tuan sudah bisa mengalahkannya. Seperti wush... wush..."


Pria itu menggaruk keningnya yang tidak gatal. Dia merasa sedikit tidak enak jika dirinya selalu di panggil tuan oleh bocah di depannya. "Ee... karena kita sekarang memiliki tujuan yang sama yaitu ke kota. Aku harap kau tidak memanggilku dengan sebutan tuan".


Sung Lin yang girang tadi langsung terdiam sambil menatap pria yang ada di belakangnya. "Lalu kalau saya tidak menyebut tuan maka saya harus menyebut tuan bagaimana ?"

__ADS_1


Si pria lalu tersenyum sambil melakukan gerakan yang aneh. "Bocah... ingatlah nama ini ! Nama yang akan membuat gempar seisi benua ! Nama pria yang hebat ini adalah Dong Feng ! Seorang pendekar pedang yang akan mencapai puncak tertinggi dari kekuatan !"


__ADS_2