
Di sebuah hutan lebih tepatnya di dalam hutan yang berada di pegunungan timur dekat kota Gouli. Terlihat ke tiga orang yang tengah mengepung satu orang pria yang masih berada di tahap puncak Fondation. Sedangkan ke tiga pria yang mengepungnya berada di ranah Golden Core.
"Dasar bajingan Dong Feng ! Cepat kembalikan pusaka klan Baek !" ucap Tang Du sambil memaki Dong Feng.
Dong Feng yang mendengar hal itu hanya tertawa dan memandang rendah ke tiga orang yang mengepungnya. "Hahaha... Sejak kapan barang yang aku temukan menjadi pusaka klan Baek !? Aku malu jika jadi kalian yang hanya bisa menuruti perintah tua bangka sialan itu !"
"Jaga omonganmu ! Kau tak pantas menghina ketua klan ! Apa kau lupa siapa yang memungutmu !?" ucap Song Xiang dengan ekspresi wajah yang marah.
"Oh tentu saja aku tidak lupa. Malah aku berterimakasih karena dia telah merawatku' jawab Dong Feng.
"Jika kau tahu dimana tempatmu maka cepat serahkan pusaka yang kau bawa itu !" ucap Song Xuang yang merupakan adik dari Song Xiang.
Ketiga orang tersebut terus saja mendesak Dong Feng untuk menyerahkan pusaka yang tengah di bawa oleh Dong Feng. Dan karena terus di desak membuat Dong Feng semakin risih dengan ke tiga orang yang mengepungnya.
"Ya aku memang berterimakasih dan tahu akan tempatku, tapi itu dulu sebelum aku tahu akan kenyataan yang aku lihat. Aku sangat marah saat tahu bahwa orang yang aku ikuti adalah sosok iblis !"
Dong Feng menjadi teringat saat dia mengetahui fakta tersebut. Saat itu dia tidak sengaja melihat banyak manusia yang dikorbankan untuk di ambil darahnya hanya untuk meningkatkan kekuatan dari orang yang selalu dipuja-puja olehnya.
'Aku dulu sungguh buta. Kenapa aku bisa menjadi bagian dari sekte iblis itu ?' pikir Dong Feng.
"Bajingan jika kau tidak mau menyerahkan pusaka itu, maka kami akan membunuhmu !" perintah Tang Du kepada yang lain.
Ketiga orang yang mengepung Dong Feng dari berbagai arah segera dengan cepat mengeluarkan serangan untuk membunuh Dong Feng.
Dong Feng yang sadar segera mengeluarkan pedang besarnya dan bersiao untuk adu serangan.
__ADS_1
Dari arah depan datang Tang Du dengan tebasan kapak yang mengarah ke Dong Feng. Dong Feng segera menghindar dengan meloncat ke samping. Serangan kapak tersebut sungguh kuat hingga membuat tanah terbelah menjadi dua bagian.
Meskipun berhasil menghindar tak terpungkiri serangan lain datang dan mengarah ke Dong Feng. Serangan itu berasal dari Song Xiang yang menggunakan senjata pedang oanjang.
"Rasakan lah teknik Sword Intentku !" Song Xiang menghunuskan pedangnya seketika keluar aura pedang berwarna merah. Aura itu mengandung niat jahat iblis yang sangat kuat dan sedang mengarah ke Dong Feng dengan cepat.
Menyadari hal itu Dong Feng membuat aura pedang yang cukup untuk menahan serangan dari Song Xiang. Aura pedang yang Dong Feng buat berhasil menahan serangan Song Xiang. Song Xiang yang melihat serangannya tidak berhasil, dia menjadi marah.
"Kau pikir serangan cacingmu dapat mempan terhadapku ? Jangan mimpi !" ejek Dong Feng kepada Song Xiang.
"Lalu bagaimana dengan seranganku ini !" Song Xuang datang dengan teknik pisau angin miliknya. Tiga serangan tersebut langsung mengarah ke Dong Feng dengan sangat ganas.
Karena lelah menghindar terus. Dong Feng mengeluarkan satu jurus yang telah dia pelajari dari pusaka yang tidak sengaja dia temukan. "Akan kubiarkan kalian melihat teknik yang telah aku pelajari ! Lihatlah ini yang dinamakan dengan seragan !"
Seketika keluar tujuh titik dengan pola aneh yang mengambang. Tujuh titik tersebut mengarah dan melewati Song Xuang yang berada di tengah. "Teknik Hevenly Star"
"Song Xuang !!"
Song Xiang berteriak saat adiknya terbunuh tepat di depan matanya. Tubuh adiknya jatuh ke tanah dengan organ dalam yang berceceran di sertai dengan darah yang keluar.
"Bajingan keparat ! Beraninya kau membunuh adikku !" Song Xiang menjadi marah kepada Dong Feng. Raut wajahnya menjadi menakutkan akibat marah.
"Tunggu jangan gegabah Song Xiang. Apa kau belum sadar kalau Dong Feng telah mempelajari jurus dari pusaka itu ? Jika kita bertindak gegabah maka kitalah yang akan mati ditangannya" ucap Tang Du yang memperingati Song Xiang.
"Dari yang aku lihat sepertinya teknik yang baru saja dikeluarkannya membutuhkan jumlah Qi yang besar untuk mengerahkannya. Kita ulur waktu sampai dia kehabisan Qi baru kita mempunyai kesempatan untuk membunuhnya" ucap Tang Du yang memberitahu Song Xiang.
__ADS_1
Sedangkan Dong Feng terlihat terengah-engah setelah mengeluarkan teknik tersebut. "Sepertinya ke dua orang itu sudah tahu kelemahan dari teknik ini. Aku harus segera cepat-cepat mengakhirinya".
Dong Feng berlari ke arah dua orang di depannya. Dia mulai menyerang ke dua orang tersebut. Mengincar titik vital mereka agar pertaruangan cepat berakhir.
Pertaruangan mereka berlangsung hingga setengah jam. Meskipun begitu Dong Feng masih belum bisa membunuh salah satu dari dua orang di depannya. Ke dua orang tersebut terus saja menghindar tanpa memberikan perlawanan kepada Dong Feng. Hal itu membuat Dong Feng menjadi di rugikan karena tenaga serta Qi nya yang terus berkurang.
'Sial ! Jika terus begini maka aku yang akan terbunuh !' pikir Dong Feng.
Dong Feng mengeluarkan tiga bola bom asap dari kantongnya. Dia membanting tiga bola itu sehingga dia dapat kabur dan melarikan diri dari pandangan dua orang di depannya.
"Dia menggunakan bom asap ! Cepat kita kejar ! Kita tidak boleh membiarkan dia hidup ! Seharusnya dia tidak bisa lari jauh" ucap Tang Du saat menyadari kalau Dong Feng tengah melarikan diri.
Di dalam hutan Dong Feng terus melarikan diri dari dua orang yang tengah mengejarnya. Berlari dan terus berlari sampai dia baru sadar kalau dirinya telah terkena oleh racun mematikan.
DUG ! Dong Feng terjatuh ke tanah dengan darah yang keluar dari mulutnya. "Aku tidak sadar jika mereka telah meracuniku".
Dari arah semak semak terdengar suara yang sangat jelas di dengar oleh Dong Feng. Suara itu semakin dekat mengarah ke Dong Feng. 'Apakah itu salah satu dari mereka ?'
Tak lama kemudian keluar sosok bocah yang Dong Feng kenal. Bocah itu adalah Sung Lin yang pernah dia tolong.
"Paman ! Paman mulutmu berdarah !" Sung Lin terkejut ketika melihat Dong Feng dalam ke adaan terluka.
Dong Feng pun juga terkejut saat melihat Sung Lin berada di depannya. "Bocah kenapa kau bisa ada disini !?"
"Aku khawatir dengan keadaan paman. Semua orang bilang paman adalah buronan. Tapi aku tahu kalau mereka salah menilai paman" Sung Lin mendekat ke arah Dong Feng dengan ekspresi sedih di wajahnya.
__ADS_1
'Jadi dia sudah tahu' pikir Dong Feng saat mendengar ucapan dari Sung Lin. Sebenarnya Dong Feng juga tidak mau menutupi kalau dia sedang diburu oleh klan Baek. Tapi ini masalahnya sendiri dan dia tidak ingin orang yang tidak bersalah terlibat.
"Dimana kau keparat !? Beraninya kau bersembunyi dari kami !"