
Di sepanjang jalan yang menuju ke kota terlihat kedua orang yang tengah tertawa dengan riang. Kedua orang itu adalah Sung Lin dan Dong Feng.
"Hahaha... bagus bocah tak ku sangka ternyata kau mampu memahami ku" ucap Dong Feng sambil menepuk pundak Sung Lin.
"Tentu saja, siapa dulu kalau bukan aku !" Sung Lin menunjuk dirinya dengan bangga karena telah berhasil mengeluarkan Dong Feng dari masalah tadi.
"Wah wah sekarang kau sudah bisa sombong ya ?" Dong Feng merangkul pundak Sung Lin dengan akrab.
Sedangkan Sung Lin yang mendengar itu hanya bisa tersenyum riang, "Hehehe~".
Sepanjang jalan Sung Lin dan Dong Feng terus berbincang bincang dengan sangat akrab seperti halnya murid pada gurunya meskipun hubangan mereka tidak terlihat seperti itu.
Sempat terpikir dan merasa sedikit penasaran dengan orang yang tadi di bawa oleh Sung Lin. Dong Feng pun menanyakan kepada Sung Lin tentang orang tersebut.
"Hey bocah, bagaimana kamu bisa menemukan orang tadi ?" tanya Dong Feng sambil memikirkan penampilan orang tersebut.
"Apa yang paman maksud adalah orang yang aku bawa ke penginapan tadi ?"
Sung Lin pun menjelaskannya sambil memakan buah apel yang diberikan oleh Dong Feng.
"Waktu itu aku tidak sengaja melihat ada orang di depan penginapan. Dan karena paman sepertinya membutuhkan bantuan jadi aku ajak saja orang itu masuk kedalam" ucap Sung Lin sambil memakan buah apelnya.
Dong Feng yang mendengar penjelasan dari Sung Lin dia akhirnya mengerti bagaimana cara Sung Lin membawa orang tersebut, tapi Dong Feng masih berpikir seperti ada satu hal yang aneh pada orang yang dibawa Sung Lin ke penginapan tadi.
__ADS_1
"Oh ya paman, tadi aku melihat sepertinya orang itu membawa sebuah tanda pengenal yang diikat di pinggangnya. Dan tanda pengenal itu terbuat dari giok dengan tulisan Guang disana" ucap Sung Lin.
'Guang ?' Dong Feng merasa sedikit tidak asing dengan nama yang di sebutkan oleh Sung Lin. Setahunya ada satu keluarga yang menggunakan nama Guang. Dan itu adalah nama yang digunakan oleh keluarga kerajaan.
Dari desas desus yang di dengarnya. Ada satu anak dari keluarga Guang yang akan kembali dari pengasingannya. Dan namanya adalah Guang Feifei. Sebelum pergi dikatakan kultivasinya sudah mencapai tahap pertengahan Fondation. Akan ada di ranah apa kultivasinya jika sudah kembali.
"Huh~ hancur sudah. Aku harap umurku tidak memendek".
"Ada apa paman ?" tanya Sung Lin yang melihat Dong Feng dalam keadaan murung.
"Tidak apa-apa" jawabnya. Meskipun merasa kesal tapi Dong Feng juga tidak bisa menyalahkan Sung Lin yang tidak tahu apa-apa. Dia hanya bisa menyalahkan dirinya sendiri karena tidak sadar dengan apa yang ada di depannya.
Perjalanan terus berlanjut Sung Lin dan Dong Feng sesekali juga beristirahat untuk memulihkan tenaga mereka. Saat malam sudah tiba mereka berdua membuat api unggun untuk menghangatkan badan dari udara dingin yang berhembus.
Sung Lin juga menyempatkan diri melakukan latihan agar lautan Qi-nya cepat terbentuk. Dan Dong Feng menjaga Sung Lin saat sedang berlatih di malam hari. Mereka berdua melakukan kegiatan tersebut terus menerus sampai pada akhirnya mereka sampai di kota yang mereka tuju.
"Ya ! Kau benar akhirnya kita sudah bisa melihat kotanya". Dong Feng melihat Sung Lin sangat gembira ketika Sung Lin akhirnya dapat melihat kota. Dong Feng menatap Sung Lin dengan perasaan yang tentram ketika melihat Sung Lin gembira.
Dengan perlahan Dong Feng mengusap kepala Sung Lin sambil berkata, "Bocah sepertinya sudah waktunya kita berpisah".
Seketika raut wajah Sung Lin yang semula senang berubah menjadi muram. Seakan mengatakan dia enggan untuk berpisah dengan Dong Feng yang sudah mengajarkannya banyak hal tentang kultivasi.
"Hey jangan begitu... aku tahu kau sedih, tapi sudah aku katakan kan dari awal kalau setibanya kita di.kota maka saat itulah kita harus berpisah" ucap Dong Feng dengan enggan.
__ADS_1
Dong Feng mengeluarkan beberapa teal perak dari kantongnya untuk diberikan kepada Sung Lin. "Ini ku berikan untukmu bocah. Saat kau ingin memasuki kota ada penjaga yang akan menagih uang sebagai biaya masuk. Kau bisa menggunakan uang ini untuk hal itu".
Dengan sedih Sung Lin menerima uang pemberian dari Dong Feng. "Paman... apakah paman tidak ingin masuk ke kota juga ? Bukankah tujuan paman juga ke kota ?"
Sekali lagi Dong Feng menempatkan tangannya di atas kepala Sung Lin. "Bocah, akan aku beritahu kau satu hal. Terkadang ada sesuatu yang tidak dapat di jelaskan hanya dengan sebuah kata kata. Jadi janganlah sedih dan cepatlah masuk ke kota" ucapnya sambil melepaskan tangannya dari atas kepala Sung Lin.
Sung Lin mulai berjalan pelan-pelan ke depan sambil sesekali melihat Dong Feng yang melambaikan tangannya dari belakang. Dan saat Sung Lin menoleh lagi ke belakang Dong Feng sudah tidak ada disana.
"Paman aku pasti akan membalas kebaikan yang telah kau berikan kepadaku" Sung Lin mengepalkan tangan yang memegang sejumlah teal perak. Dalam ajaran yang telah diajarkan oleh kakeknya. Dia harus membalas Budi kepada orang yang telah memberinya pertolongan.
Di depan gerbang masuk kota terlihat dua orang prajurit yang tengah menjaga pintu masuknya. Kedua prajurit tersebut terlihat kuat dengan zirah yang mereka pakai serta tombak yang mereka pegang.
"Berhenti ! Jika kau ingin memasuki kota maka tunjukkan tanda pengenalmu !" ucap salah satu prajurit yang menghalangi Sung Lin masuk.
Sung Lin lalu memperlihatkan beberapa teal perak yang ada di genggamannya. "Tuan prajurit bisakah aku masuk dengan ini ?"
Kedua prajurit tersebut melihat kalau bocah di depannya membawa beberapa tael perak di genggamannya. Salah satu prajurit kemudian mengambil 3 tael perak dan menyisakan satu ditangan bocah itu.
"Sekarang kau boleh masuk !" ucap prajurit tersebut.
Setelah membayar biaya masuk, Sung Lin kemudian segera memasuki kota. Kota yang Sung Lin masuki bernama Kota Gouli. Terlihat di depan gerbang yang bertuliskan nama Gouli disana.
Di kota yang Sung Lin masuki banyak orang yang berlalu lalang di sana sini. Mereka terlihat sibuk dengan urusannya masing-masing. Meskipun saat berada di desa Sung Lin sudah pernah melihat situasi seperti ini tapi yang menjadi pembeda adalah banyaknya jumlah orang yang terlihat.
__ADS_1
"Baiklah sekarang aku harus mencari pekerjaan yang cocok denganku. Aku tidak boleh mengecewakan paman yang sudah mengantarku jauh-jauh ke kota !"
Dengan semangat dan harapan yang tinggi Sung Lin kemudian mulai mencari pekerjaan yang cocok dengannya.